Jumat, 16 Januari 2015

Paus Fransiskus: Agama Bukan Bahan Lelucon


Pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus melambaikan tangan kepada sejumlah orang yang menyambutnya (tidak terlihat) sesaat setelah tiba di pangkalan udara militer di Manila pada 15 Januari 2015. (sumber: AFP Photo/Ted Aljibe)

Manila - WARA - Paus Fransiskus akhirnya tiba di Manila, Kamis (15/1) sore waktu setempat sesuai dengan yang dijadwalkan. Pemimpin umat Katolik sedunia ini akan mengawali kunjungannya di Filipina selama lima hari mendatang.
 
Dalam perjalanan dari Sri Lanka menuju Filipina, Paus Fransiskus menyinggung soal insiden penembakan Charlie Hebdo kepada sejumlah wartawan yang ikut bersama dalam pesawatnya.

Menurutnya kebebasan mengungkapkan ide atau berbicara itu ada batasnya. Ia juga menegaskan bahwa agama bukanlah subyek yang bisa dijadikan lelucon.

"Kebebasan beribadah dan berekspresi itu adalah hak asasi yang fundamental namun tidak berarti kebebasan yang total, ada batasnya," ujarnya. Ia menambahkan setiap agama memiliki martabatnya masing-masing. "Saya tidak bisa menghina agama apapun karena agama itu sangat menghargai dan menghormati kehidupan manusia dan setiap individu," tambahnya.

Di sisi lain ia juga mengecam penyerangan ke kantor redaksi Charlie Hebdo. "Seseorang tak bisa menghilangkan nyawa sesamanya, bahkan dalam nama Tuhannya. Membunuh dalam nama Tuhan itu adalah suatu penyimpangan," tegasnya.

Kunjungan Paus Fransiskus ke negara dengan mayoritas penduduk bergama Katolik merupakan yang kunjungan keempat yang dilakukan pewaris takhta Santo Petrus. Sebanyak 80 juta warga Filipina sudah menunggu kedatangannya. Puncak kunjungannya akan digelar pada Minggu (18/1) dalam misa akbar di Ibukota, Manila. Selama di Filipina, Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Kota Tacloban untuk bertemu dengan keluarga korban badai Haiyan yang menewaskan sekitar 6.000 orang pada November 2013. (BeritaSatu)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar