Rabu, 07 Januari 2015

Pasien Bayi Meninggal di Kandungan Ditelantarkan Akhirnya Meninggal



Ngawi - WARA - Nasib Siti Rohmatin (31) warga Dusun Parenan I, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi akhirnya meninggal dunia. Perempuan istri Jumai (36) ini nyawanya tak terselamatkan paska melahirkan secara normal Senin (5/1/2015) kemarin untuk melahirkan anak dalam kandungannya yang sudah divonis sudah meninggal sejak Senin (29/12/2015) lalu itu.

Diduga, perempuan ini meninggal karena kehabisan darah paska dirawat di ruang bersalin RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi tanpa ada penanganan (operasi caesar) atas bayi di dalam kandungnya yang sudah terlanjur meninggal selama sepekan terakhir.

Dugaan sementara, kematian ibu yang dirawat karena kandungannya meninggal di dalam kandungan itu, lantaran pihak RSUD terlambat menangani pasien malang itu. Akibatnya, pasien akhirnya meninggal selang sehari menyusul bayi perempuan yang berumur delapan bulan yang baru dilahirkan secara normal kemarin itu.

Salah seorang kerabat korban, Sugeng mengatakan Siti yang hamil 8 bulan terpaksa dibawa ke RSUD dr Soeroto, Kabupaten Ngawi karena bayi dalam kandungannya divonis meninggal oleh dokter spesialis anak dan kandungan Puskesmas Kecamatan Ngrambe.

Sesampainya di rumah sakit milik Pemkab Ngawi itu, (29/12/2015) lalu, pihak RSUD meminta Siti untuk menunggu hingga 7 hari lebih untuk menjalakan operasi caesar mengeluarkan bayinya. Alasannya, pihak rumah sakit karena sudah memberikan obat perangsang agar bayi yang meninggal dalam kandungan SIti bisa lahir secara normal.

"Sejak awal keluarga sudah minta dioperasi. Karena bayinya sudah meninggal, tetapi rumah sakit tetap meminta menunggu. Sekarang nyawa keluarga saya tak terselamatkan," terangnya kepada Surya, Selasa (6/1/2015).

Sedangkan Ny Badriah, ibu kandung Siti Rohmatin menjelaskan bayi Siti yang lahir normal Senin, (5/1/2015) kemarin langsung dimakamkan di dekat rumahnya. Sedangkan Siti yang kondisinya semakin melemah paska melahirkan bayinya, diduga kehabisan darah hingga akhirnya meninggal dunia selang sehari kelahiran anak putrinya.

"Operasi yang diminta keluarga dan pasien tak digubris. Sekarang akhirnya seperti ini, siapa yang bertanggung jawab atas kematian Siti," ucapnya sambil menangis histeris.

Salah seorang anggota Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi ,Suwito Hadi Prasetyo yang masih tetangga korban sangat menyayangkan pelayanan pihak RSUD dr Soeroto Kabupaten Ngawi itu. Menurutnya, pelayanan di rumah sakit berplat merah itu kurang maksimal hingga mengakibatkan pasien meninggal dunia.
"Kami sangat menyayangkan kasus ini. Pasien masuk dengan kondisi seprti itu seharusnya cepat ditangani. Tidak malah dibiarkan seminggu baru ditangani. Apalagi, keluarga pasien sudah meminta untuk operasi," ucapnya.

Selain itu, pria yang akrab dipanggil Suwito itu mengaku mewakili Komisi II DPRD Kabupaten Ngawi akan serius mengawal kasus meninggalnya Siti Rohmatin yang merupakan pasien bersalin RSUD dr Soeroto Kabupaten Ngawi yang diduga meninggal dunia karena terlambat penanganan tim medis itu.

"Dewan akan klarifikasi kematian pasien bersalin ini. Karena diduga meninggal karena terlambat penangananya. Kalau seperti ini terus menerus banyak warga Ngawi yang berobat ke RSUD hanya disepelekan ujungnya nyawa melayang," tegasnya.

Disamping itu, kata Suwito DPRD Kabupaten Ngawi diyakini bakal mendukung keluarga Siti Rohmatin untuk mengambil jalur hukum dan menuntut pihak manajemen RSUD dr Soeroto Kabupaten Ngawi agar bertanggung jawab atas kematian pasien yang dalam kondisi tak mendapatkan penanganan serius itu.

"Kami akan mendukung keluarga mengambil langkah hukum. Sudah banyak kejadian seperti ini dan terus terulang. Kalau tidak ditempuh jalur hukum kami menilai pihak manajemen RSUD Ngawi tetap akan mbalelo dan berjatuhan kasus seperti ini," katanya.

Sementara hingga berita ini ditulis, Direktur RSUD dr Soeroto Kabupaten Ngawi, dr Pujiono belum bisa dikonfirmasi.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri, Jumai (36) dan Siti Rohmatin (31) warga Dusun Parenan I, Desa Setono, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi merasa ditelantarkan tim medis RSUD dr Seoroto, Kabupaten Ngawi. Ini menyusul, sejak bayi di dalam kandungan perempuan muda itu dinyatakan meninggal dunia dan sudah sepekan di ruang perawatan bersalin RSUD Ngawi itu, Siti Rohmatin tak kunjung ditangani tim dokter spesialis anak dan kandungan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar