Minggu, 18 Januari 2015

Jelang Eksekusi, Terpidana Mati Tran Thi Jadi Murah Senyum dan Makin Ramah


Tran Thi Bich Hanh alias Asyin (kiri) terpidana mati kasus narkoba.

Semarang - WARA - Tran Thi Bich Hanh alias Asyin (37) terpidana mati kasus narkoba, meminta jenazahnya dikremasi. Hal itu disampaikan wanita yang akrab disapa A Sin atau Asyin oleh sesama warga binaan Lapas Wanita kepada Suprobowati.
 
"Permintaannya pasti ada, seperti saat dieksekusi dia meminta jangan diborgol, dan setelah dieksekusi jenazahnya dikremasi," ujar Suprobowati. Abu kremasi nantinya akan dikirim ke kampung halamannya di Vietnam.

"Tapi kalau kedutaan Vietnam tidak membawa ke kampung halamannya, dia meminta dikuburkan di samping makam pendetanya, di Kota Semarang juga," ujarnya tanpa menyebut lokasi tepatnya.

Menurutnya, selama di ruang isolasi, pihak Lapas Wanita selalu memberikan makanan kesukaan A Sin. "Seperti permintaannya, mau makan makanan khas Vietnam. Mie ada ayamnya," katanya.

Selama mengetahui dirinya akan dieksekusi mati, A Sin tak pernah terlihat murung. Dia bahkan tak lepas dari senyum dan keramahan yang selama ini diperlihatkan selama di Lapas Wanita.

"Saya salut mentalnya, tidak terlihat depresi atau tertekan. Waktu jaksa membacakan grasinya ditolak, dia cuma terduduk, tidak menangis," katanya. (Tribun)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar