Sabtu, 10 Januari 2015

Beras-Jagung-Kedelai-Gula Gagal, Ini Krisis Pangan, Jangan Anggap Sepele



Jakarta - WARA - Ketua Asosiasi Pengusaha Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Franky Welirang mengatakan, ancaman krisis pangan sudah masuk di Indonesia. Hingga saat ini masih sebatas target belum terlihat kebijakan yang mendukungnya. Karena itu, "Ancaman krisis pangan sudah berjalan di kita, jangan anggap sepele," kata Franky di Menara Kadin, Jakarta, Jumat (9/1).

Menurut Franky, kalau Indonesia ingin mencapai swasembada maka sudah dipastikan tidak ada lagi kegiatan impor. "Kalau mau swasembada pangan berarti impor nol dan perlu ada ekspor karena kita harus berpartisipasi di dunia."

Tapi apa faktanya? Franky menyebutkan, selama empat tahun belakangan ini nilai impor Indonesia terus mengalami peningkatan. Terutama untuk impor beras yang merupakan bahan pokok masyarakat Indonesia.
Bahkan dirinya mengungkapkan bahwa pangan di 2014 belum juga terpenuhi dari hasil produksi nasional. 

Pasalnya, beberapa pangan pokok impornya mengalami peningkatan yang lumayan tinggi. "Wong impornya sampai Oktober saja sudah naik 12,4 persen, apakah kita berhasil di jagung enggak, impor jagung naik 20 persen apakah kita berhasil di kedelai enggak ternyata di 2014 sampai Oktober naik 27 persen, gula walaupun turun tapi tetap saja 2 juta," ungkapnya. (fastnews)

Maskapai Milik Menteri Susi Lakukan Tiga Pelanggaran Izin Terbang



Jakarta - WARA - Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan di Jakarta, Jumat (9/1), menjatuhkan sanksi kepada 11 pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), baik dimutasi dan dinonaktifkan terkait pelanggaran izin terbang dan rute maskapai.

Mereka dikenakan sanksi termasuk pembebasan tugas, mutasi, dan pengenaan sanksi yang sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010.

Jonan menyebutkan pejabat tersebut, di antaranya tiga orang pejabat Eselon II di lingkungan Ditjen Perhubungan Udara, tujuh pejabat Eselon III Ditjen Perhubungan Udara dan satu Principan Operations Inspector (POI) berupa penonaktifan dari jabatan.

"Pemerintah merasa bahwa banyak perbaikan yang harus dilakukan terutama dari regulator, Angkasa Pura, Perum Airnav juga dari Koordinator Slot Indonesia (IDSC) akan dikenai segera," katanya.

Selain itu, pihaknya juga menjatuhkan sanksi kepada lima maskapai karena melanggar perizinan dengan tidak mengantongi izin terbang, namun tetap nekad terbang.

Kelima maskapai tersebut, di antaranya Garuda Indonesia yang melakukan empat pelanggaran, Lion Air sebanyak 35 pelanggaran, Wings Air empat pelanggaran, Trans Nusa satu pelanggaran, dan Susi Air tiga pelanggaran.

Sekadar diketahui, Susi Air adalah maskapai milik Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dengan demikian, izin terbang kelima maskapai tersebut dibekukan sampai pengajuan izin kepada Kemenhub. (Republika)

Budaya Betawi Harus Tetap Dilestarikan



Jakarta – WARA - Seni Kebudayaan merupakan  identitas dari adat istiadat yang turun-temurun dari orang tua atau leluhur sebelum kita, khususnya masyarakat Betawi sangat menjunjung tinggi berbagai macam adat dan seni kebudayaannya.

Dalam seni tersebut terdapat kandungan nilai-nilai kebudayaan leluhur yang tidak ternilai harganya.

Kini kebudayaan tersebut seakan tergerus oleh zaman , di mana adanya kesenian khsusnya budaya Betawi digelar pada saat kegiatan atau acara tertentu saja.

Untuk itu Pemerintah Kota Jakarta Selatan melalui Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Selatan bersama 100 tokoh masyarakat dan Ormas Betawi tiap tahunnya menggelar kegaiatan yang dinamakan Rembug Betawi di SMK 57 Jakarta Selatan.

Makna kegiatan tersebut sebagai sarana musyawarah antar sesama masyarakat, khususnya masyarakat Betawi asli. Di mana Rembug Betawi juga dapat menjadi media aspirasi masyarakat kepada pemerintah dalam pelestarian keberadaan budaya Betawi.

Kegiatan tersebut dihadir oleh para narasumber yang merupakan penulis buku seni budaya, dan budayawan dan seniman.

Zaenuddin, Ketua Bamus DKI Jakarta mengatakan, generasi muda sebagai aset bangsa Indonesia diharapkan tetap peduli terhadap budaya kesenian khas Betawi.

“Generasi muda harus memiliki rasa kebanggaan  tinggi terhadap  seni budaya Betawi dan tetap melestarikannya sampai kapanpun jangan sampai punah,”ujar Zainuddin saat ditemui. Rabu, (7/15).

Semenatara itu, Ketua Panitia Rembug Masyarakat Betawi, Cholid Mawardi menyampaikan, “Melalui dorongan elemen masyarakat Betawi di tahun 2015 Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengeluarkan Perda tentang budaya Betawi  sebagai ikon kebanggaan masyarakat,” tutupnya. (goes)

Wajah Baru Pegawai Pemkot Adm Jaksel 2015



Jakarta – WARA - Ada yang tidak biasa di halaman kantor pemerintah Kota Adm Jakarta selatan, pada kegiatan upacara rutin Senin pagi, terlihat wajah-wajah baru yang merupakan pejabat dan pegawai eselon yang mendapatkan posisi baru.

Umumnya di antara mereka berasal dari wilayah lain atau dirotasi, namun ada pula yang masih tetap berada di posisi sebelumnya, sesuai dengan intruksi Pemprov DKI Jakarta dalam rangka mengoptimalisasikan jabatan sebagai aparat pemerintah DKI.

Dalam kesempatan itu Walikota Jakarta Selatan, Syamsuddin Noor memperkenalkan satu persatu para pejabat, seperti wakil walikota Jakarta Selatan yang baru Tri Kurniadi dan pegawai baru pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan lainnya.

Mereka yang dipanggil walikota untuk maju ke depan, terlihat agak sedikit canggung  dan malu-malu, karena harus memperkenalkan diri di depan para pegawai lainnya .

Syamsuddin Noor mengatakan, bahwa banyak pergeseran terjadi perubahan di wilayah Jakarta Selatan, baik di eselon III maupun eselon IV untuk dapat meningkatkan kinerja kerja ke depan.

“Ini merupakan hasil seleksi yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta melalui astement Tingkat DKI Jakarta, diharapkan ini pilihan yang tepat, pilihan terbaik untuk bisa membantu tugas-tugas yang semakin berat,“ ujar Walikota Jakarta Selatan, Senin (5/15).

Walikota berharap, para pejabat yang baru dilantik baik eselon III dan IV di jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan diharapkan mampu melakukan tugas dengan sebaik-baiknya.

“Karena setiap tiga bulan akan dievaluasi, tidak akan diberi kesempatan  untuk berdiam diri, kalau tiga bulan tidak bagus akan diganti lagi,“ tutupnya. (goes)

Walikota Jaksel Apresiasi Peranan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat



Jakarta – WARA - Walikota Jakarta Selatan membuka Silahturahmi anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan. Kegiatan digelar oleh Kesbangpol Jakarta Selatan dihadiri oelh sebanyak 20 anggota  pengurus dan Ketua FKDM periode tahun 2014-2019 di  rumah makan di Jl. Margasatwa, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Dalam kesempatan itu, Syamsuddin Noor mengungkapkan apresiasinya terhadap keberadaan  FKDM di wilayah Jakarta Selatan, karena sangat mempunyai peran penting dalam kehidupan bermasyarakat guna melakukan pencegahan dan penanggulangan secara dini apapun yang terjadi di masyarakat.

“Keberadaan FKDM sangat mempunyai arti penting di dalam masyarakat, karena telah membantu pemerintah dalam memberikan informasi kepada aparat pemerintah," ujar Syamsuddin Noor dalam sambutan ramah-tamah dengan anggota FKDM di rumah makan Jl. Margasatwa, Ragunan, Pasar Minggu, Kamis (8/15).

Hal senada disampaikan Kepala Kesbangpol Jakarta Selatan, Moh. Matsani mengatakankan, bahwa FKDM merupakan sebuah forum untuk kemasyarakatan, dimana semua kegiatan yang dilakukan dalam pengawasan dan binaan Kesbangpol Jakarta selatan.

“FKDM merupakan binaan dari kesbangpol  Jakarta Selatan dan menjadi mitra pemerintah," terangnya

Sementara Ketua FKDM Jakarta Selatan, Abdul Havis menegaskan, kegiatan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat bertujuan membantu pemerintah dalam rangka memberikan pemahaman tentang kewaspadaan dini terhadap apapun yang terjadi di masyarakat.

Havis pun berharap, ke depannya  forum terserbut dapat terus berkembang dan keberadaannya di setiap tingkat kelurahan dan tingkat kecamatan. Ini dalam rangka memberikan rasa aman terhadap publik atau masyarakat serta bersinergi dengan aparat pemerintah dalam semua unsur,” tandasnya. (goesti)