Senin, 22 Desember 2014

Wayang Kulit Yesus Jadi Tren Natal Tahun Ini


Trias Indra Setiawan, warga Bantul, perajin wayang kulit yang membuat wayang edisi khusus Natal, yakni wayang kulit Yesus Kristus.

Bantul - WARA - Seorang perajin wayang kulit di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki cara unik untuk menyambut hari raya Natal. Dia berinovasi dengan membuat wayang kulit dengan tokoh Yesus dan dikombinasikan dengan karakter wayang Jawa.

Si perajin, Trias Indra Setiawan, tak hanya membuat satu karakter Yesus, melainkan beberapa karakter, di antaranya karakter Yesus disalib dan Yesus saat masih bayi. Dia juga membuat gunungan (wayang berbentuk gambar gunung beserta isinya yang dipakai sebagai tanda akan bergantinya lakon/tahapan cerita) bergambar salib, malaikat serta alam semesta.

Wayang edisi khusus Natal itu, menurut Trias, dapat dimainkan untuk menghibur anak dengan cerita wayang kulit Natal kelahiran Yesus kristus.

Trias berkreasi dengan wayang kulit Natal itu setelah membaca sebuah buku tentang wayang Nasrani yang pernah dibuat Romo Timotius pada 1960. Wayang itu dahulu digunakan Romo Timotius ketika bercerita tentang kelahiran Yesus kepada umatnya. Trias mengembangkannya dengan bahan kulit domba, kulit sapi maupun kulit kerbau.

Dia mengatakan bahwa wayang Nasrani buatannya dikombinasikan antara wayang kulit khas Jawa dengan karakter Yesus. Pernak-pernik itu banyak dicari dan diminati menjelang Natal.

Wayang kulit Nasrani dan wayang kulit Yesus itu bisa juga untuk hiasan di rumah atau pun dimainkan seperti halnya wayang kulit pada umumnya. Namun dengan cerita seputar Natal atau kelahiran Yesus. Bahkan ada beberapa wayang kulit Yesus didesain sebagai hiasan gantungan di mobil.

Ika Lestari, seorang pembeli, mengaku senang dengan kreasi wayang kulit Yesus itu. Dia berniat menggunakannya sebagau kado pada hari Natal. Katanya, bentuknya unik dan belum ada di daerah lain sehingga terkesan ekslusif.

Suvenir wayang Nasrani dan wayang kulit Yesus itu memang diminati banyak pembeli menjelang Natal. Harganya cukup terjangkau, yakni Rp35 ribu hingga Rp100 ribu, bergantung kualitas bahan baku kulit dan ukurannya. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar