Kamis, 19 Maret 2015

Soal Traktor, Ditarik Untuk Didistribusikan


Traktor-traktor yang akan diserahkan Presiden Joko Widodo kepada kelompok petani Jawa Timur. (Foto: Kompas).

INDRAMAYU -  WARA – Terkait dengan maraknya soal penarikan traktor di Ponorogo, telah menuai banyak kritikan dan tudingan dari berbagai kalangan. Pemberitaan tersebut mendapat perhatian besar dari banyak pihak, termasuk dari Presiden Joko Widodo. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku dihubungi secara khusus oleh Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Pratikno terkait berita ini.

"Saya dihubungi Mensesneg tadi malam. Saya jelaskan memang ada penarikan, bukan ditarik ke pabrik, melainkan didistribusikan ke petani lain," kata Amran, Rabu (18/3/2015), di Indramayu, Jawa Barat.

Sebelumnya diberitakan, ada kabar mengenai traktor yang hanya dipajang dan tak dibagikan ke petani saat Presiden hadir dalam acara panen raya di Ponorogo, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

Para petani terkaget-kaget saat acara selesai. Traktor-traktor itu diangkut kembali dan tak dibagikan ke petani. Padahal, dalam acara tersebut, petani dijanjikan ada pembagian traktor untuk petani.

Pagi ini, Amran kembali meluruskan pemberitan itu. Dia menegaskan, traktor tersebut didistribusikan ulang kepada petani dan bukan ditarik. Langkah ini dilakukan karena penyerahan traktor harus disertai dengan wujud barangnya.

Amran mengatakan, traktor untuk petani di Ponorogo diberikan untuk seluruh Jawa Timur, bukan hanya untuk petani setempat. "Di sana kami bagikan 3.000 traktor untuk petani se-Jawa Timur, sedangkan untuk Ponorogo sendiri 207 unit. Traktor yang lain kami didistribusikan ke petani di daerah yang sudah direncanakan," kata Amran.

Menurut Mentan, pembagian traktor untuk Ponorogo diberikan dengan menggunakan APBN Perubahan 2015. Hal serupa terjadi di Ngawi. Pemerintah memberikan 1.000 unit traktor untuk petani dengan dana APBN penetapan. Traktor itu diberikan untuk seluruh petani di 24 kabupaten se-Jatim. 

"Traktor itu memang harus kami angkut untuk didistribusikan ke petani di wilayah lain. Diangkut itu bukan kembali ke pabrikan, melainkan didistribusikan ke petani," kata Amran.

Tahun ini, pemerintah akan membagikan 60.000 traktor ke seluruh petani di Indonesia. Pemberian traktor itu dilakukan bertahap sesuai dengan ketersediaan anggaran.

Hari ini, Presiden mendatangi Kelompok Tani Sri Wedari di Desa Kedokan Gabus, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Kunjungan ini digelar dalam rangka menghadiri panen raya padi warga setempat.

(Kps)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar