Jumat, 09 Januari 2015

Masih Tergantung Impor, Swasembada Pangan Jokowi Sulit Terwujud



Jakarta _ WARA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan swasembada pangan dalam kurun waktu 3 tahun. Kalangan dunia usaha khususnya Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) memandang pesimis target itu bisa dicapai mengingat importasi semakin meningkat dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.

Ketua Aptindo Franky Welirang menuturkan, Pemerintahan Jokowi-JK harus memastikan menutup keran importasi jika benar-benar ingin mewujudkan swasembada pangan.

"Kalau mau swasembada pangan berarti impor nol dan perlu ada ekspor karena kita harus berpartisipasi di dunia," ujar Franky di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Jumat (9/1).

Dia pesimis pemerintahan baru ini bisa menutup rapat keran impor. Mengingat produksi pangan nasional tahun lalu saja tidak sepenuhnya sanggup memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Impornya sampai Oktober saja sudah naik 12,4 persen. Impor Jagung naik 20 persen, impor Kedelai sampai Oktober naik 27 persen, gula walaupun turun tapi tetap saja 2 juta," ungkapnya.

Namun bukan tidak mungkin visi swasembada pangan bisa dicapai. Asalkan, kata Franky, seluruh stakeholder berkoordinasi dan bekerja keras.

"Karena kalau ditanya ancaman krisis pangan sudah berjalan di kita, jangan anggap sepele," tandasnya. (Merdeka.com)

Hapuskan Tarif Penerbangan Murah, Jonan Tunjukkan Sikap Arogansi



Jakarta - WARA - Anggota Komisi V DPR, Ridwan Bae menilai Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan menunjukkan sikap arogansi. Hal itu terkait keputusan pemberlakuan Peraturan Menteri No.91 tahun 2014, tarif pesawat murah dihapuskan mulai 1 Januari 2015 yang lalu.
 
"Di mana mengambil sikap tanpa dasar hanya berlandaskan hilangnya AirAsia, tanpa penelitian mendalam, sikap arogansi yang sangat merugikan," tutur Ridwan ketika dikonfirmasi, Jumat (9/1/2015).

‎Menurut Ridwan, tidak terdapat korelasi antara harga tiket murah dengan masalah penerbangan. Tetap saja, maskapai penerbangan harus menaati regulasi dan undang-undang yang ada di Indonesia.

Dengan adanya kebijakan penghapusan tiket murah, Politisi Golkar itu mengatakan masyarakat bisa menduga menteri perhubungan bermain dengan maskapai

"Kita akan hearing dengan pemerintah, kita dengarkan penjelasan pemerintah," tutur Ridwan.

Ia pun menyarankan agar maskapai penerbangan milik negara Garuda Indonesia dapat bertarif murah. Karena bila terlalu mahal akan memberatkan masyarakat.
"Ini milik negara lebih mahal daripada swasta," katanya.

Sebelumnya diberitakan,‎ dengan pemberlakuan Peraturan Menteri No.91 tahun 2014, tarif pesawat murah dihapuskan mulai 1 Januari 2015 yang lalu. Kementerian Perhubungan pun menegaskan tidak ada lagi tarif promo untuk tiket pesawat.

"Tidak ada lagi tarif promo pesawat," ujar Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan Barata di kantor Kementerian Perhubungan, Kamis (8/1/2015). (Tribun)

Polisi Korban Pembantai Karikaturis Nabi Muhammad Ternyata Muslim


Ahmed Merabet, Polisi Paris yang tewas ditembak dalam pembantaian di Charlie Hebdo 

Perancis - WARA - Ribuan orang berdoa untuk memberikan penghormatannya kepada polisi Muslim yang tewas ditembak saat pembantaian kantor redaksi majalah Charlie Hebdo.
 
Ahmed Merabet dianggap sebagai pahlawan sesungguhnya dalam peristiwa tersebut.
Penghormatan terhadap Ahmed diberikan lantaran ia ditembak oleh terduga kelompok Islam fanatik. Penghormatan terhadap Ahmed bersamaan dengan demonstrasi terhadap serangan di kantor redaksi majalah satire tersebut.

Rekan seprofesinya mengatakan, teman-temannya terguncang melihat tayangan video penembakan di kantor majalah Charlie Hebdo, terlebih lagi terdapat gambar Ahmed ditembak di jalan ketika sudah terluka.

Hari ini, tanda pagar #JesuisAhmed mulai menjadi trending topic di Twitter. Ribuan orang mengekspresikan kekagumannya terhadap Ahmed yang merelakan jiwanya untuk membela kebebasan berekspresi.

Ahmed berasal dari Livry-Gargan, wilayah bagian utara Paris. Ia merupakan polisi yang terlatih selama delapan tahun.

Korps kepolisian tempat Ahmed bekerja merilis pernyataan bahwa mereka merasa terpukul ketika melihat Ahmed ditembak mati. Ia dikenal sebagai orang yang pendiam dan dikenal cukup teliti.

"Kami sangat terpukul. Kepolisian sangat terpengaruh dengan melihat tayangan video penembakan Ahmed yang menjadi rekan kerja mereka," kata Rocco Contento, wakil dari serikat kepolisian.

Majalah di Perancis berjanji akan mengangkat edisi penolakannya terhadap pembantaian di kantor Charlie Hebdo. Bahkan, kisah Ahmed juga akan diangkat.

"Ahmed Merabet mati karena melindungi orang-orang tidak berdosa dari kebencian. Saya kagum dan hormat terhadap dirinya," kata seorang warga Perancis yang turut berduka(Tribun)

LSM-KP2A & CP Lakukan Pembinaan Kepada Penjual Gorengan di Panton Labu



Panton Labu – WARA - Kehidupan yang layak adalah impian semua lapisan masyarakat, hal ini menjadi sebuah masalah yang harus sama-sama diperhatikan dan dipecahkan dalam masyarakat, kususnya masyarakat yang kurang beruntung (miskin). Untuk mengubahnya butuh pendamping yang baik terhadap apa yang telah diberikan kepada masyarakat. 

Salah satunya adalah Zulkifli, ayah dari 3 orang putra, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjual gorengan di depan rumahnya di Lorong Dusun 3 Pajak Lama. Terpaksa dia menutup kiosnya di dalam lorong dikarenakan sedikit pengunjungnya. 

Ketika dikonfirmasi oleh LSM- Komisi Perlindungan Perempuan, Anak dan Control Publik (KP2A & CP) dan dimediasi oleh Redaksi Suara Pilar Demokrasi, Zulkifli menceritakan nasib yang dialaminya selama ini. Menurutnya, dia pernah mengajukan proposal kepada pihak kecamatan, namun belum ada realisasi. 

Zulkifli meminta, agar pihak pemerintah baik Dinas Sosial Kabupaten maupun Dinas Sosial Provinsi supaya memproritaskan nasib orang-orang miskin yang butuh pendampingan pemerintah, dan segala bantuan yang diberikan supaya tepat sasaran kepada warga masyarakat yang membutuhkanya.

Pada kesempatan tersebut, pihak LSM-KP2A& CP menyerahkan bantuan modal kepada Zulkifli untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. (Memedatjeh)

POSPERA Siap Kawal Program Jokowi-JK



Palu - WARA - Posko Perjuangan Rakyat (POSPERA) mengatakan kesiapannya mendukung segala bentuk program kerja Jokowi-JK. Selama lima tahun kedepan POSPERA yang merupakan organisasi muda binaan Jokowi siap berdiri di garda terdepan guna mengawal proker Presiden Jokowi dalam upaya membangun kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan oleh ketua terpilih POSPERA Mustar Bona Ventura dalam sambutan iftitahnya pagi ini (9/01) di Ball Room Hotel Mercury Palu Sulawesi Tengah.

Dihadapan para peserta Kongres I POSPERA 2015 Mustar Bona Ventura juga mengatakan kesiapan menjalankan roda organisasi selama tiga tahun kepengurusan, serta ucapan terima kasih kepada seluruh peserta yang memberinya dukungan hingga dirinya terpilih secara aklamasi tadi malam. Bona, pria asal Jakarta itu terpilih sebagai ketum POSPERA setelah diusung oleh 17 provinsi dan kemudian disepakati oleh seluruh peserta secara aklamasi.

Sementara itu penggas POSPERA yang juga politisi muda PDI Perjuangan Adian Napitupulu mengatakan POSPERA akan ikut serta memberi saran program-program pro wong cilik kepada Bapak Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla.

"Kita berharap kawan-kawan muda se Indonesia yang tergabung dalam POSPERA ini ikut menyukseskan program pemerintah khususnya yang bersentuhan langsung dengan rakyat," ungkap Adian.

Kongres yang berlangsung sejak tanggal 7 Januari 2015 resmi ditutup oleh sekretaris Kabinet Kerja Jokowi-JK yang hadir mewakili Presiden Jokowi. (hm3)