Selasa, 13 Januari 2015

Wisata Istanbul, Hagia Sophia

Kaligrafi Allah dan Muhammad yang mengapit lukisan Bunda Maria dan Bayi Jesus
WARA - Mungkin inilah satu-satunya bangunan di dunia yang menampilkan simbol-simbol dari agama Islam dan Kristiani secara berdampingan. Hagia Sophia (atau dalam bahasa Turki: Aya Sofia) yang berarti Holy Wisdom, memang menyimpan sejarah panjang sejak dibangunnya di tahun 360 pada era Kekaisaran Byzantium atau yang dikenal juga sebagai Kekaisaran Romawi Timur.

Pada awalnya, Hagia Sophia merupakan sebuah gereja utama yang dibangun oleh Kaisar Constantius II. Gereja ini hancur di tahun 404 akibat kerusuhan yang terjadi hingga hampir tidak ada yang tersisa. Gereja ini dibangun kembali di tahun 415 oleh Kaisar Theodosios II. Akan tetapi di tahun 532 bangunan ini kembali hancur karena kerusuhan yang terjadi di kekaisaran tersebut.

Bangunan yang dapat kita lihat sekarang merupakan bangunan gereja ketiga yang kembali dibangun oleh Kaisar Justinian I hanya beberapa minggu setelah kerusuhan tersebut, dengan jauh lebih besar dan lebih megah dibanding bangunan sebelumnya.

Dengan sentuhan dari arsitek Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles), Hagia Sophia dimulai pembangunannya di tahun 532 dan selesai lima tahun kemudian. Sejak saat itu beberapa renovasi seperti penambahan bagian bangunan ataupun perbaikan kerusakan (seperti kerusakan setelah gempa bumi) dilakukan karena Hagia Sophia merupakan gereja resmi kekaisaran, tempat dimana seorang kaisar dilantik. Di tahun 1435, Sultan Muhammad Al-Fatih menaklukan kota Konstantinopel dan langsung menjadikan Hagia Sophia sebagai mesjid . Simbol-simbol kristiani ditutup dan digantikan dengan simbol-simbol Islami.

Selain itu madrasah, mimbar, tempat muadzin dan sebagainya dibangun sebagai pelengkap Hagia Sophia yang telah menjadi mesjid kekaisaran pertama di Istanbul. Setelah runtuhnya kekhalifahan utsmaniyah, Presiden Turki pertama Mustafa Kemal Atatürk di tahun 1935 mengubah fungsi Hagia Sophia sebagai sebuah museum hingga saat ini, dan plester-plester yang menutup lukisan mosaic peninggalan kekaisaran roma kembali dibuka sehingga berdampingan dengan kaligrafi-kaligrafi yang dihasilkan di masa Khalifah Utsmaniyah..

Mimbar di bagian depan Hagia Sophia




Di bagian depan mimbar di dalam Hagia Sophia kita bisa melihat lukisan mozaik Bunda Maria yang tengah menggendong bayi Jesus diatas singgasana yang peuh perhiasan. Walaupun tampak kecil, sebenarnya lukisan ini sangat besar, dengan tinggi mencapai 5 m.

Akan tetapi karena besarnya bangunan dan arsitektur yang megah, maka lukisan ini tampak kecil. Lukisan ini diapit oleh dua piringan besar kaligrafi berdiameter 7 meter yang berlafadzkan “Allah” dan “Muhammad”, hasil karya Mustafa Ýzzet Efendi, pelukis kaligrafi terkenal yang membuatnya pada masa renovasi di tahun 1847 dan 1849.

Selain dua piringan tersebut, masih terdapat 6 piringan kaligrafi lagi dengan ukuran serupa yang mengelilingi interior utama Hagia Sophia, yang bertuliskan empat Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali) serta dua cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husayn. 8 piringan kaligrafi ini dikenal sebagai kaligrafi terbesar di dunia Islam. Aneka kaligrafi yang indah juga menghiasi atap kubah dari bangunan ini serta jendela-jendela kaca.

Pada kubah utamanya, terdapat kaligrafi dari QS 24 ayat 35, yang juga karya Mustafa Ýzzet Efendi. Di sekeliling kaligrafi pada kubah ini  terdapat empat lukisan malaikat bersayap enam, yang pada masa Kesultanan Ottoman sempat ditutup dengan ornamen bintang dari logam dan baru dibuka kembali pada saat renovasi museum di tahun 2009.

Bagian Utama Hagia Sophia, diambil dari lantai dua






Salah satu Lukisan Mosaic di Hagia Sophia yang menjadi perhatian pengunjung


Dari lantai dua kita dapat melihat lebih indah lagi kemegahan Hagia Sophia ini dari atas. Selain itu kita juga dapat menikmati keindahan arsitektur dari atap bangunan di lantai dua ini. Lukisan mosaic juga banyak dapat kita lihat di lantai ini, salah satunya adalah lukisan besar Jesus yang tengah diapit oleh Bunda Maria dan John the Baptist. Lantai dua ini juga dijadikan tempat sebagai galeri seni. Banyak lukisan mosaic yang dapat kita temukan di lantai ini.

Bangunan Hagia Sophia, tampak dari taman Sultan Ahmet





Haghia Sophia dari gerbang mesjid Blue Mosque


Begitu masuk Hagia Sophia kita akan disuguhkan sejarah dari bangunan ini yang tergambar dalam dinding. Hagia Sophia memang telah mengalami berkali-kali renovasi, baik renovasi karena bencana seperti gempa bumi dan kebakaran, renovasi karena pergantian fungsi bangunan, yaitu peralihan gereja ke mesjid dan mesjid ke museum dan juga untuk perawatan.

Dan sayang, ketika saya berkunjung ke sana di bulan September 2014 juga tengah dilakukan renovasi di bagian dalam bangunan ini yang menutupi hampir setengah area di bagian utama. Untuk masuk ke Hagia Sophia, kita harus membeli tiket seharga 30 TL. Pada musim dingin Hagia Sophia buka dari pukul 09.00 sampai pukul 17.00 sedangkan pada musim panas sampai pukul 19.00. Tapi jangan datang di hari Senin ya, karena di hari ini tutup.

Jika anda berwisata ke Istanbul, Hagia Sophia adalah objek wisata yang benar-benar harus wajib dan kudu disambangi, baik karena keindahannya maupun karena nilai sejarahnya yang luar biasa.(http://ayasofyamuzesi.gov.tr/)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar