Jumat, 02 Januari 2015

Ingin PNS DKI Selalu Ingat Allah, Ahok Akan Bangun Masjid



Jakarta - WARA - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama heran dengan kompleks Balai Kota yang menurutnya begitu besar, namun tidak memiliki fasilitas masjid memadai untuk melayani kebutuhan ibadah PNS DKI yang sebagian besar umat Muslim.

Hal ini disampaikan Ahok, sapaan Basuki, saat memberikan pengarahan di hadapan 4.676 orang PNS DKI yang dilantik menjadi pejabat eselon II, III, atau IV di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jumat, 2 Januari 2015.

"Kantor walikota saja masjidnya lebih bagus dari masjid Balai Kota," ujar Ahok.

Saat ini di Balai Kota DKI Jakarta, hanya ada sebuah musala kecil bernama 'Mushola Fatahillah' yang berada di ujung barat Kompleks Balai Kota. Musala tersebut berukuran sekitar 20x15 meter, dan hanya mampu menampung 300 jamaah.

Saat melaksanakan ibadah salat Jumat, jamaah biasanya akan meluber hingga ke selasar Balai Kota yang berada di samping Gedung Blok B tempat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI berkantor.

Maka dari itulah, Ahok menyatakan keinginannya untuk membangun sebuah masjid yang lebih besar dan lebih layak. Masjid itu tidak akan dibangun dengan menggunakan dana APBD, namun dengan menggunakan dana urunan dari setiap PNS DKI.

"Kalau ada 2.000 hingga 3.000 orang masing-masing sumbang Rp500 ribu, kita bisa bangun masjid senilai Rp1 miliar. Nanti saya akan ikut nyumbang. Saya samain jumlah sumbangannya sama sumbangan bapak dan ibu, atau saya sumbang lebih tinggi," ujar Ahok.

Alasan utama Ahok ingin membangun sebuah masjid yang besar di Balai Kota DKI adalah untuk membuat seluruh PNS DKI, terutama para pejabat eselon II, III, dan IV yang baru saja dilantik, bisa selalu mengingat Tuhan dalam melaksanakan pekerjaan.

"Masjid ini mau kita bangun biar kita selalu ingat Allah, Tuhan yang Maha Mengetahui. Bahwa sumpah jabatan yang kita lakukan dengan mengatasnamakan Allah adalah bukan sumpah yang main-main," ujar Ahok. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar