Jumat, 20 Februari 2015

Pengacara BW dan AS Terima Ancaman Bom



Kuasa hukum Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, Nursyahbani Katjasungkana menunjukkan surat panggilan pemeriksaan Abraham dari kepolisian di Gedung KPK, Jakarta, 17 Februari 2017.
Jakarta - WARA - Konflik antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri tampaknya belum berakhir dengan keputusan Presiden Joko Widodo yang membatalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri serta memberhentikan komisioner KPK yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Ancaman dan teror masih terjadi usai Jokowi mengumumkan keputusannya pada Rabu (18/2) siang.

Salah satu ancaman itu ditujukan kepada Nursjahbani Katjasungkana, advokat senior yang juga menjadi salah satu kuasa hukum Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Anggota tim kuasa hukum Bambang Widjojanto, Alghifari mengaku menerima informasi tersebut dari Nusrjahbani pada Rabu (18/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kepada Alghifari, Nursjahbani mengaku menerima pesan singkat berisi ancaman dari nomor 087864272394.

"Isi dari pesan singkat itu, 'ada bom di halaman rumahmu. Tunggu meledak'," ungkap Alghifari di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/2).

Dengan ancaman yang ditujukan kepada Nursjahbani, Alghifari yang juga Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya LBH Jakarta menyatakan teror dan ancaman masih mengintai KPK dan masyarakat sipil antikorupsi. Persoalan ini tidak berhenti, meski Jokowi telah mengambil keputusan terkait kekisruhan yang terjadi.

"Masalahnya belum selesai. Masih ada pihak yang terganggu dengan kerja-kerja lawyer dan KPK. Ancaman-ancaman terus ada pada kami, pegiat antikorupsi dan KPK," katanya.

Alghifari menuturkan, setelah menerima ancaman, Nursjahbani segera melapor kepada Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti yang juga pelaksana tugas Kapolri. Menanggapi laporan tersebut, Badrodin menyatakan akan menyelidiki kasus ini.

"Nursjahbani langsung mengirim pesan singkat ke Wakapolri dan tidak lama kemudian ada tim dari kepolisian yang menyisir rumahnya. Kami apresiasi respon cepat dari Polri," ungkapnya. (BS/SP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar