Selasa, 13 Januari 2015

Aksi Mengutuk Terorisme di Perancis Lebih Besar Daripada Perayaan Juara Piala Dunia '98


Bertrand Guay/AFP-Getty Images Jutaan orang turun ke jalanan kota Paris sebagai bentuk solidaritas dalam mengutuk terorisme, Minggu (11/1/2015).

Paris - WARA - Aksi solidaritas mengutuk terorisme yang terjadi di Perancis, Minggu (11/1/2015), tercatat sebagai aksi terbesar dalam sejarah Perancis. Tercatat setidaknya ada 3,7 juta orang yang turun ke jalan dalam menentang terorisme di berbagai kota di Perancis.
 
Di ibu kota Perancis, Paris, jumlah peserta unjuk rasa mencapai 1,6 juta orang. Sementara itu, aksi unjuk rasa di kota lain diikuti puluhan hingga ratusan ribu peserta, antara lain di kota Nice, Toulese, Pau, Nantes, Lyon, Marseille, Lille, dan Lyon.

Tidak hanya itu, aksi solidaritas yang terjadi di Paris bahkan disebut lebih besar dari peristiwa penyambutan Jenderal Charles de Gaulle seusai berakhirnya Perang Dunia II. Peristiwa pembebasan Paris yang terjadi pada 26 Agustus 1944 merupakan salah satu peristiwa bersejarah di Eropa, yang kemudian mengantar Charles de Gaulle menjadi presiden ke-18.

Selain itu, aksi solidaritas menentang terorisme juga disebut melebihi pesta warga Paris saat Perancis menjadi juara Piala Dunia 1998. Setelah legenda sepak bola Perancis Zinedine Zidane menjadi pahlawan dengan mengempaskan Brasil di final, ada sekitar 1,5 juta orang yang berkumpul di Champs-Elysees untuk merayakan kemenangan perdana Perancis di ajang olahraga paling bergengsi sejagat raya.

Aksi yang terjadi pasca-penembakan di kantor majalah satire Charlie Hebdo itu juga melebihi protes Konfederasi Buruh Perancis (CGT) dalam menolak rencana pemerintah menaikkan usia pensiun dari 60 tahun menjadi 62 tahun. Dalam demonstrasi yang terjadi pada 12 Oktober 2010 itu, CGT mengklaim ada 3,5 juta orang yang turun ke jalan di seluruh Perancis. Namun, saat itu polisi hanya menyebut jumlahnya sekitar 1,2 juta orang.

Aksi turun ke jalan yang berlangsung di Perancis memang tidak hanya diikuti rakyat Perancis. Aksi solidaritas ini juga diikuti sejumlah pemimpin dunia

Adapun pemimpin dunia yang hadir dalam aksi ini di antaranya adalah Presiden Perancis Francois Hollande, Perdana Menteri Inggris David Cameron, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, Ratu Rania Abdullah dari Jordania, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu, hingga Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Aksi dimulai dengan mengheningkan cipta selama satu menit. Setelah itu, massa bergerak dari Place de la Republique menuju Place de la Nation sambil meneriakkan kata "liberte" (kebebasan) dan "Charlie" yang merujuk pada Charlie Hebdo. Kerabat dari korban penembakan di Charlie Hebdo terlihat memimpin aksi ini.

Sejumlah spanduk yang dibentangkan pun memperlihatkan tujuan aksi untuk menolak takut terhadap segala macam bentuk teror. Misalnya saja spanduk bertuliskan "Saya orang Perancis dan saya tidak takut". Ada juga spanduk bertuliskan, "Tinta yang harusnya mengalir, bukan darah". (KOMPAS.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar