Senin, 22 Desember 2014

Pembangunan Sarana Transmigrasi Kolehalang Diduga Sarat Korupsi



Titik Nol Jalan Transmigrasi Kolehalang
Majene - WARA - Pembangunan sejumlah sarana Satuan Pemukiman Pertama (SP 1) Transmigrasi Kolehalang Kecamatan Ulumanda Kabupaten Majene Sulbar ditengarai sarat korupsi. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Lembaga Pemerhati Lintas Masyarakat (LP. LIMA) Ulumanda Harmegi Amin (22/12).

Dalam rilisnya yang ditujukan kepada Suara Pilar Demokrasi, Harmegi menyampaikan, bahwa adanya indikasi korupsi dapat terlihat dari kenyataan di lapangan dalam pekerjaan yang sedang berlangsung di sana. Sejumlah paket proyek APBN itu cenderung dikerjakan seadanya dan tidak maksimal. 

Contohnya adalah pekerjaan peningkatan pembangunan Jalan Taukong-Kolehalang yang dianggarkan Rp 1 miliar (pengerjaannya terkesan asal-asalan, red).

"Masa ada pengerasan jalan tidak pakai alat berat, dan tidak di walas", ungkap Harmegi.

Lebih lanjut Mantan Sekjend DPP Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Mandar Majene (IPPMIMM) Makassar ini mengatakan, bahwa masyarakat Kolehalang dan Transmigrasi di lokasi mengeluhkan kenyataan yang dihadapi mereka itu.

Hal ini dibenarkan oleh M. Yusuf anggota Badan Perwakilan Desa Kolehalang sekaligus tokoh masyarakat saat dihubungi media ini. Dikatakannya, bahwa ada sejumlah kejanggalan dan indikasi korupsi dengan pengurangan volume pekerjaan di proyek yang menghabiskan uang negara hingga milyaran rupiah itu.

"Bukan hanya soal jalan, sekolah juga bermasalah itu, buktinya gedung sarana pendidikan yang dibangun untuk warga transmigrasi itu dindingnya batako. Itupun batakonya dibuat di lokasi, dibuat dari pasir bercampur tanah" tutur Yusuf. 

Menyoal kejanggalan pelaksanaan sejumlah proyek di Transmigrasi Kolehalang, Harmegi Amin menyampaikan kepada pihak terkait, agar melakukan monitoring sebaik mungkin. Bahkan secara kelembagaan, Harmegi meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Sulawesi Barat, agar melakukan audit dan mengungkap kenyataan sesungguhnya secara real dan sejujurnya. 

Harmegi juga menyatakan, akan melakukan aksi unjuk rasa dengan menggalang mahasiswa dan warga Ulumanda jika tidak ada tindakan konkrit dari instansi yang berwenang untuk meniklanjuti berbagai macam persoalan yang muncul di daerahnya itu. (hm3).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar