Kamis, 18 Desember 2014

Orang Asing Jadi Dirut BUMN Itu Penghinaan



Jakarta - WARA - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Ramadhan Pohan menilai rencana pengangkatan Direktur Utama (Dirut) BUMN dari pihak asing adalah sebuah penghinaan. Menurutnya hal tersebut sama artinya Jokowi tak menghargai kemampuan anak negeri. 

"Jokowi sudah menghina  kemampuan anak negeri," ungkap Ramadhan kepada Republika Online (ROL) pada Rabu (17/12).

Menurut Ramadhan, kemampuan anak negeri seharusnya tak diragukan karena sudah setara dengan orang-orang asing. Karena itu, kebijakan tersebut dianggapnya keliru dan tidak tepat. 

Ia pun mengaku sangat kecewa jika kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan. Ia secara terang-terangan tidak menyukai kebijakan tersebut.

"Partai Demokrat kecewa jika pemerintah tetap memaksa mengangkat orang asing daripada anak bangsa sendiri," katanya. 

Menurut Ramadhan, tindakan pemerintahan ini sudah menandakan bahwa Jokowi semakin neolib dan sudah keterlaluan karena mengagungkan keberadaan pihak asing. 

"Pemerintah Jokowi terlalu bersikap minder dan berlebihan kepada orang asing. Sehingga, pemerintah Jokowi pun berusaha mengambil orang asing untuk masuk ke dunia pemerintahan, terutama menjadi Dirut BUMN," katanya.  

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno berencana akan mengangkat orang asing untuk menjadi Dirut BUMN. Pendapatnya ini pun disetujui oleh Menteri Perekonomian, Sofyan Djalil. Menurutnya, langkah ini dianggap lumrah mengingat negara lain juga melakukan hal yang sama. (Republik.co)

Larangan Berjilbab Menteri Rini Dikecam DPR


Jakarta - WARA - Komisi VIII DPR memprotes kebijakan Menteri BUMN Rini Soemarno yang melarang pegawainya memakai jilbab panjang. Anggota Komisi Agama DPR, Deding Ishak, mengecam peraturan baru itu.

Deding menyebut, Rini telah melanggar Undang-Undang UUD 1945 Pasal 29 tentang kebebasan warga negara untuk memeluk agama dan beribadah sesuai keyakinan masing-masing.

"Kalau dia (Rini) melarang pengunaan jilbab, sama saja dia telah melanggar undang-undang, karena ini kebebasan yang menyangkut HAM di dalamnya. Makanya sebelum memutuskan itu, Rini belajar UU dan lihat Pasal 29," ujarnya kepada Okezone di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Sebagaimana diketahui, sebelum menggulirkan kebijakan larangan berjilbab Rini juga dikecam gara-gara berencana menjual gedung BUMN. Deding berpendapat, kebijakan-kebijakan kontroversial menteri-menteri kabinet kerja ini akan merugikan kredibilitas Jokowi.

"Yang jelas keputusan Rini sudah menabrak UU dan konstitusi, pengunaan jilbab kok dilarang itu kan aneh. Jadi sebaiknya jangan pemerintahan Jokowi kontraproduktif lah. Nanti dia sendiri yang rugi," tambahnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno dikecam karena menerapkan pengunaan jilbab panjang bagi pegawainya.

Hal tersebut diungkap oleh pemilik akun @estiningsihdwi. Esti memposting kriteria kriteria rekruitmen PNS Kementerian BUMN, seperti dilarang mengenakan jilbab panjang, pria dengan berjanggut, serta celana mengatung. (Okezone)

Ini Alasan Andrinof Chaniago Gelar Musrenbangnas di Hotel Mewah



Jakarta – WARA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Andrinof Chaniago memiliki alasan kuat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional 2014 di salah satu hotel mewah di kawasan Pancoran, Jakarta.

“Di mana gedung pemerintah bisa menampung orang sebanyak ini?” tanya Andrinof retoris, Kamis (18/12/2014).

Sebelumnya, media mempertanyakan alasan penyelenggaraan Musrenbang Nasional 2014 di hotel tersebut karena sudah ada aturan penghematan anggaran. Lebih lanjut, Andrinof pun menjelaskan bahwa pada prinsipnya pemerintah tetap melakukan penghematan anggaran sebagaimana yang diinstruksikan.

Musrenbang Regional yang dilakukan maraton dari tanggal 6 Desember hingga 16 Desember lalu menggunakan gedung pemerintah. “(Tapi untuk Musrenbang Nasional) kan semuanya dikumpulkan di sini,” imbuh Andrinof.

Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi telah mengeluarkan surat edaran agar semua kegiatan penyelenggara pemerintah menggunakan fasilitas negara. Surat edaran ini juga melarang penyelenggaraan rapat atau kegiatan dinas di hotel.

Kebijakan penghematan anggaran itu pun menuai berbagai kritik mulai dari karyawan hotel, bahkan Gubernur Sulawesi Selatan pun ingin aturan itu diperlonggar. (KOMPAS.com)

Pemerintah Akhirnya Talangi Utang Lapindo Rp 781 Miliar


Kurnia Sari Aziza Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (tengah) bersama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, di Kementerian PU, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (15/12/2014).

Jakarta - WARA - Pemerintah akhirnya menalangi kewajiban PT Minarak Lapindo Jaya sebesar Rp 781 miliar dalam proses ganti rugi tanah korban semburan lumpur di dalam area terdampak. Hal ini diputuskan setelah Lapindo menyatakan tak lagi mampu membayar.
 
"Sisanya Rp 781 miliar, Lapindo menyatakan tidak ada kemampuan untuk beli tanah itu. Akhirnya diputuskan pemerintah akan beli tanah itu," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono di Istana Kepresidenan, Kamis (18/12/2014).

Pembayaran utang Lapindo itu akan menggunakan pos BA99 (dana taktis) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan tahun 2015. Meski ditalangi pemerintah, Basuki menuturkan, Lapindo tetap harus melunasi kewajibannya itu. Sebab, pemerintah juga turut menyita seluruh aset Lapindo sebagai jaminan.

"Lapindo diberi waktu 4 tahun, kalau mereka bisa lunasi Rp 781 miliar kepada pemerintah, maka itu dikembalikan ke Lapindo. Kalau lewat, maka disita," ungkapnya.

Menurut dia, keputusan ini juga telah disepakati oleh CEO Lapindo Brantas Nirwan Bakrie. Basuki hari ini sudah mengontak langsung Nirwan melalui sambungan telepon. Skenario pelunasan utang ini pun akhirnya disepakati kedua belah pihak. "Tinggal di-follow up ke jaksa agung," ucap Basuki.

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengungkapkan alasan pemerintah yang akhirnya turun tangan membayarkan utang Lapindo. Menurut Andi, ini tak lain karena ketidakjelasan yang dialami masyarakat selama 8 tahun. Menurut Andi, warga butuh kepastian dan negara harus hadir pada saat seperti itu.

Andi mengatakan, pemerintah juga belum berpikir untuk menjatuhkan sanksi terhadap Lapindo akibat ketidakmampuannya membayar utang tersebut.

"Presiden tidak berpikir, rakyat sudah menunggu. Fokus bagaimana caranya supaya harapan yang tertunda ini bisa dipenuhi. Itu saja fokusnya. Hal-hal lain terkait fairness dari Minarak Lapindo, kita pikirkan kemudian," kata dia.

Gubernur Jawa Timur Soekarwo yang turut ikut dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo menyambut keputusan pemerintah itu. Menurut dia, dengan adanya pelunasan utang Lapindo oleh pemerintah, maka tindakan pembenahan tanggung oleh Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) bisa dilakukan.

"Ini keputusan bagus kementerian, peta terdampak berikan satu keleluasaan untuk pembenahan tanggul. Ini penting karena kalau luber akan jebol," ujar pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu. (KOMPAS.com )

Kementerian BUMN: Banyak Pegawai Kami yang Jilbab, Kata Siapa Jilbab Dilarang?

Jakarta - WARA - Kementerian BUMN menjawab isu yang berkembang di media sosial. Akhir-akhir ini, kementerian yang dipimpin Rini Soemarno ini kerap diserang isu liar. Salah satunya soal tes CPNS BUMN, diisukan melarang perempuan berjilbab.

Pihak Kementerian BUMN menepis tudingan yang sempat ramai ditudingkan oknum tak bertanggung jawab itu.

”Tidak ada pelarangan Jilbab. Pegawai perempuan kami banyak yang berjilbab, kata siapa jilbab dilarang?” jelas Kepala Humas BUMN Faisal Halimi dalam penjelasannya, Kamis (18/12/2014).

Ada 260 lebih pegawai BUMN. Diantara mereka ada yang berjilbab karena memang tidak dilarang. Dia juga menyayangkan isu yang berkembang soal pelarangan jilbab itu.

”Begini ya, itu Ibu Rini masuk kabinet 27 Oktober. Sedang penerimaan sudah sejak awal April dan diumumkan Juni Juli lalu. Tentang syarat umum dari Kementerian PAN RB, syarat khusus dari kami misal IPK. Tidak ada soal jilbab,” urai dia.

Yang dia heran, mengapa kemudian isu itu malah menyeret Rini. “Jadi tudingan-tudingan itu kami sayangkan, Kok Bu Rini yang ketiban,” tutup dia. (detik.news)

Sejarah Wali Songo – 9 Wali Penyebar Islam di Jawa



Perjalanan Sejarah Wali Songo dimulai sekitar abad ke-14, dimana saat itu mereka dikenal sebagai penyebar Islam di tanah Jawa. Ke-9 orang yang tergabung dalam wali songo ini memutuskan untuk tinggal di wilayah-wilayah penting di sekitar pantai utara Jawa. Daerah penting pertama terletak di Jawa Timur yaitu Surabaya, Lamongan, Tuban, dan Gresik. Jawa Tengah menjadi titik yang mereka anggap penting, terdiri dari Demak, Kudus, dan Muria. Daerah terakhir yang menjadi tempat tinggal mereka adalah Cirebon yang mewakili daerah Jawa Barat. Masa munculnya Wali Songo menandakan berakhirnya era dimana Hindu-Buddha menjadi agama mayoritas dan secara perlahan mulai terganti oleh budaya Islam. Wali Songo sendiri merupakan simbolisasi penyebaran Islam di Indonesia, terutama di pulau Jawa.


Sejarah Wali Songo
Sejarah mengenai Wali Songo tidak tercatat dengan baik, meski begitu, ada satu pendapat yang berkembang di masyarakat bahwa mereka merupakan sebuah majelis dakwah yang berdiri pada tahun 1404 oleh Maulana Malik Ibrahim yang kemudian berganti nama menjadi Sunan Gresik. Terbentuknya Wali Songo ini dipercaya membawa angin baru pada peradaban masyarakat Jawa, terutama dalam bidang cocok-tanam, perniagaan, kesehatan, kesenian, kemasyarakatan, kebudayaan, bahkan hingga budaya pemerintahan.

Asal nama Wali Songo sendiri menuai berbagai perbedaan di kalangan masyarakat dan alim ulama. Salah satu pendapat yang berhembus adalah bahwa Wali Songo berarti wali yang sembilan, dimana sanga atau songo merupakan bahasa Jawa bagi sembilan. Ada juga yang berpendapat bahwa nama Wali Songo tidak berasal dari bahasa Jawa sama sekali, melainkan dari kata tsana yang berarti mulia dalam bahasa Arab, membuat Wali Songo berarti wali yang mulia, atau utusan dari yang mulia (Tuhan). Pendapat lainnya mengatakan bahwa kata songo merupakan perubahan dari kata sono/sana yang berarti tempat dalam bahasa Jawa.

Sejarah Wali Songo dimulai dengan Sunan Gresik yang tidak tercatat bukti sejarah tentang asal keturunannya. Kesepakatan yang ada pada masyarakat adalah Sunan Gresik tidak berasal dari Jawa, dan sebutan Syekh Maghribi dari masyarakat mungkin menandakan daerah asalnya, yaitu dari area Arab Maghrib, Afrika Utara. Dalam Babad Tanah Jawi versi J. J. Meinsma, nama yang diberikan pada Sunan Gresik adalah Makhdum Ibrahim as-Samarqandy, yang oleh orang Jawa diucapkan sebagai Makhdum Ibrahim Asmarakandi. J. J. Meinsma juga memperkirakan bahwa Sunan Gresik dilahirkan di Asia Tengah, tepatnya Samarkand di awal-awal abad ke-14. Raffles juga menuliskan tentang Sunan Gresik pada bukunya, History of Java, dimana Sunan Gresik dikenal sebagai keturuan Jenal Abidin, berasal dari daerah di Arabia, serta sepupu dari raja di Chermen dan sedang menetap bersama Mahomedans di Jang’gala, Desa Leran.

Wali kedua adalah Sunan Ampel yang juga dikenal sebagai Raden Rahmat. Wali kedua ini diperkirakan lahir di Champa, yang menurut Encyclopedia Van Nederlandesh Indie terdapat di Kamboja sementara menurut Raffles, Champa merubakan sebuah tempat di Aceh yang kini namanya berubah menjadi Jeumpa. Beberapa pendapat menyatakan bahwa Sunan Ampel merupakan keturunan Tiongkok dan dikenal dengan nama Bong Swi Hoo, cucu dari seorang suku Hui Islam bernama Haji Bong Tak Keng yang saat itu bertugas sebagai pemimpin komunitas Tiongkok Champa. Sunan Ampel mendirikan sebuah masjid di Demak pada tahun 1479 dan dikenal sebagai Masjid Agung Demak. Penerusnya di Demak adalah Sunan Demak, anaknya sendiri.

Raden Maulana Makdum Ibrahim lahir pada tahun 1465, dan merupakan wali ketiga dengan nama Sunan Bonang. Ia merupakan putra dari pasanang Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila. Nama Sunan Bonang sendiri diperkirakan adalah sebutan lokal dari nama Bong Ang, sama dengan marga Ayahnya, Bong Swi Hoo. Sunang Bonang memiliki kelebihan dalam bidang penggubahan sastra berbentuk suluk, dimana salah satu karyanya yang terkenal adalah sebuah tembang dengan judul Tombo Ati yang hingga saat ini masih sering didendangkan oleh orang-orang. Karya lainnya yang populer dikalangan santri-santri adalah sebuah kitab setebal 234 halaman bernama Tanbihul Ghofilin, kitab yang berisi tentang ilmu tasawuf.

Sejarah Wali Songo berlanjut dengan masa dakwah dari Sunan Drajat yang lahir pada tahun 1470 dengan nama Raden Qasim. Wali keempat ini merupakan putra lainnya dari Sunan Ampel, membuatnya bersaudara dengan Sunan Bonang. Salah satu penacapaian dari Sunan Drajat adalah pendirian sebuah pesantren di desa Drajat, Lamongan, yang bernama pesantren Dalem Duwur. Menurut perkiraan, Sunan Drajat tutup usia pada tahun 1552.

Wali berikutnya adalah Sunan Kudus yang lahir dengan nama Sayyid Ja’far Shadiq Azmatkhan pada tanggal 9 September 1400. Ayah dari Sunan kudus merupakan anak laki-laki dari seorang Sultan yang ada di Palestina, dan memiliki nama Sayyid Fadhal Ali Murtazha. Sunan Kudus memilih untuk melakukan pendekatan kultural yang amat kuat demi menampilkan warisan dan tanda dakwahnya.

Sunan Giri yang merupakan wali ke-6 merupakan pendiri dari Giri Kedaton dan murid dari Sunan Ampel. Keberhasilan Sunan Giri nampakn dari berdirinya Pesantren Giri yang menjadi pusat penyebaran Islam di Jawa. Pengaruh ajaran di Pesantren Giri kemudian menyebar hingga Maluku.

Sejarah Wali Songo berlanjut dengan Sunan Kalijaga, putra dari Raden Sahur, seorang adipati Tuban. Sunan Kalijaga merupakan murid dari Sunan Bonang dan menggunakan seni dan budaya seperti wayang dan suluk sebagai sarana dakwahnya. Perjuangan Sunan Kalijaga dilanjutkan oleh putranya, Sunan Muria yang juga anggota Wali Songo. Wali terakhir dalam Wali Songo adalah Sunan Gunung Jati yang juga dikenal sebagai Syarif Hidayatullah, putra dari Syekh Husain Jamaluddin Akbar. Pada masanya, Sunan Gunung Jati menjadikan Cirebon pusat dakwah Islam.

Demikian artikel singkat mengenai Sejarah Wali Songo – 9 Wali Penyebar Islam di Jawa, semoga informasi diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda mengenai sejarah penyebaran islam di tanah jawa yang di pelopori oleh 9 orang wali atau yang dikenal wali songo. Terima kasih telah mengunjungi Kumpulan Sejarah. Simak dan update terus informasi sejarah lainnya hanya di halaman kami portalsejarah(dot)com.