Rabu, 17 Desember 2014

Kisah Tulus Maksum, Marbot Yang Nyambi Ngojek Dapat Umrah Gratis



Merdeka.com - "Kehendak Tuhan melebihi segala logika yang dimiliki manusia," begitulah ungkap bahagia yang keluar dari mulut Muhammad Maksum.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini sedang senang karena mendapat kesempatan umrah gratis yang diberikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Selain ngojek, Maksum juga mengisi hari-harinya dengan menjadi penjaga (marbot) di Masjid Nur Rohman di Cawang, Jakarta Timur.

Sudah 14 tahun Maksum menjalani profesi sebagai marbot. Kedua profesi ini jalani secara bergantian setiap harinya.

"Saya nggak pernah menyangka sama sekali. Lillahitaala saja tidak berpikir macam-macam dalam mengurus masjid," ungkapnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (16/12).

Sebagai marbot, dia harus datang lebih awal dari jemaah utamanya ketika salat subuh. Terkadang, dia juga ditunjuk sebagai imam. Usai menjadi imam, Maksum dipercaya memberi tausiah mengenai ajaran Islam pada bapak-bapak hingga pukul 05.30 WIB.

Beras urusan di masjid, dia beristirahat sejenak. Barulah pada pukul 09.00 WIB, Maksum mengojek untuk mencari tambahan agar dapur bisa terus mengepul dan menyekolahkan anaknya. Kemudian kembali ke rumah pada pukul 13.00 WIB untuk istirahat dan kembali ke masjid.

Dengan mengojek, dia berhasil menyekolahkan delapan anaknya sampai ke sekolah tingkat atas. Walaupun begitu Maksum tidak pernah lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai marbot juga salat lima waktu.

"Saya jadi pengurus masjid tidak harus selalu berada di masjid setiap waktu. Kami harus mencari rezeki," katanya.

Menjelang matahari tenggelam, Maksum mempersiapkan diri untuk kembali ke masjid. Dia langganan menjadi imam salat Magrib dan salat Isya. Usai semua kegiatan di masjid, dia tak lupa menemani putra-putrinya membaca Alquran hingga malam.

Walaupun terlihat sibuk, Maksum tidak pernah mengeluh. Dia hanya bekerja sesuai dengan ritme kehidupan.

Meski tiket berangkat umrah sudah di tangan, Maksum masih tak percaya dan menganggap ini sebuah keajaiban.
"Memang logikanya dilihat dari penghasilan tidak mungkin. Tetapi Allah sudah membukakan pintu rezeki yang lain," tutupnya. (Merdeka.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar