Jumat, 26 Desember 2014

Toleransi Natal GP Ansor dan Gusdurian


Umat Kristiani mengikuti misa Natal keluarga dan anak-anak di Gereja Katedral, Jakarta.

Malang - WARA - Gerakan toleransi berkembang di Malang Raya. Kali ini dipelopori oleh Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang dan kelompok Gusdurian Malang Raya. Mereka berpartisipasi mengamankan kegiatan ibadah Natal hingga melakukan diskusi untuk menyebarkan kedamaian.

Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Malang menurunkan sebanyak 100 personel Barisan Ansor Serba Guna (Banser) untuk pengamanan akhir tahun, dimulai sejak Misa Natal hingga tahun baru. Mereka disebar ke 37 gereja di wilayah Kabupaten Malang.

Para Banser membantu tugas polisi dan berada di bawah koordinasi petugas Kepolisian. "Banser memberikan rasa aman bagi jemaat dan menjaga toleransi," kata Ketua GP Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi, Kamis 25 Desember 2014.

Hasan berharap jemaat yang menggelar Misa Natal bisa khusuk dalam melaksanakan ibadahnya. Pengamanan selama Natal dan tahun baru, katanya, dilangsungkan rutin setiap tahun.

Tujuannya untuk membangun toleransi antar umat beragama. Para personel Banser turun menggunakan seragam lengkap. "Jika dibutuhkan lagi sebanyak 16 ribu Banser siap diturunkan sewaktu-waktu," ujarnya.

Datangi gereja
Selain Banser, sikap toleransi juga dilakukan oleh Kelompok Gusdurian Malang. Mereka memasang spanduk ucapan selamat Natal kepada umat Kristiani. Spanduk ucapan ini ditempatkan di samping Gereja Katedral Jalan Ijen Kota Malang.

Spanduk tersebut berasal dari Jaringan Gusdurian Nasional dan dipasang di berbagai daerah termasuk di Malang. "Pesan selamat Natal ini sebagai bentuk toleransi," kata Penggerak atau Pegiat Gusdurian Malang Anas Ahimsa, Kamis 25 Desember 2014.

Sebagai komunitas yang mengamalkan nilai toleransi ajaran Gus Dur atau Kiai Haji Abdurrachman Wahid mereka juga berkunjung ke Gereja Katedral di Jalan Ijen Malang.

Usai Misa Natal, sejumlah anggota Gusdurian menemui pengurus gereja. Mereka bersilaturahmi dan menangkap pesan damai Natal langsung dari pengurus gereja dan para jemaah. "Ramah tamah dan silaturahmi di gereja dilakukan rutin setiap Natal," katanya.

Selain itu, dalam memperingati haul Gus Dur kelima, mereka melakukan berbagai acara. Mulai bakti sosial untuk anak yatim dan gathering community bertema refleksi pluralisme di Indonesia.

Puncak peringatan haul Gus Dur diselenggarakan dialog lintas iman di Gereja Katedral Ijen Malang. Kegiatan itu juga disemarakkan dengan apresiasi seni, nonton bareng dokumenter film Gus Dur di mata mahasiswa dan doa bersama lintas iman. (VIVAnews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar