Selasa, 16 Desember 2014

Korban Pembantaian di Sekolah Pakistan Kini 135 Orang


Anak-anak sekolah di Peshawar korban Taliban (REUTERS/Khuram Parvez)

WARA - Militan Taliban Pakistan menyerang sekolah di Peshawar. 135 orang meninggal seketika, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak.

Pihak keamanan terkait mengidentifikasi ada enam penyerang dan semuanya berakhir meninggal. Otoritas keamanan setempat masih menyisir lokasi untuk menemukan kemungkinan adanya bom yang tertinggal atau disembunyikan para penyerang.

Dilansir melalui BBC, Selasa 16 Desember 2014, serangan ini dianggap sebagai yang paling mematikan yang pernah dilakukan Taliban di Pakistan. Korban luka dilarikan ke rumah sakit terdekat dan banyak orang tua mencari berita mengenai anak-anak mereka.

Diduga, militan Taliban sekarang lebih menargetkan penyerangan terhadap anak-anak sekolah ketimbang melakukan penyanderaan. Selama ini ribuan warga Pakistan tewas karena kekerasan yang dilakukan para militan. Namun serangan kali ini cukup mengejutkan.

Juru bicara Taliban mengatakan kepada BBC Urdu jika sekolah tersebut memang telah menjadi target serangan sebagai respons atas operasi militer. Raturan pejuang Taliban diduga banyak yang tewas saat operasi militer dilakukan di Waziristan Utara dan dekat wilayah Khyber.

Data Reuters, dari otoritas setempat mengatakan, setidaknya ada 100 anak yang tewas. Namun sumber lain menyebutkan angkanya tidak sebesar itu.

Serangan dimulai pukul 10.00 waktu setempat. Seorang pekerja di sekolah itu, Mudassir Awan mengatakan dirinya melihat sekitar 6 orang memanjat dinding sekolah.

”Kami kira mereka hanyalah anak-anak yang sedang bermain. Namun tidak lagi, kami melihat mereka ternyata membawa banyak senapan,” kata dia.

Anak-anak yang selamat bersaksi bahwa mereka melihat para pejuang militan itu menghampiri setiap ruangan sekolah dan melontarkan tembakan secara brutal. Bahkan seorang anak mengatakan jika dirinya mencoba menyelamatkan diri bersama 10 anak lainnya. Sayangnya, hanya dia satu-satunya yang selamat.

Sekolah tersebut terletak di kompleks militer Peshawar. Lokasinya dekat dengan perbatasan Afghanistan. Banyak murid yang bersekolah di tempat itu adalah anak-anak dari personel militer. Kebanyakan dari mereka berusia di bawah 16 tahun.

Penerima Nobel asal Pakistan, Malala Yousafzai mengutuk penyerangan itu. “Saya bersama jutaan orang lainnya di dunia ini menyampaikan duka cita yang mendalam untuk anak-anak ini, untuk kakak dan adik saya. Tapi kami tidak akan pernah bisa dikalahkan,” ujar Malala.

Perdana Menteri Nawaz Sharif menganggap serangan ini sebagai tragedi nasional. Bahkan, pemimpin oposisi Pakistan, Imran Khan, mengatakan serangan ini sebagai tindakan barbar.

Juru bicara Taliban, seperti dikutip Reuters, beralasan jika serangan ini mereka lakukan terhadap sekolah karena pemerintah Pakistan sedang menyasar keluarga dan perempuan Taliban. (VIVAnews)

Basuki Ingin Seluruh Masjid di Jakarta Miliki Taman dan Halaman Luas


Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama berfoto bersama marbot (pengurus masjid) sebelum keberangkatan umroh, Selasa (16/12).

Jakarta- WARA - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ingin agar seluruh masjid di Jakarta memiliki taman dan halaman yang luas.
 
"Saya ingin masjid-masjid ada taman dan halaman. Masjid di RW-RW yang padat harus punya halaman," kata Basuki saat melepas marbot untuk diberangkatkan umroh di Balai Agung, Jakarta, Selasa (16/12).

Basuki mengatakan, pihaknya akan membeli lahan-lahan di depan masjid jika masyarakat bersedia mewakafkan tanahnya, untuk dijadikan taman dan halaman masjid.

Keberadaan taman dan halaman tersebut bertujuan untuk memberikan ruang berekspresi bagi para pemuda masjid, yang dijaga dan dirawat oleh marbot masjid itu sendiri.

"Nanti lahannya dibeli mau pakai nilai jual objek pajak (NJOP) atau harga pasar. Kalau dapat kita beli, sehingga ada taman dan halamannya, jadi anak-anak muda masjid ngumpul di situ," katanya.

Selain masjid, Basuki juga ingin agar anak-anak umur 12 tahun khatam atau selesai baca Al-Quran. (SP)

Delvi Cs Jual Daging Korban Mutilasi Rp 35 Ribu Per Bungkus


Tiga pelaku mutilasi bocah, Delvi (20), Dita Desmala Sari (20), dan Supiyan (26), mendengarkan keterangan empat orang saksi di PN Siak dalam sidang di Pengadilan Negeri Siak Sri Indraputa, Senin (10/11/2014). 

Siak – WARA  - Sidang lanjutan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan Delvi Cs kembali digelar di Pengadilan Negeri Siak Sri Indrapura, Selasa (16/12/2014) dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.
 
Tiomina S (60), saksi yang dihadirkan jaksa memberikan kesaksian terkait tiga bungkus daging, yang diduga daging korban yang dimutilasi oleh dua terdakwa, Delvi dan Supiyan, yang dibeli oleh saksi saat bulan puasa tahun lalu.

Dalam kesaksiannya, wanita yang biasa di panggil 'Opung' ini mengaku, awalnya dia tengah duduk-duduk di belakang rumahnya. Dua terdakwa Delvi dan Supiyan datang menghampirinya, dan menawarkan daging.

"Beli daging sapi Opung? Begitu kata mereka. Saat itu saya menanyakan dari mana daging itu. Mereka menjawab itu daging sapi kurban yang baru dipotong," ujar Tiomina.

Tiomina mengaku tidak curiga. Dari lima bungkus kantong daging yang dibawa oleh dua terdakwa, dia hanya membeli tiga kantong daging seharga Rp 100 ribu.

"Awalnya mereka menawarkan satu kantong Rp 75 ribu. Kemudian saya menawarkan Rp 35 ribu. Dan mereka bilang, jangan segitu la opung. Akhirnya saya beli 2 kantong Rp 75 ribu," katanya.

Namun ketika itu, dua terdakwa meminta saksi untuk membeli lagi.

"Belilah satu lagi opung. Saya bilang untuk apa banyak-banyak. Dan kemudian saya menawar kalau mau Rp 25 ribu, ya saya ambil. Dan akhirnya saya membayar Rp 100 ribu untuk tiga kantong daging," katanya. (Tribun)

Menko Tedjo: Ada Ratusan Pendukung ISIS di Poso, Menggelisahkan



Jakarta - WARA - Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdjiatno mengatakan Indonesia tengah waspada. Katanya, ia menerima laporan intelijen bahwa ada pergerakan ratusan orang kelompok Islamic State of Suriah and Iraq (ISIS) di Poso, Sulawesi Tengah.

"Data kami ada ratusan WNI dan WNA di Poso (terlibat ISIS-red). Ini sangat digelisahkan. Gubernur Sulawesi Tenggara dan bupati sudah meminta bantuan untuk menyelesaikan ISIS di sana," kata Tedjo saat diwawancarai wartawan di Balai Samudera, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (16/12/2014).

Kata Tedjo, laporan adanya pergerakan ISIS di Poso itu sudah disikapi serius oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi telah meminta seluruh pihak terkait untuk mengambil langkah-langkah agar kelompok tersebut tidak berkembang dan mengganggu keamanan.

"Poso ini kan sudah banyak WNI maupun asing yang masuk di sana. Pak presiden sudah meminta untuk diantisipasi agar tidak menggangu pembangunan di sana. Ya ini sudah masuk laporan intelijen supaya diselesaikan dengan baik," imbuh Tedjo.

Ditambahkan Tedjo, pemerintah akan terus melakukan pemantauan terhadap kelompok ISIS di Indonesia.

"Saya rasa cukup banyak, nanti akan diinfokan kalau ada jumlah pasti. (Jumlahnya-red) ratusan, sudah mulai bergerak ke sana dan akan begerak ke sana. Akan kita lakukan pendalaman sehingga mereka tidak seenaknya keluar masuk bergabung dengan ISIS," ucap Tedjo.

Tanaman Untuk Obat Tumor Ganas


WARA – Sering melihat tumbuhan diatas? Tumbuhan yang sering tumbuh liar di semak-semak, hingga di pekarangan rumah ini ternyata memiliki banyak faedah yang sering terlewatkan.
 
Salah satunya, seperti dilansir situs dailyhealthpost.com, mengandung zat seperti analgesik, sitotoksik, antihiperglikemi, anti bakteri, imunostimultan, imunosupresan hingga antivirus yang berguna untuk penyembuhan tumor ganas dan mengaktifkan fungsi kelenjar tubuh. Hebatnya, zat-zat tersebut ditemukan di keseluruhan tumbuhan yang bisa tumbuh hingga setinggi satu meter ini.

Di wilayah Rejang Lebong, tanaman ini sering disebut “Cemplukan” (Jakarta = Ciplukan). Buahnya ditutupi daun berbentuk lonceng. Warna daun dan buah didalamnya hijau gelap ketika muda, kemudian berangsur menjadi hijau muda dan ketika benar-benar matang akan berwarna kekuningan. Buahnya memiliki rasa yang manis bila sudah benar-benar matang.

Selain zat-zat yang disebut diatas, khusus didalam buah dan bijinya, masih terdapat beberapa zat lain yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh. Disitus carasehatalami.info misalnya, memaparkan bahwa didalam buah Cemplukan ini terkandung chlorogenik acid, C27H440-h20, asam sitrun dan fisalin. Sedangkan didalam bijinya, terdapat zat Claidic acid. Terpenting, seperti buah-buahan lainnya, Cemplukan juga mengandung serat, vitamin C dan gula.

Beberapa penelitian tentang buah Cemplukan ini, antara lain dilakukan oleh Baedowi pada tahun 1998, yang dilansir oleh situs pharmacynyc.com juga menyatakan beberapa zat dari tanaman ini diduga berguna untuk menghambat penyakit Tuberculosis (TBC).

Nah, masih sering menemui tanaman ini di pekarangan rumah anda? Tidak ada salahnya untuk membudidayakan tanaman ini dan mengkonsumsinya untuk kesehatan tubuh. (dailyhealthpost.com)