Jumat, 20 Februari 2015

Sindir Presiden, Busyro Sebut Jokowi Bikin Orang Tambah Pusing



Diskusi Jokowi dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi.
Sleman - WARA - Situasi politik nasional yang kacau akhir-akhirnya rupanya membuat masyarakat, khususnya yang sudah lanjut usia pusing memikirkannya. Seorang nenek berusia 65 tahun yang secara tidak sengaja bertemu mantan ketua KPK Busyro Muqqodas di rumah sakit, curhat sejak berita televisi banyak memberitakan konflik KPK vs Polri, dia kerap pusing.

"Ada problem rumit di sektor politik, semua masyarakat melihat berita televisi, tapi ada ibu rumah tangga yang seharusnya tidak layak mengikuti berita di televisi. Saya bertemu nenek-nenek saat antre visioterapi. 

Usianya 65 an tahun, sudah sakit-sakit, dia mengikuti perkembangan di TV dan pusing," cerita Busyro saat menjadi pembicara dalam diskusi Jokowi dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi di IRE (Institut for Research and Empowerment) Sleman, Kamis (19/2).

Dia pun menyindir Presiden Joko Widodo yang dianggapnya tidak tegas dan justru membuat masyarakat pusing dengan tontonan politik.

"Sebaik-baiknya orang itu tidak membikin susah orang lain, jadi presiden kok malah bikin orang lain pusing," tegasnya.

Meski demikian dia memaklumi kondisi masyarakat yang begitu gelisah dengan kondisi tersebut. Namun dia mengingatkan bahwa konflik sebenarnya terjadi bukanlah konflik antara KPK dengan Polri.

"Konflik sesungguhnya bukan KPK dengan Polisi, tapi dengan pebisnis-pebisnis busuk yang menginginkan adanya birokrasi yang busuk, supaya dia mudah menjalankan bisnisnya," tandasnya. (Merdeka.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar