Sabtu, 22 November 2014

Jokowi: Macet dan Banjir Jakarta Lebih Mudah Diatasi Jika Saya Jadi Presiden

WARA,
Saat maju mencalonkan diri menjadi calon presiden, Joko Widodo yang saat itu masih menjabat sebagai gubernur Jakarta mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden. Seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Jokowi menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menanggulangi kemacetan dan banjir tanpa bantuan daerah lain karena salah satu sumber penyebab terjadinya dua masalah klasik Jakarta tersebut juga berasal dari daerah-daerah penyangganya.

“Seharusnya lebih mudah (mengatasi kemacetan) karena kebijakan transportasi itu harusnya tidak hanya Jakarta, tapi juga Jabodetabek. Itu seperti halnya dengan masalah banjir. Banjir tidak hanya masalah Jakarta karena 90 persen air yang menggenangi Jakarta itu justru berasal dari atas (Bogor). Semua pengelolaan 13 sungai besar yang ada di Jakarta juga semuanya kewenangan pemerintah pusat,” papar Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (24/3/2014) seperti diberitakan Kompas.

Jokowi menjamin, seluruh perencanaan transportasi yang telah dicanangkannya selama menjabat sebagai DKI-1 tidak akan terbengkalai jika nantinya ia menjabat sebagai RI-1. Ke depannya, Jokowi ingin agar Jakarta memiliki banyak moda transportasi. Namun, terbukti proyek monorail Jakarta malah dibatalkannya sendiri.

Kini, saat ia sudah menjadi presiden, apa yang akan dilakukannya untuk mengatasi banjir dan kemacetan di Jakarta (Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar)?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar