Selasa, 16 Desember 2014

Penyanderaan Sydney Jadi Sorotan Dunia

Seorang sandera lari ke arah polisi di luar kafe Lindt. (Reuters)


Sydney - WARA - Insiden penyanderaan di Kafe Lindt, Sydney, Senin, 15 Desember 2014, dengan cepat menjadi berita utama berbagai media internasional. Pakar mengingatkan bahwa pelaku terorisme selalu menginginkan publikasi.

Pakar Kontra-Terorisme Nick O‘Brien, dalam wawancaranya dengan televisi Australia, ABC, mengatakan bahwa situasi keamanan saat ini telah membuat insiden Sydney, menjadi sebuah peristiwa yang memperoleh perhatian di seluruh dunia.

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa setiap pelaku terorisme selalu berusaha mencari publikasi. “Saya yakin saat dia (pelaku penyanderaan) masuk ke kafe itu pagi ini, dia telah memiliki rencana,” katanya.

”Bagian dari rencana itu adalah, mendapatkan publikasi di seluruh dunia untuk apa yang akan dia lakukan, dan dia telah sukses. Jadi orang itu telah mencapai apa yang dia ingin lakukan,” tambahnya.

Menurut Nick, jika yang terjadi hanya merupakan situasi penyanderaan, maka peristiwa itu tidak akan menjadi berita dunia. Tapi adanya bendera hitam, dan karena implikasi teroris, maka itu menjadi berita utama di seluruh dunia.

Sementara itu dilaporkan ada dua lagi sandera yang berhasil keluar dari dalam kafe. Keduanya disebut wanita, terlihat mengenakan celemek, yang mengindikasikan bahwa mereka adalah pekerja kafe tempat penyanderaan terjadi.

Sebelumnya dilaporkan tiga orang telah berhasil keluar, sehingga kini total sudah lima orang sandera yang dibebaskan. Tidak diketahui masih berapa banyak sandera yang masih ditahan di dalam kafe. Namun polisi mengatakan telah melakukan kontak dengan pelaku.

Tidak dijelaskan oleh polisi, namun pembebasan sandera diyakini merupakan hasil dari negosiasi antara polisi dan pelaku. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar