Rabu, 21 Januari 2015

SBY Kaget Dengar Ada Isu "Pembersihan" dalam Pemerintahan Jokowi



Presiden Joko Widodo (kanan) dan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono berjalan di atas karpet merah dalam upacara kemiliteran untuk melepas dan menyambut presiden di Istana Merdeka, Senin (20/10/2014).
Jakarta – WARA - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono bersuara terkait konflik pemilihan kepala Polri. Ia menanggapi adanya usaha "pembersihan orang-orang SBY" dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Di tengah-tengah situasi politik yang menghangat saat ini, saya juga mendengar sejumlah isu, mungkin juga 'provokasi', yang bisa memecah belah di antara kita semua. Termasuk antara Presiden  Jokowi dengan saya. Diisukan bahwa yang tengah dilakukan sekarang ini adalah pembersihan 'orang-orang SBY', baik di jajaran TNI, Polri, maupun aparatur pemerintahan," kata SBY dalam akun Facebook pribadi miliknya yang ditulis pada Minggu (18/1/2015).

SBY yang mendengar isu tersebut langsung kaget. Ia menilai, jika yang dimaksud dalam isu itu adalah orang-orang dalam Kabinet Indonesia Bersatu, maka hal itu wajar saja. Namun, yang beredar adalah isu pembersihan di jajaran TNI/Polri.

"Saya terhenyak," tulis SBY.

SBY yang menulis ketika sedang berada di Cikeas ini kemudian melanjutkan, pembersihan perwira tinggi TNI/Polri itu adalah suatu usaha yang tidak masuk akal. Ia pun menilai, perwira tinggi TNI/Polri adalah kalangan profesional, bukan politik.

"Apa salah dan dosa mereka? Pengangkatan para pejabat di jajaran TNI & Polri ada mekanismenya," lanjut SBY.

Meski menanggapi isu yang beredar tersebut, SBY tidak yakin Jokowi akan melakukan pembersihan tersebut. "Kalau hal itu terjadi, bagaimana pula nanti jika Presiden baru pengganti Pak Jokowi juga melakukan 'pembersihan' yang sama," tulis SBY.

Perseteruan SBY dengan Megawati
Lebih jauh, SBY pun mencoba menanggapi isu yang beredar yang menyebut kemelut yang terjadi saat ini adalah buah dari perseteruan antara dirinya dengan Megawati Soekarnoputri.

"Jenderal Polisi Sutarman dipersepsikan sebagai orangnya SBY dan Komjen Budi Gunawan sebagai orangnya Ibu Megawati. Untuk diingat, kalau Pak Budi Gunawan dinilai dekat dengan Ibu Megawati karena mantan ADC (ajudan)-nya, maka Pak Sutarman adalah mantan ADC Gus Dur. Bukan mantan ADC SBY," kata SBY.

Lebih jauh, meski disebut-sebut Budi Gunawan adalah orangnya Megawati, SBY memastikan karier Budi Gunawan tidak terhambat pada era dirinya.

"Di era saya, perjalanan karier Komjen Budi Gunawan juga baik dan lancar. Pak Budi Gunawan mengalami tiga kali promosi jabatan serta kenaikan pangkat dari Brigjen ke Irjen, dan kemudian ke Komjen," tutup SBY. (KOMPAS.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar