Rabu, 24 Desember 2014

Inilah Kesaksian Wartawan Jerman yang Kunjungi Wilayah ISIS


Jurgen Todenhofer/Twitter Jurnalis Jerman Jurgen Todenhofer (kiri) saat berbincang dengan dua anggota polisi ISIS dan beberapa anak-anak yang menyandang senjata api di kota Mosul, Irak. Jurgen menghabiskan 10 hari di wilayah utara Irak yang dikuasai ISIS itu.

London - WARA - Seorang wartawan asal Jerman, Jurgen Todenhofer, menjadi wartawan Barat pertama yang bisa masuk ke wilayah utara Irak yang dikuasai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Selama 10 hari di wilayah itu, Todenhofer menyimpulkan bahwa aksi brutal yang dilakukan ISIS selama ini, termasuk pemenggalan sejumlah sandera Barat, belum mencapai puncaknya. Hal terburuk, kata Todenhofer, belum terjadi.

"Kesan paling kuat yang saya peroleh adalah ISIS jauh lebih kuat dari yang banyak diperkirakan, dan mereka sangat pandai," kata Todenhofer saat diwawancarai program Today di BBC Radio 4.

Dia menambahkan, semua anggota ISIS yang ditemuinya memiliki antusiasme yang luar biasa dan memiliki keyakinan akan kemenangan. Semua anggota ISIS, lanjut dia, sangat yakin akan memenangkan perang di Timur Tengah.

Todenhofer melanjutkan, setiap hari dia melihat ratusan orang datang untuk bergabung dengan ISIS, dan orang-orang baru itu datang dari seluruh dunia serta dari berbagai latar belakang.

"Mereka termasuk para sarjana. Bahkan, salah seorang dari mereka adalah seorang pengacara yang mengaku telah menolak sebuah tawaran pekerjaan menggiurkan dan memilih bertempur di Irak. Mereka berasal dari Swedia, Inggris, hingga AS," ujar Todenhofer.

Lebih lanjut, jurnalis Jerman itu menjelaskan, Kekalifahan Islam yang diproklamasikan ISIS tampaknya sudah berjalan seperti layaknya sebuah negara. ISIS berhasil mengatur keamanan di wilayahnya dan memelihara orang-orang miskin. Kondisi ini secara umum diterima sebagian besar orang yang tinggal di wilayah yang dikuasai kelompok itu.

"Situasinya sangat normal. Warga menerima mereka karena sebagian besar warga adalah pemeluk Sunni yang selama ini disingkirkan pemerintah Syiah Irak," ujar Todenhofer.

Todenhofer yang mengaku sempat berbincang dengan sejumlah pejuang ISIS mengatakan, mereka semua menunjukkan antusiasme bertempur dan membunuh musuh-musuh mereka.

"Mereka mengatakan, dibanding ISIS, rezim Khmer Merah Kamboja tak ada apa-apanya, dan Al Qaeda hanyalah sebutir kacang," kata Todenhofer.

Todenhofer mengakhiri wawancara itu dengan kesimpulan yang bisa memicu kegelisahan negara-negara Barat.

"Saya tak melihat ada pihak yang berpeluang menghentikan mereka (ISIS). Hanya bangsa Arab yang bisa menghentikan ISIS. Negara-negara Barat tak akan bisa menghentikan ISIS," kata Todenhofer mengakhiri pembicaraan. (KOMPAS.com )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar