Kamis, 08 Januari 2015

Mantan Wakil Kepala BIN Jadi Bos Baru Freeport Indonesia


Maroef Sjamsoeddin, Presiden Direktur Freeport Indonesia yang baru

Jakarta - WARA - PT Freeport Indonesia menunjuk mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Maroef Sjamsoeddin, sebagai presiden direktur. Maroef menggantikan Rozik B. Soetjipto yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.

Dalam keterangan pers yang diterima VIVAnews, Rabu 7 Januari 2015, dijelaskan Rozik bergabung dan menjadi Presiden Direktur perusahaan tambang emas milik Amerika Serikat tersebut pada Januari 2012 lalu.

Dia mengungkapkan, rasa bangganya terhadap capaian Freeport Indonesia selama dinahkodainya.

"Saya mengucapkan selamat kepada Bapak Maroef, dan berharap beliau beserta seluruh jajaran tim manajemen Freeport Indonesia dapat meraih kesuksesan di masa yang akan datang," ujar Rozik.

Sementara itu, Presiden Direktur Freeport Indonesia yang baru, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan kesiapannya menjalankan tugas sebagai Presiden Direktur Freeport Indonesia.

Maroef bergabung di Freeport Indonesia, setelah menyelesaikan karir panjangnya di Angkatan Bersenjata Republik Indonesia.

Purnawirawan Marsekal Muda TNI Angkatan Udara Republik Indonesia ini juga sempat menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) selama periode 2011-2014.

Dari sisi pendidikan, saat ini ia telah memperoleh gelar Master of Business Administration dari Jakarta Institute Management Studies.

Fokus tambang baru
Lebih lanjut, Maroef mengatakan, saat memimpin salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia itu, dia akan memprioritaskan pengembangan tambang baru di Papua.

"Ini merupakan saat yang paling menarik bagi Freeport Indonesia yang akan mengembangkan tambang baru di Papua," ujarnya.

Dia menegaskan, tujuan akhir dari prioritas tersebut tidak lain, agar dapat memberikan berbagai macam manfaat bagi karyawan dan masyarakat setempat.

"Serta pemerintah Indonesia dan seluruh pemangku kepentingan sepanjang beberapa dekade yang akan datang," kata Maroef. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar