Jumat, 13 Februari 2015

Serang Balik, Bos PLN Sebut Ahok Tak Paham Listrik dan Cepat Bicara



Menteri Yuddy Chrisnandi bertemu Ahok

Jakarta - WARA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama atau akrab disapa Ahok menuding Perusahaan Listrik Negara (PLN) tak membantu upaya Pemprov DKI Jakarta mengurai banjir. Pemadaman listrik membuat mesin pompa penyedot air tidak bekerja maksimal sehingga banjir meluas dan kawasan Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Barat ikut kebanjiran.

Ahok terus mengungkapkan kekesalannya pada perusahaan pelat merah itu. Membuat hubungan antara Ahok dan PLN memanas.

Terus-terusan jadi sasaran kemarahan Ahok, emosi Direktur Utama PLN Sofyan Basir pun tersulut. Dia kembali menegaskan bahwa PLN melakukan prosedur yang tepat ketika banjir melanda Jakarta.

Dia justru balik menyerah Ahok. "Kenapa air belum penuh dimatikan, kalau penuh sudah nggak bisa. Tampaknya beliau (Ahok) nggak paham listrik," kata Sofyan di Jakarta, Kamis (12/2).

Sofyan menegaskan, aliran arus listrik dimatikan dengan alasan kuat, demi keselamatan warga. Dia membantah bila matinya listrik dikaitkan dengan gardu tenggelam.

"Ketika air naik memang kita matikan. Bukan karena gardunya tenggelam. Tapi ini memang kami matikan," ujarnya.

Menurutnya, Ahok terlalu cepat keluarkan pernyataan dan mengambil kesimpulan. "Beliau kecepatan bicara. Logika saja, nggak mungkin listrik mati sebabkan banjir. Yang ada, banjir sebabkan mati listrik," terangnya.

Sebelumnya, kekesalan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, ke Perusahaan Listrik Negara (PLN) rupanya belum usai. Dia masih tak terima alasan PLN mematikan listrik hingga membuat pompa tak menyala padahal curah hujan di Jakarta lagi tinggi.

Apalagi, katanya, listrik yang dimatikan tidak pada semua lokasi. Menurut Ahok, sapaan Basuki, jika alasan PLN agar tidak ada warga yang kesetrum, harusnya semua lokasi juga tak ada aliran listrik.

Tindakan PLN itu dinilai Ahok sebagai diskriminatif. "Saya ketemu PLN, saya katakan jangan perlakukan saya seperti swasta, PLN itu punya negara, pemprov itu juga negara jadi semua negara," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/2).

Ahok mengaku sebenarnya tak mau memperpanjang masalah ini. Tapi dia tak terima karena ulah PLN masyarakat jadi menuding pemprov tak siap hadapi banjir.

"Jadi kita jangan berantem. Tapi infonya ada 17 gardu yang berbeda, dan di Pluit Muara Karang terendam dan Pluit Muara Baru belum terendam," tambahnya.

"Anda merah putih kok, ada yang bisa nyogok bisa dijamin enggak mati listrik masak kita yang pemerintah gak bisa dijamin," sindirnya. (Merdeka.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar