Rabu, 17 Desember 2014

Ledakan Bom Mobil di Yaman Tewaskan 20 Anak Sekolah



SANAA- WARA - Dua ledakan bom mobil menewaskan sedikitnya 31 orang, termasuk 20 anak-anak, di kota Radaa di Yaman tengah ketika tersangka militan Al Qaeda menyasar para pejuang Houthi, Selasa (16/12/2014), kata sejumlah pejabat keamanan senior dan penduduk setempat kepada CNN.

Sebuah bom mobil menghantam tempat pertemuan Houthi, tetapi bom yang lainnya tidak sampai ke sasaran dan malah meledak di sebelah sebuah bus yang mengangkut anak-anak yang sedang pulang sekolah, kata sejumlah pejabat. Semua anak-anak yang tewas berusia di bawah usia 12 tahun, kata Osama Sari, seorang aktivis terkemuka yang pro-Houthi. Sebanyak 11 milisi Houthi tewas, kata seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri.

Sejumlah saksi mata mengatakan kepada CNN bahwa jumlah korban tewas di kalangan Houthi 18 orang. Setidaknya belasan orang lainnya terluka, enam di antaranya dalam kondisi kritis, kata sejumlah sumber medis di Radaa kepada CNN.

Radaa merupakan kubu pertahanan Al Qaeda yang jatuh ke tanggan para pejuang Houthi setelah bentrokan pada Oktober lalu yang menewaskan ratusan dari kedua belah pihak. Al Qaeda sejak itu mengintensifkan serangan terhadap sasaran Houthi, melakukan serangan harian yang menewaskan ratusan warga Houthi dan warga sipil tak berdosa.

Houthi mengikuti sekte Zaidi dalam Islam dan dianggap sebagai kaum Muslim Syiah oleh Al Qaeda, yang merupakan jaringan teroris yang beraliran Sunni.

Sari mengatakan bahwa sebagian besar yang tewas adalah anak-anak dan bahwa serangan itu bertanda Al-Qaeda. "Bom-bom mobil bunuh diri itu bertujuan langsung menyerang kamp Houthi. Ketika mereka gagal mencapai sasaran inti, banyak anak-anak yang tidak bersalah jadi kehilangan nyawa mereka," kata Sari. (Kompas.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar