Jumat, 02 Januari 2015

Angka Kemiskinan Turun Jadi 10,96 Persen


Kepala Badan Pusat Statistik, Dr. Suryamin, M.Sc

Jakarta - WARA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa hingga September 2014, angka masyarakat miskin menurun menjadi 27,73 juta orang, atau 10,96 persen dari total penduduk. Pada Maret 2014, angka penduduk miskin tercatat sebesar 28,28 juta (11,25 persen).

Kepala BPS Suryamin, Jumat 2 Januari 2015, menjelaskan jika dibanding angka kemiskinan September 2013, yang sebesar 28,60 juta orang (11,46 persen), ini juga menunjukkan terjadi tren penurunan.

"Penurunannya, hampir satu juta orang miskin berkurang. Tetapi, ini bulan September masih belum kena dampak kenaikan BBM (bahan bakar minyak)," ujar Suryamin di Jakarta.

Menurut Suryamin, dari 2009 hingga 2014, masyarakat miskin yang tercatat terus mengalami penurunan. Namun, laju penurunannya semakin melambat. "14,15 persen di 2009 menjadi 10,96 persen di 2014," tambahnya.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan angka kemiskinan. Antara lain, laju inflasi yang cenderung rendah selama periode Maret hingga September 2014. Kemudian, ada kenaikan upah buruh tani maupun buruh bangunan.

"Upah harian buruh tani nasional naik pada Maret sebesar 1,6 persen, upah buruh bangunan juga naik 1,36 persen pada September," kata dia.

Selain itu, ia melanjutkan, beberapa barang pokok harganya cenderung rendah dan terjadi penurunan pada periode tersebut. Antara lain, beras (1,13 persen), gula pasir (2,63 persen), cabai rawit (50,13 persen), dan cabai merah (15,71 persen).

Total penduduk miskin yang berada di kota yaitu mencapai 10,36 juta orang, sedangkan yang di pedesaan sebanyak 17,37 persen. "Kalau lihat jumlah absolutnya di Jawa paling banyak," kata Suryamin. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar