Rabu, 31 Desember 2014

TNI AU: Ini Penemuan Pesawat Hilang Tercepat di Indonesia


Alsadad Rudi Kokpit pesawat Hercules C130 saat menyisir wilayah sisi selatan Pulau Kalimantan dalam upaya pencarian pesawat AirAsia QZ8501, Selasa (30/12/2014)
Jakarta – WARA -  TNI Angkatan Udara menilai penemuan obyek-obyek yang terkait dengan pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, tepatnya di perairan sekitar Pulau Kalimantan, pada Selasa (30/12/2014), menjadi penemuan obyek pesawat hilang tercepat yang pernah ada di Indonesia.

Hal tersebut mengacu pada tiga kejadian pesawat hilang yang pernah terjadi di Indonesia, masing-masing hilangnya pesawat Silk Air di Sumatera Selatan pada 1997, Adam Air di Majene, Sulawesi Barat pada 2006, dan Sukhoi Superjet di Gunung Salak pada 2012.

"Mengacu pada tiga kejadian itu, jadi penemuan kali ini kita anggap yang tercepat karena proses pencariannya tidak sampai tiga hari," kata Kepala Pusat Penerangan TNI AU Ahadi Tjahjadi, di Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa sore.

Menurut Ahadi, proses pencarian pesawat yang hilang di lautan memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi ketimbang proses pencarian pesawat yang hilang di darat. Sebab, pesawat yang hilang di laut memiliki cakupan area pencarian yang lebih luas.

"Kejadian hilangnya Silk Air dan Sukhoi Superjet terjadi di darat, tetapi proses pencariannya memakan waktu lebih dari tiga hari. Kalau Adam Air, peristiwa terjadi di laut dan proses pencariannya memakan waktu berbulan-bulan," ucap Ahadi. (KOMPAS.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar