Rabu, 07 Januari 2015

Kasus Pungli, Risma "Semprot" Ratusan Kepsek se-Surabaya



Surabaya - WARA - Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, hari ini memarahi sekitar 395 kepala sekolah dan pengawas Sekolah Dasar. Dia gusar soal praktek pungutan liar (pungli).

“Jangan selalu melihat ke atas nanti bisa tersandung. Lihatlah ke bawah sehingga kita bisa selalu bersyukur. Sudah, ini semua cukup. Saya ingin ini kejadian yang terakhir,” ujar perempuan yang akrab disapa Risma ini di Graha Sawunggaling, Surabaya, Rabu 7 Januari 2015.

Sehari sebelumnya, Risma juga memarahi para kepala sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK seluruh Surabaya karena kasus yang sama. Ia mengatakan, kasus pungli di SMAN 15 menjadi pukulan telak bagi dunia pendidikan di Surabaya. Ia berharap, kejadian itu menjadi momen evaluasi bagi semua pihak, khususnya para guru dan kepsek. Selebihnya, dia menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang.

Risma meminta, guru maupun kepsek jangan mudah terpancing dengan godaan yang tak sesuai aturan. Sebaliknya, fasilitas yang dimiliki harus disyukuri dan menjadi motivasi dalam mengajar anak didik.

"Seharusnya kalian banyak bersyukur," ujarnya mengingatkan.

Dalam kesempatan itu, Risma membuka diskusi guna menerima usulan dari para kepsek. Usulan yang dimaksud terkait pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik.

“Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik buat sekolah. Usulan peningkatan kualitas juga pasti ditampung dan ditindaklanjuti. Jika masih saja terjadi kecurangan, saya tidak akan segan,” kata mantan Kepala Bappeko tersebut mengancam.

Ia mengatakan, suksesnya sebuah negara ditentukan oleh kualitas pendidikan. Menurut dia, bangsa dan negara bisa sukses jika pendidikannya baik. Sementara, persaingan sekolah sudah bukan antarkota atau provinsi, melainkan sudah antarnegara. Untuk itu, seluruh komponen pendidikan di Surabaya harus disiapkan semaksimal mungkin.

Sebelumnya, dunia pendidikan di Kota Surabaya geger setelah kasus tangkap tangan Wakil Kepala Sekolah SMAN 15 terkait dugaan pungli biaya mutasi murid. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar