Kamis, 18 Desember 2014

Taliban Janjikan Lebih Banyak Serangan Ke Sekolah



WARA - Melalui surat elektronik yang dikirimkan Rabu, 17 Desember 2014, juru bicara Taliban Muhammad Umar Khorasani menyebut pembantaian ratusan anak-anak, dalam serangan ke sekolah di Pakistan, Selasa, 16 Desember, hanya cuplikan adegan pembuka.

Dilansir oleh Daily Mail, Khorasani membela diri atas pembantaian terhadap siswa sekolah, dan berjanji bahwa akan ada lebih banyak serangan serupa. "Kami masih dapat melakukan serangan-serangan besar. Ini (pembantaian siswa sekolah) hanya sebuah trailer," katanya.

Dia mengklaim bahwa militer Pakistan telah membunuh anak-anak militan Taliban, sehingga serangan ke sekolah yang dikelola oleh militer itu pantas sebagai aksi balas dendam. Dia menyalahkan para korban, karena menjadi anak-anak tentara.

Menurut dia, anak-anak di sekolah itu telah mengikuti jejak ayahnya, terlibat dalam perang melawan Taliban. Serangan ke sekolah yang menewaskan 148 jiwa, dan 132 diantaranya adalah anak-anak, terungkap dilakukan atas perintah Maulana Fazlullah.

Pemimpin Taliban di Pakistan itu, disebut meminta asistennya Umar Naray, untuk memimpin operasi pembantaian, dan berkomunikasi langsung dengan para pelaku dari markasnya di balik perbatasan Afghanistan.

Menanggapi ancaman serangan lainnya ke sekolah-sekolah, Islamabad menginstruksikan sekolah di seluruh Pakistan agar meningkatkan keamanan, dan melatih langkah-langkah antisipasi untuk menyelamatkan siswa jika terjadi serangan.


Militan berpose sebelum melakukan serangan ke sekolah di Pakistan

Sementara Panglima militer Pakistan Raheel Sharif, dilaporkan telah berangkat ke Kabul mencari bantuan untuk melacak keberadaan Fazlullah. "Komunikasinya telah disadap, yang membantu melacak lokasi keberadaannya," kata seorang sumber keamanan Pakistan.

Informasi mengenai keberadaan Fazlullah juga telah disebarkan, bukan hanya dengan militer Afghanistan, tapi juga pasukan NATO. Taliban ingin menciptakan ketakutan bagi publik Pakistan, dengan melakukan serangan ke sekolah-sekolah.

Namun sebagian besar masyarakat mengatakan, saat ini mereka justru memiliki alasan untuk bersatu untuk menentang Taliban. Bahkan anak-anak di Pakistan kini menjadi berani mengungkapkan kecaman pada Taliban.

"Saya tidak punya kata-kata untuk melukiskan kepedihan dan amarah. Mereka membantai anak-anak itu seperti binatang. Kami tidak takut pada kalian. Kami akan belajar dan berjuang untuk kebebasan kami," kata Naba Mehdi, gadis berusia 16 tahun.



Militan pelaku serangan ke sekolah yang dirilis Taliban
Saat rakyat Pakistan diselimuti duka, seiring proses pemakaman ratusan siswa yang tewas, Taliban merilis foto-foto enam militan yang melakukan serangan ke sekolah, berikut nama-nama mereka melalui media sosial Twitter.

Kesedihan sekaligus amarah diungkapkan para orangtua korban. "Mereka (Taliban) mengakhiri hanya dalam hitungan menit, apa yang telah menjadi alasan seluruh hidup saya, anak saya," kata Akhtar Hussain, saat pemakaman putranya, Fahad.

Hussain bekerja sebagai buruh migran di Dubai, demi menyediakan kehidupan yang layak untuk anaknya. "Dia yang tidak berdosa sudah pergi, di dalam kubur. Saya tidak sabar untuk bergabung dengannya, saya tidak punya alasan lagi untuk hidup," ucapnya.


Seorang jurnalis menangis saat meliput pembantaian siswa sekolah di Pakistan
Perdana Menteri Nawas Sharif, mengatakan Pakistan bersatu untuk meyakinkan bahwa kematian anak-anak itu tidak akan sia-sia. Setelah pertemuan dengan semua pemimpin partai, dia berjanji akan ada tindakan dari militer.

Dia menegaskan bahwa tidak akan ada perbedaan antara Taliban baik atau jahat. "Kita telah memutuskan untuk melanjutkan perang melawan terorisme, hingga teroris terakhir musnah. Kita tidak boleh melupakan tragedi ini," katanya.

"Bagaimana mereka (Taliban) meninggalkan lubang peluru di tubuh anak-anak tidak berdosa, bagaimana mereka menghancurkan wajah anak-anak dengan peluru," ujar Sharif, menambahkan bahwa dia telah berbicara dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Keduanya mendiskusikan, tentang bagaimana kedua negara dapat melakukan langkah lebih untuk memerangi terorisme. Mereka menyepakati digelarnya operasi di negara masing-masing, untuk membersihkan wilayah mereka dari terorisme. (VIVAnews)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar