Senin, 15 Desember 2014

Menteri Rini Ingin Jual Gedung Kementerian BUMN


Jakarta – WARA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, berniat untuk menjual kantornya. Sebab, dia merasa gedung Kementerian BUMN terlalu besar dan tak sebanding dengan jumlah karyawan kementerian yang dipimpinnya.

”Ke depannya, saya bilang kepada Pak Sesmen (Sekretaris Kementerian, Imam A. Putro), untuk menawarkan gedung. Siapa yang mau beli,” kata Rini kepada wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin 15 Desember 2014.

Dia mengatakan, gedung tersebut dirasa cukup besar. Sebab, gedung 21 lantai itu hanya digunakan oleh 250 karyawan kementerian. Beban operasional terlalu besar.

”Manage-nya gedung ini berat. Concern-nya kami, kan, me-manage BUMN, bukan manage gedung,” kata dia.

Rini merasa, biaya operasional gedung cukup besar, seperti biaya listrik dan sebagainya. Misalnya, lanjut mantan menteri perindustrian dan perdagangan ini, untuk menyalakan pendingin udara (AC), kementerian harus menyalakan AC di seluruh lantai.

Saat ditanya lebih lanjut ihwal jumlah biaya operasional, Rini enggan merinci. Namun yang jelas, Rini mengungkapkan, penjualan gedung ini bertujuan untuk efisiensi anggaran.

”Nggak fair dong teriak-teriak BUMN harus efisiensi, tetapi Kementerian BUMN nggak melakukan. Kan, nggak bener juga. Saya rasa, ini yang jadi penekanan. Tadi Pak Sesmen usulin, ‘Bagaimana kita jual gedung?’ Saya bilang, ‘Wah, ini ide bagus’,” kata dia.

Lebih lanjut, Rini mengatakan, kementeriannya hanya membutuhkan gedung empat sampai lima lantai. Mereka tengah mencari-cari perusahaan pelat merah yang punya gedung banyak, yang bisa disewa oleh Kementerian BUMN.

”Saya tadi lagi nyari, mana BUMN yang gedungnya banyak. Tinggal nebeng dan bayar sewa,” kata dia.

Lalu, kapan target gedung kementerian bisa terjual? “Secepatnya bisa dijual,” kata dia.

Untuk harga, Rini belum bisa menjawabnya. “Belum. Masih dihitung,” kata dia. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar