Selasa, 06 Januari 2015

Harga Minyak Turun, Anggaran BBM 2014 Hemat Rp6,5 Triliun



Jakarta - WARA - Penurunan harga minyak dunia membuat anggaran subsidi yang dikeluarkan pemerintah pada 2014 lebih rendah dari yang dialokasikan. Anggaran dalam APBN-P 2014 yang disiapkan sebesar RP 246,5 triliun hanya terpakai RP 240 triliun. 

Di kantornya, Senin 5 Januari 2015, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan penurunan harga minyak tersebut membuat harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) lebih rendah dari yang diasumsikan yaitu US$97 per barel dari sebelumnya US$105 perbarel. 

"Konsekuensinya pengurangan subsidi tapi juga penerimaan migas," ujarnya. 

Bambang mengatakan, penghematan yang dihasilkan dari penurunan harga minyak dunia tersebut sebenarnya bisa lebih besar dari realiasi saat ini. Apalagi penurunan tersebut ditambah penghematan pemerintah dari menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Namun, karena dalam pembahasan APBN-P 2014 pemerintah sepakat membayarkan carry over atau kekurangan bayar subsidi BBM kepada Pertamina, penghematan yang dihasilan menjadi lebih kecil. Tanpa carry over Pertamina, penghematan yang dihasilkan yaitu sebeasr Rp 17 triliun. 

"Angka aslinya kalau hanya menghitung realisasi itu Rp 229 triliun, jadi hemat Rp 17 triliun. 

Tahun ini menurut Bambang, pemerintah juga berencana untuk membayarkan sebagian dari carry over yang ada sebesar Rp 25 triliun. "Sehingga tinggal Rp 8 triliun untuk 2016," tambahnya. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar