Sabtu, 10 Januari 2015

Hanya Calonkan Mega, PDIP Bantah Regenerasi Mandek



Jakarta - WARA - Kongres keempat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan hampir pasti akan memilih Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum lagi. Praktis, Mega sudah memegang jabatan itu lebih dari 20 tahun sejak 1993, termasuk saat partai itu masih bernama Partai Demokrasi Indonesia.

Meskipun selalu menampilkan Mega sebagai pucuk pimpinan, Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristanto, membantah regenerasi di partainya mandek alias berhenti. Hasto mengklaim PDIP justru sukses menampilkan pemimpin-pemimpin muda di pentas nasional.

"Proses regenerasi bukan berarti tidak berjalan. Pak Jokowi jadi bagian regenerasi kepemimpinan nasional," kata Hasto di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 9 Januari 2015.

Selain Jokowi, Hasto menyebut sejumlah tokoh lain yaitu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Banten, Rano Karno, yang sukses menjadi kepala daerah. Tak hanya itu, keberhasilan partai juga merambah hingga level kementerian.

"Ada Pak Tjahjo Kumolo, Mbak Puan Maharani, Puspa Yoga, semua merupakan bagian dari proses regenerasi partai," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, PDI Perjuangan akan segera menggelar Kongres ke-4 pada bulan April 2015. Dalam forum tertinggi partai tersebut, Megawati akan ditetapkan sebagai ketua umum kembali.

Penetapan itu berdasarkan aspirasi arus bawah dan suasana kebatinan yang berkembang. Sebab, sebelum Kongres ke-4 itu dilaksanakan, PDI Perjuangan telah melaksanakan konsolidasi dari bawah.

Dimulai dari rapat-rapat pengurus di tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota sampai tingkat provinsi. Lalu, pada saat Rapat Kerja Nasional ke-4, forum mengusulkan Megawati sebagai Ketua Umum DPP PDIP.

Megawati juga dianggap sebagai pemimpin yang ideologis dan mampu membawa partai berlambang banteng moncong putih itu memenangkan pemilu pada tahun 2014 yang lalu. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar