Sabtu, 20 Desember 2014

Kuota Impor Singkong Terlalu Besar, Janji Jokowi Mensejahterakan Petani Lokal Hanya Bualan Semata!

WARA - Komitmen Jokowi-JK kembali ditagih rakyat ketika menaikkan kuota impor bahan pangan yang membuat petani lokal menjerit dan mengalami kebangkrutan. Pada Oktober lalu kembali terjadi impor singkong sebesar 6.200 ton senilai US$ 1,6 juta atau Rp 15,2 miliar. Padahal hampir 3 bulan sebelumnya tidak terdapat impor singkong ke Indonesia.

Biasanya impor singkong dilakukan dari negara China dan Vietnam, tetapi untuk impor pada bulan Oktober ini berasal dari negeri Gajah Putih, Thailand.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total impor singkong pada tahun ini hingga Oktober 2012 sebesar 13.300 ribu ton dengan nilai US$ 3,4 juta atau Rp 32,3 miliar.

Selain impor dari Thailand tersebut, pada bulan April dan Mei 2012, sebanyak 5.057 ton singkong berasal China dengan nilai US$ 1,3 juta masuk ke tanah air. Impor ini kemudian berhenti pada bulan Mei ini.

Sementara itu, pada Mei impor singkong dilakukan dari negara Vietnam. Sebanyak 1.342 ton singkong dengan nilai US$ 340 ribu masuk ke Indonesia. Dari bulan Juli sampai September 2012, tidak terdapat impor singkong dari negara manapun.

Tahun lalu, pada bulan Januari-Juni 2011, Indonesia tercatat mengimpor ubi kayu dengan total 4.730 ton dengan nilai US$ 21,9 ribu.

Negara Italia merupakan negara sumber impor ubi kayu ke Indonesia dengan nilai terbesar yaitu US$ 20,64 ribu dengan berat 1,78 ton. Sedangkan China merupakan negara penyuplai ubi kayu terbesar di dunia hanya berkontribusi yaitu 2,96 ton dengan nilai US$ 1,273 ribu. (intriknews.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar