Sabtu, 14 September 2013

Kriminal

Anggota Komisi III: Gila, Freddy Seperti Orang Sakti!

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari PDIP Eva Kusuma Sundari heran terhadap perlakuan pihak Kepolisian yang tak kunjung mengembalikan Freddy Budiman ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Gembong narkoba itu sudah nyaris sebulan berada di Direktorat Narkoba Mabes Polri, Jakarta.

"Dia diberi kesempatan membela dirinya sendiri tanpa pendamping, ini kan kayak orang sakti. Gila ini. Polisinya ini yang harus dipersoalkan," ujar politisi PDPI ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (20/9/2013).

Eva heran karena Freddy bisa begitu bebas tampil di depan umum lewat wawancara khusus di televisi tanpa baju tahanan, padahal Freddy sudah jelas-jelas melakukan kejahatan berat yaitu memproduksi narkoba. Dia menuntut Freddy segera dikembalikan ke LP Nusakambangan.

"Iyalah (harus segera dikembalikan ke LP Nusakambangan). Apalagi ditaruh dengan Vanny (Rossyane). Ini kan beda, pemakai (Vanny) sama produsen (Freddy)," pungkas Eva.

"Polisi harusnya sensitif, tidak boleh ada diskriminasi. Freddy kan kontroversial di Lapas. Saya mengharapkan polisi paham bahwa kondisi psikologis masyarakat ke polisi sedang buruk, jangan membuat semakin terpuruk," lanjut Eva.

Kasus Freddy merupakan kasus yang harus diungkap sampai ke akar-akarnya. Namun tentu tidak mudah untuk melakukan itu. Maka diperlukan 'orang dalam' untuk membantu membongkar kejahatan Freddy, orang dalam itu adalah Vanny.

"Karena Freddy ini luar biasa magnitude kasusnya. Diperlukan orang dari dalam untuk membukanya," kata Eva saat ditanya soal pengakuan Vanny selama ini.

 

Cara Kominfo Tangkal Situs Berbau Terorisme

"Jangan-jangan isinya dakwah biasa. Kami bisa digugat."

Polisi memerangi terorisme
Polisi memerangi terorisme (ANTARA/Sigid Kurniawan)
Jakarta - Warta Nusantara - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku belum menerima laporan mengenai situs yang memuat 'panduan gerilya kota' di mana pembaca laman diajak untuk memerangi dan menggulingkan rezim kafir. Juru bicara Kominfo Gatot S Dewa Broto meminta publik melaporkan jika ada situs-situs yang dianggap berbau terorisme.

Kominfo, imbuhnya, tidak mungkin bisa mengawasi semua situs di jagat maya yang jumlahnya jutaan. Salah satu cara Kominfo mengawasi situs-situs itu adalah dengan melibatkan masyarakat pengguna internet. "Melalui posko pengaduan 24 jam. Kami akan periksa semua situs yang diadukan," jelas Gatot.

Jika ragu apakah sebuah situs mengandung unsur terorisme, Kominfo meminta pendapat dari organisasi masyarakat keagamaan atau instansi terkait. Namun, Gatot menjamin, prosedur ini tidak memakan waktu lama. "Kan kita juga perlu lihat apakah situs ini hanya berisi dakwah saja? Kalau hanya dakwah lalu kami tutup aksesnya, bisa digugat Kominfo," kata dia.

Cara yang sama juga dipakai Kominfo untuk menyisir situs berbau porno dan situs lain yang melanggar undang-undang. Selain itu, Kominfo juga bekerjasama dengan institusi terkait.
"Misalnya, BPOM. Mereka rajin mengirim situs-situs yang menjual kosmetik dan obat ilegal. Dalam hitungan jam, kami langsung tutup aksesnya," jelas Gatot.

Diberitakan sebelumnya, sebuah situs, scribd.com, memuat ''panduan gerilya kota." Laman itu juga memuat cara membuat bom. 
Deputi I BNPT Bidang Pencegahan Perlindungan dan Deradikalisasi, Agus Surya Bakti menilai  panduan buku setebal 112 halaman itu bisa diunduh dengan mudah oleh siapa saja dan dikhawatirkan bisa melahirkan benih-benih baru terorisme di tanah air.

"Panduan itu mengkhawatirkan, karena bisa menginspirasi masyarakat. Seharusnya Pemerintah segera menutup akses (laman) tersebut," kata Agus SB.

Agus menambahkan, propaganda melalui internet merupakan strategi kelompok teroris. Menurut Agus, Pemerintah masih lamban dalam menangani permasalahan terorisme, apalagi propaganda yang mereka sebar melalui internet.  "Itulah kelemahan kita (Pemerintah), begitu tahu baru ditangani," katanya.

Sementara itu, laman yang bisa dibaca secara cuma-cuma di scribd.com hanya pengantarnya, sedangkan untuk panduan teknis gerilya harus diunduh dengan membayar. Sekilas dengan membaca pengantarnya, panduan ini amat berbahaya bagi mereka yang mempunyai bibit ekstrem. (VivaNews)

Ditembak Bandar Narkoba, Ginjal Brigadir Syahri Diangkat

Korban menjalani perawatan di ruang ICU RS Coloumbia Asia, Medan.

Penembakan polisi di depan Gedung KPK
Penembakan polisi di depan Gedung KPK (ANTARA FOTO/ Wahyu Putro A)
Langsa-Warta Nusantara - Anggota Polsek Langsa Kota, Aceh Timur, Brigadir Syahri Rahmad yang ditembak bandar narkoba, sudah selesai menjalani operasi di RS Coloumbia Asia, Medan.

Kakak kandung korban, Hafrizal Rozi mengatakan, Syahri mengalami luka parah di pinggang karena tertembak. Meski sudah sadar, namun yang bersangkutan masih menjalani perawatan di ruang ICU. Dia menjalani tiga kali operasi.

"Lukanya cukup parah. Tapi sudah selesai operasi. Dokter bilang ginjalnya harus diangkat. Syaraf pinggangnya juga kena," kata Hafrizal, Kamis, 19 September 2013.

Hafrizal menambahkan, operasi dilakukan untuk mengangkat ginjal sebelah kanan. Operasi juga dilakukan untuk mengatasi ususnya yang bocor, serta menangani dua syaraf yang terputus akibat tertembak. Keluarga belum diperkenankan untuk melihat korban.

Rabu siang, Brigadir Syahri dan rekannya, Brigadir Faisal, melakukan penyergapan terhadap tersangka bandar narkoba bernama Wahyuddin yang juga merupakan DPO Polda Sumatera utara yang terlibat kasus kepemilikan senjata api yang lari dari tahanan.

Kedua petugas ini berhasil memancing targetnya dengan menyamar sebagai pembeli sabu dan melakukan transaksi langsung di dalam mobil.

Saat transaksi berlangsung, Bripka Faisal langsung menangkap bandar narkoba tersebut di dalam mobil, serta mengamankan barang bukti sabu di tangan target. Dan seketika juga, pelaku melakukan perlawanan dan saling pukul di dalam mobil dengan Bripka Faisal.

Namun, pelaku yang kini diburu oleh Polda Aceh ini berhasil memenangkan duel tersebut dan berhasil keluar dari dalam mobil. Saat itulah Brigadir Syahri (korban) berusaha menyergapnya. Pelaku pun langsung mengeluarkan pistol dan menembaki korban dan melarikan diri. (VivaNews)

 

Polisi Sukabumi Tangkap Pelajar Pelaku Pembacokan


Polisi Sukabumi tangkap pelajar pelaku pembacokan

Sukabumi- Warta Nusantara : Jajaran Polsek Cisaat, Kabupaten Sukabumi berhasil menangkap seorang pelajar SMK Dwi Darma yang melakukan pembacokan kepada dua pelajar SMK lainnya di lokasi berbeda tetapi di hari yang sama.

"Dari hasil pengembangan dan laporan yang masuk ke kami pelaku pembacokan terhadap pelajar SMK di daerah Cibaraja, Kecamatan Cisaat pada 2 September lalu akhirnya kami berhasil menangkap tersangka berinisial Ir yang berusia 17 tahun merupakan pelajar kelas XII SMK Dwi Darma Parungkuda," kata Kapolsek Cisaat, Kompol Sumarta Setiadi kepada Antara, Sabtu (14/9).

Seperti diberitakan Antara, menurut Sumarta, tersangka yang merupakan warga Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit berhasil ditangkap tidak jauh rumahnya. Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan kepada tersangka, ternyata Ir dalam satu hari tersebut telah membacok dua pelajar SMK lainnya yang salah satunya adalah pelajar SMK Lodaya, Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut Ir juga mengakui, setelah membacok pelajar yang dianggap musuh di daerah Cibaraja, kemudian melanjutkan aksinya di Kecamatan Cicurug saat tawuran antara pelajar SMK Dwi Darma dengan SMK Lodaya.

Pada kejadian tersebut diduga tersangka membacok Arif Sugilar (17) pelajar kelas 1 SMK Lodaya yang mengalami luka bacokan pada kepala, paha, dan pinggang yang menyebabkan pelajar tersebut harus mengalami beberapa kali operasi di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi karena luka yang cukup parah.

"Pelaku saat ini sudah mendekam di ruang tahanan Polsek Cisaat, tetapi karena tersangka dalam melakukan pembacokan tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda dan berbeda wilayah hukum maka pihak Polsek Cicurug pun berkoordinasi dengan kami untuk bersama-sama mengembangkan kasus ini," tambahnya.

Dikatakan Sumarta, tersangka dikenakan Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

 

Ini Tiga Musuh Utama Polisi


Ini tiga musuh utama polisi


Jakarta- Warta Nusantara : Ketua komisi III DPR Gede Pasek menyebut ada tiga musuh utama polisi. Diduga salah satu dari ketiga unsur tersebut bertanggung jawab dalam aksi penembakan yang kini menghantui setiap personel polisi.

"Kesimpulan bahwa musuh polisi bisa tiga kelompok penjahat, pesaing dan oknum atau korban yang pernah menjadi korban polisi dan dendam," kata I Gede Pasek di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (14/9).

Berbagai spekulasi antara pengamat dan anggota DPR ini terjadi. Pasek misalnya menduga penembak datang dari pesaing polisi dalam hal pengawalan.

"Kemungkinan persaingan bisa juga antara swasta dan formal sudah terbuka. Swasta itu kan jasa pengamanan juga, ada yang gaya jalanan dan perusahaan duitnya di situ saja," terang Pasek.

Di lain pihak pengamat kepolisian menyebut korban kesewenangan polisi pun bisa menjadi pelaku penembakan.

"Ada diantaranya di daerah daerah konflik, seperti perkebunan, polisi sering melakukan tindakan over. Menyakitkan hati," jelas pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar.

Terakhir, kriminolog sekaligus komisioner kompolnas menilai dari kesamaan motif penembakan ada kemungkinan terorislah yang bertanggung jawab dalam penembakan tersebut.

"Kalau dikaitkan dengan modus. Agak beda memang yang di Kuningan. Tapi masih sama motifnya. Kalau diasumsikan pelaku teror yang membawa pesan pertama 'kami masih ada'," tutupnya.

 

Satu Dari Lima Pencuri Di Kompleks Marinir Tewas Ditembak Polisi


Satu dari lima pencuri di kompleks Marinir tewas ditembak polisi


Jakarta-Warta Nusantara : Satu dari empat pelaku pencuri di kompleks Marinir, Duren Sawit, Jakarta Timur yang berhasil ditangkap di Jatiwaringin, Pondokgede tewas usai ditembak petugas. Jimmy Sihombing atau JS tewas dengan luka tembak di dada kanan.

Kepala Sub Bagian Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Siswo menjelaskan, para pelaku merupakan pencuri spesialis rumah kosong. Mereka beraksi di komplek Marinir, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Setelah berhasil membawa barang milik korban yang diketahui bernama Dumoli Siahaan, pelaku lantas melarikan diri dengan membawa mobil Toyota Avanza B 1626 SQX.

"Saat anggota Buser Polsek Pondokgede melakukan observasi menggunakan kendaraan roda, mencurigai kendaraan Avanza yang bermuatan lima orang melintas di Jatiwaringin, ada warga berteriak maling," katanya di Bekasi, Sabtu (14/09) malam.

Petugas kata dia, sempat memberikan tembakan ke arah udara. Namun tak diindahkan. Akibatnya, satu orang pelaku ditembak di bagian dada kanan. Sedangkan, pelaku lainnya menjadi bulan-bulanan massa. "Pelaku JS (Jimmy Sihombing) meninggal, sekarang jasadnya di RS Polri," katanya.

Sementara itu, pelaku lain Tulus Parna S (53), Chandra T Sibuea (46), dan Jon Manalu berhasil diamankan dari amuk massa. Sedangkan satu pelaku lagi yang sudah diketahui identitasnya melarikan diri. Petugas saat ini tengah memburunya.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu buah celurit, dua golok, satu obeng besar, satu linggis, satu senjata mainan jenis revolver, tiga handphone, satu buah laptop, dan perhiasan emas mitasi, serta mobil Toyota Avanza B 1626 SQX.

Diberitakan sebelumnya, kawanan pencuri yang usai beraksi berhasil ditangkap di Jalan Raya Jatiwaringin, Kelurahan Jaticempaka, Pondokgede. Pelaku ditangkap setelah dikejar dari lokasi mencuri di Perumahan Marinir, Duren Sawit, Jakarta Timur.

 

Pergoki Curanmor, Tukang Pecel Lele Ditembak

Nasih nahas menimpa Suparmin, timah panas mengenai perut kirinya.

Suparmin yang berprofesi sebagai tukang pecel lele ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor.
Suparmin yang berprofesi sebagai tukang pecel lele ditembak pelaku pencurian kendaraan bermotor.  
Cimahi-Warta Nusantara -  Suparmin (42) terpaksa harus menjalani operasi pengangkatan proyektil di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi, akibat terkena timah panas yang dimuntahkan dari pistol pelaku percobaan kasus pencurian kendaraan bermotor. Peluru itu mengenai perut sebelah kirinya.

Informasi yang dihimpun VIVAnews, kejadian terjadi pada Sabtu 14 September 2013, sekitar pulul 15.45 WIB. Saat itu Suparmin sedang membersihkan lapak untuk berdagang pecel lele di sekitar rumahnya di Jalan Warung Contong RT 05/14 Kelurahan, Setiamanah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Ia memergoki seorang yang hendak mencuri kendaraannya Honda Megapro bernomor polisi D 4198 SAA.

Berusaha menangkap pelaku, nasib nahas menimpa Suparmin. Pelaku yang dibekali senjata api berusaha kabur dan menembak Suparmin dan mengenai perut bagian kirinya.

"Saat itu korban mengejar pelaku, pada akhirnya terpojok saat ada mobil sedan yang menghalangi jalan pelaku, karena sudah tersudutkan ia menembak korban satu kali dan mengenai perut bagian bawah sebelah kiri," kata Kapolres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan saat dihubungi VIVAnews.

Setelah itu pelakupun melarikan diri dengan membonceng sepeda motor yang telah menunggu dengan sebelumnya melepaskan tiga kali tembakan ke atas.

Kapolres menambahkan, kini pihaknya sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku. "Kita sudah mengenali ciri-ciri pelaku, anggota sudah disebar, kita masih menyelidiki ini pemain lama atau pemain baru," ujar dia.

Erwin mengatakan, Suparmin telah selesai menjalani operasi yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB.

"Saat ini kondisi sudah membaik, dan tadi melakukan operasi untuk mengambil proyektil," tuturnya. (sj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar