Sabtu, 17 Januari 2015

Politik Sekitar Istana Mengerikan, Apa Kata Adian Napitupulu



Jakarta – WARA - Politikus PDI Perjuangan, Adian Napitupulu buka suara mengejutkan. Dia mengungkap bahwa situasi di sekitar Istana mengerikan. “Ada penjilat, ada para munafik, ada pembisik informasi palsu, ada yang diam-diam tapi pengkhianat,” katanya.

Tidak cuma itu. Adian meski tidak menyinggung bagaimana kondisi carut marut politik di negeri ini terkait penetapan calon Kapolri, dia juga mencermati situasi di dalam Istana, menurutnya, ada yang manggut-manggut tapi menikam dari belakang.

 “Ada mata-mata, ada agen rahasia, ada yang mengancam dengan kata, ada yang dengan senjata,” ungkap anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan ini dalam keterangan persnya kepada LICOM, Jumat.

Lebih mengerikan lagi, menurut Adian, “Ada yang dengan Guna-guna, si Jahat berkerja di dunia nyata hingga maya. Di Istana ada ribuan kepentingan yg bekerja dengan jutaan cara,” tambah Adian.

Adian bicara blak-blakan, mengatakan Jokowi si tukang meubel itu sekarang sedang berhadapan dengan konspirasi tak tampak mata. “Konspirasi yang bisa lebih silent dari freemason, bisa lebih jahat dari Nazi. Konspirasi tanpa bentuk, tak beraroma, tak diakui tapi ada dan bekerja, katanya lagi.

Lantas, Adian mebandingkan situasi di Istana dengan di luar. Menurutnya, ada banyak aktivis mahasiswa yang bahkan melawan dosen pun tak punya nyali, ada banyak tokoh yang takut bahkan pada isteri sendiri.
Adian juga menyindir, “Ada banyak pengamat yang kalah pada birahi. Dan kini, mereka semua berlomba menghakimi Jokowi seolah mereka yang paling berani.”

Dalam kegalauan Presiden Jokowi, menurut Adian, si kurus itu mengutip Pramoedya dan menegaskan sikap serta pendiriannya bahwa sebagai Presiden ia menghormati semua lembaga, setiap orang, tapi sebagai Presiden dia tak bisa di intimidasi siapa pun!

“Si kurus tukang meubel itu seolah ingin berkata “silahkan bicara, silakan berpendapat, silahkan beri data dan masukan, silahkan ancam, silahkan teror, silahkan marah tapi saya yang akan memutuskan… Karena saya adalah Presiden!”

Adian seperti terang-terangan membela Presiden Jokowi. Menurutnya, karena menghadapi situasi Istana yang mengerikan itu Jokowi berkata: “Dalam hidup kita, cuma satu yang kita punya, yaitu keberanian. Kalau tidak punya itu, lantas apa harga hidup kita ini?” (Lensa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar