Minggu, 18 Januari 2015

Mendung Iringi Pemakaman Rani di Kampung Ciranjang Cianjur



Cianjur - WARA - Rani Adriani (40), terpidana mati kasus narkoba akhirnya dimakamkan di pemakaman keluarga di RT 01/08 Kampung Ciranjang, Desa Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat. Prosesi pemakaman yang berlangsung selama 15 menit ini diiringi isak tangis sanak keluarga yang ikut mengiringinya dari surau Haji Syarif hingga liang pemakaman.

Pantauan merdeka.com, Minggu (18/1), proses pemakaman ini mengundang perhatian warga sekitar. Ratusan warga sekitar berkumpul hingga mengelilingi kompleks makam pribadi yang luasnya hanya puluhan meter ini.

Pemakaman berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB. Usai disalatkan, jenazah langsung dibawa ke pemakaman diiringi kumandang azan. Cuaca di sekitar lokasi pemakaman juga tampak mendung.

"Wajahnya tenang, bersih. Dia sudah soleha," ungkap salah seorang keluarga.

Sebelumnya, keluarga Rani Adriani, terpidana mati dalam kasus narkoba menyampaikan permintaan maaf secara khusus kepada masyarakat Indonesia. Dia mengakui, tindakan Rani mengikuti jejak Ola merupakan perbuatan yang salah, apalagi kasus yang dihadapinya sulit mendapatkan kata maaf.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, sampai tetangga pun kami lakukan. Kami juga memohon maaf kepada warga Cianjur," ujar sepupu Rani, Yuki di kediaman keluarga Rani, Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (18/1).

Meski demikian, Yuki meyakini Rani hanyalah korban akibat perbuatan Ola, sahabatnya, hingga harus menjalani eksekusi mati. Sebab Ola yang merupakan gembong sebenarnya malah sempat menerima grasi dari presiden, sedangkan Rani ditolak.

"Saya mewakili keluarga Rani. Sejujurnya niat Rani bukan itu (selundupkan narkoba), dia hanya korban. Jelas murni korban," ungkapnya.

Dia menjelaskan, Rani tak pernah tahu dimanfaatkan Ola sebagai kurir. Dia hanya ditawari bepergian ke luar negeri oleh Ola yang juga keluarganya, tak disangka, Ola menyisipkan barang lain dalam bawaan mereka.

"Ternyata Ola membawa misi tanpa Rani sadari, Rani enggak pernah tahu, dia tahu setelah melihat barang bukti tersebut di Polda. Kepada keluarga, Rani mengaku tak pernah sentuh, sebab sudah di-pack rapi dalam koper. Dia duga tempat baju," tutupnya. (Merdeka)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar