Minggu, 18 Januari 2015

Relawan Curigai KPK Pilih Kasih Usut Rekening Gendut Polri


Relawan pendukung Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014 lalu menyambangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis (15/1/2015). Massa yang tergabung dalam Relawan Salam Dua Jari tersebut mendukung KPK untuk mengambil langkah hukum selanjutnya terkait tersangka rekening gendut Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan. Selain itu relawan juga mendesak Presiden Joko Widodo untuk tidak melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Jakarta - WARA – Koordinator Relawan Nasional, Afrudin Jamal mengatakan dugaan KPK bermain politik dengan bertameng pemberantasan korupsi, dalam penetapan status tersangka Komjen Budi Gunawan sangat kuat sekali. Menurutnya, hal itu terjadi saat publik sedang menanti pergantian kepemimpinan di Polri.
Afrudin menuturkan, tuduhan kepemilikan rekening gendut yang diduga oleh KPK itu tidak hanya pada Komjen Budi Gunawan, tetapi juga sejumlah jenderal polisi yang sampai saat ini tidak disentuh KPK.

"Mengapa KPK dalam penegakan hukum sangat diskriminatif? Apakah KPK tidak menerapkan asas 'equal before the law'?" kata Afrudin dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (17/01/2015).

Afrudin pun menyesalkan apa yang dilakukan KPK dalam menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka pada beberapa hari yang lalu jelas merupakan suatu kejahatan kriminal yang dilakukan oleh penegak hukum.
Afrudin pun mengingatkan, bahwa hingga saat ini masih banyak koruptor kelas kakap lainnya yang belum pernah tersentuh hukum. Karena itu dia menilai, kecenderungan KPK bersikap tebang pilih terhadap pemberantasan korupsi sangatlah kuat.

"Akrobatik politik apalagi yang sedang dimainkan KPK? Tentu kita semua sudah bisa membaca secara jelas, bahwa KPK sudah menjadi alat politik kelompok tertentu. Oleh karena itu, kami Relawan Nasional menyatakan sikap," katanya.

Sikap Relawan Nasional itu, jelas Afrudin, yang pertama yakni menolak kriminalisasi terhadap Komjen Budi Gunawan yang telah dilakukan oleh KPK. Sikap yang kedua, mereka mendukung pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Kami mendukung Presiden Jokowi untuk segera melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri yang baru. Yang ketiga, kami meminta agar segera bersihkan institusi KPK dari kekuatan asing dan kepentingan politik tertentu," tandasnya. (Tribun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar