Kamis, 18 Desember 2014

SBY : Pantang Saya Mencari Kambing Hitam


Jakarta - WARA - Meski sudah tidak lagi menjabat Presiden, sebagai seorang Negarawan, Susilo Bambang Yudhoyono tetap memantau berbagai perkembangan bangsa dan negara Indonesia.

Saat ini, SBY tengah mengikuti gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah. Termasuk sejumlah pernyataan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla yang akhir-akhir ini menyatakan gejolak ekonomi yang terjadi akibat kebijakan pemerintahan sebelumnya.

Hal ini disampaikan SBY di akun Facebooknya yang ditulis sendiri, Kamis 18 Desember 2014. Kata SBY, memang paling mudah mencari "kambing hitam" atas kesalahan sendiri, terutama terkait jatuhnya rupiah.

"Selain alasan-alasan lainnya, seorang pejabat pemerintah juga menuding bahwa semua ini akibat kebijakan pemerintahan SBY yang salah. Menyalahkah orang lain tak akan menyelesaikan persoalan. Itulah pelajaran yang saya petik selama dulu memimpin negeri ini," ujar SBY.

Atas tudingan itu, SBY meminta kepada siapapun yang bersamanya selama 10 tahun di pemerintahan, tetap bersabar. Tidak terpancing, apalagi harus ikut menuding ke sana kemari.

SBY tak akan lupa terhadap jasa para Menteri, Gubernur, Ekonom, Pebisnis dan lain-lain yang amat sering bersamanya mengatasi berbagai persoalan ekonomi.

"Termasuk kebersamaan kita, siang dan malam mengatasi gejolak minyak dunia tahun 2005 dan 2008, dan mengatasi krisis global tahun 2008 dan 2009," kata SBY.

Atas keputusan, kebijakan dan tindakan yang dilakukan Pemerintahannya saat itu, tanpa menyalahkan orang lain, Kata SBY ekonomi di Tanah Air bisa diselamatkan.

"Terimalah ucapan terima kasih saya dan tetaplah bersabar jika apa yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh dulu, kini dengan mudah disalahkan. Jika ada yang salah dengan kebijakan pemerintahan SBY, semua itu tanggung jawab saya. Saya tak akan pernah menyalahkan yang lain," ujar SBY.

Ketua Umum Partai Demokrat itu menyerahkan kepada Tuhan dan rakyat untuk menilai apa yang sudah dilakukannya selama 10 tahun memimpin bangsa ini.

"Prinsip kepemimpinan yang saya anut, pantang menyalahkan baik pendahulu maupun pengganti saya. Tabiat menyalahkan tak baik dan tak arif. Saya juga tak suka menyalahkan pendahulu. Bung Karno, Pak Harto, Pak Habibie, Gus Dur & Ibu Megawati, semua ingin berbuat yang terbaik untuk rakyatnya," tuturnya.

Dalam situasi seperti ini, menurut SBY, pemerintah dan rakyat tidak boleh saling menyalahkan, apalagi mencari kambing hitam. "Selain tak etis, yang terpenting adalah solusi."
(VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar