Jumat, 28 November 2014

Gaji Guru Honor di Palembang Rp 300 Ribu per Bulan


ILUSTRASI: Anggota Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung menggugat lewat unjuk rasa di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Rabu (26/11/2014). Mereka menuntut agar dana hibah untuk 20.497 guru honorer Kota Bandung sebesar Rp 62 Miliar yang disalurkan melalui FKGH Kota Bandung segera dicairkan.

Palembang – WARA,
Tercatat sebanyak 8000 guru honor baik sekolah negeri dan swasta di kota Palembang masih berinsentif minim . Kepala Disdikpora kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, salah satu masalah dalam dunia pendidikan yakni insentif para guru honor yang masih miris.

“Saya merasa miris melihat gaji guru honor yang hanya Rp 300 ribu perbulan,” ujarnya, usai acara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke 21 dan HUT PGRI ke 69 di Sriwijaya Promotion Center,Kamis (27/11).

Ia mengatakan guru honor haruslah dihargai sebagai dasar ketenagakerjaan yang mengabdikan dirinya sebagai seorang guru dalam membangun bangsa. “Masih banyak sekali jumlah guru honor yang ada baik di kota Palembang maupun Sumsel,” kata dia.

Dengan mengandalkan gaji sebesar Rp 300 ribu per bulan dan belum ditambah dengan transfortasi dan biaya yang lainnya itu tak cukup membiayai kesejahteraan guru. “Untuk UMR kota Palembang saja sudah diatas Rp 1 juta dan guru honor khususnya hanya Rp 300 ribu per bulan yang setiap hari mereka kerja,” tambah dia.

Karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah pusat maupun kota dan daerah mampu mencurahkan perhatiannya kepada kesejahteraan guru khususnya guru honor. “Kami meminta pemerintah pusat maupun kota dapat meningkatkan insentif guru,” kata dia.

Walaupun memang, sebelumnya walikota sudah meningkatkan insentif gaji guru honor akan tetapi baru sebanyak 321 guru pinggiran dan sekolah kecil.

“Tahun depan kita meminta agar program sekolah gratis, kuliah gratis dapat juga memperhatikan kesejahteraan guru di dalamnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumsel, Ishak Mekki mengatakan program sekolah gratis sudah berjalan dengan baik di Sumsel. “Masih banyak permasalahn yang ada di dunia pendidikan,” kata dia.

Gedung sekolah dan fasilitas yang ada di kota Palembang itu merupakan tanggung jawab dari pemerintah kota, namun pemerintah provinsi akan membantu apa yang menjadi kekurangan dan hambatan supaya pendidikan yang ada dikota palembang tidak ada kendala ini yang diharapkan.

“Pembangunan gedung sekolah maupun perbaikan gedung sekolah yang kurang layak untuk anak-anak didik ini merupakan pioritas baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten kota,jadi kita sama - sama memperhatikannya supaya nantinya akan menjadi betul - betul maju,berprestasi serta kondisi sekolah - yang ada menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya. (TRIBUNSUMSEL.COM)

Tangani Banjir Tahunan Jakarta, Ahok Libatkan TNI



Anggota TNI bantu bersihkan kali.
Jakarta - WARA,
Berbagai cara dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mencegah datangnya banjir di Ibu Kota. Dengan bantuan beberapa pihak, Pemprov secara rutin akan membersihkan kali yang ada Jakarta.

Dalam rapat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dengan Pangdam Jaya, Mayjend TNI Agus Sutomo, Jumat 28 November 2014. Ahok, sapaan Basuki meminta langsung kepada Pangdam agar prajurirnya bisa membantu membesihkan sungai.

”Tentara kan sudah biasa perang, kalau keroyokan kerjanya bagus banget, dan rapi banget. Jadi kalau kayak film perang, langsung dibagikan, pleton ini tungguin ini, jalan ini tungguin prajurit lainnya.” ujar Ahok saat ditemui di Jakarta.

Ahok menjelaskan, kerjasama untuk membersihkan kali dengan TNI ini akan dilakukan mulai Desember 2014.

”Diusahakan bulan Desmeber harus sudah mulai. Masalah dana bisa dana operasional saya, pokoknya Desember harus sudah mulai karena prediksi musim hujan kan bulan Januari,” kata Ahok.

Menurut Ahok, kali yang menjadi prioritas dibersihkan terlebih dahulu ialah kali Ciliwung. “Kita pingin keroyok Ciliwung. Ciliwung mau kita rapihin. Dandim utara ini, dari ujung sini ke sini. Semua dibagi,” tambah Ahok.

Pembersihan kali ini bukan hanya melibatkan TNI, tetapi Ahok mengaku sudah merekrut pemulung untuk membantu kinerja TNI perangi sampah Kali Ciliwung. (VIVAnews)

Hamas Berniat Buka Kantor Perwakilan di Indonesia

Ilustrasi
Jakarta – WARA,
Tujuh orang perwakilan delegasi organisasi perjuangan kemerdekaan Palestina Hamas menemui pimpinan Dewan Pimpinan Rakyat (DPR) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/201).

Politisi PKS, Agus Abubakar Arsal Alhabsyi menjelaskan, pertemuan tersebut yang diwakili oleh wakil ketua bidang politik Hamas, Abu Umar Muhammad membicarakan hubungan kerja sama dengan Indonesia.

“Pertemuan tersebut diwakili oleh Wakil Ketua bidang politik, Abu Umar Muhammad. Dirinya ingin bersilahturahmi dengan sahabat negara Islam terbesar dan bertemu dengan pimpinan. Intisari pertemuannya, Silahturahmi ingin menciptakan hubungan dan ingin buka semacam perwakilan di Indonesia, semacam duta besarlah,” ujar Abubakar di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/2014).

Dirinya menyambut baik usulan tersebut. Menurutnya, hal itu dinilai baik karena bisa menghargai pejuang Palestina.

“Bagus dong, karena untuk wakil Hamas di Indonesia, pemerintah dan Hamas ada pola yang berbeda menghargai pejuang-pejuang Palestina,” kata Abubakar. (TRIBUNNEWS.COM)

Pemimpin Yang Selalu Dibenarkan Tindakannya Akan Jadi Diktator



Jakarta – WARA,
“Sesungguhnya hidup ini universitas yang abadi. Mari kita saling belajar, saling berbagi dan saling menasihati.”
Begitu disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui akun twitternya @SBYudhoyono, Jumat (28/11/2014).

“Dalam dunia politik, kekuasaan menjadi yang utama. Raihlah kekuasaan itu dengan cara yang benar & gunakan pula secara benar,” kicau Presiden RI periode 2004-2009 dan 2009-2014 itu.

Menurut SBY kekuasaan sangatlah menggoda. Karena itu, gunakanlah secara tepat dan bijak. Jangan sewenang-wenang dan melampaui kewenangannya. “Besar hendak melanda, panjang hendak melindih.”

“Tidakkah Allah SWT memberikan kekuasaan kepada yang dikehendaki dan mencabut kekuasaan itu dari siapa yang dikehendaki,” kata SBY, sementara “Kebenaran mutlak adalah milik Tuhan. Karenanya, jangan selalu membenarkan yang kuat, tetapi perkuatlah kebenaran.”

SBY menyarankan agar pemimpin negeri ini dapat memetik pelajaran di dunia. Tidak cuma ingin dituruti perkataan dan tindakannya.

“Petik pelajaran di dunia. Pemimpin yang selalu dibenarkan apapun perkataan dan tindakannya, tak disadari bisa menjadi diktator atau tiran,” ujarnya.

SBY sendiri meyakini setiap pemimpin ingin berbuat yang terbaik. Tidak ingin jadi diktator atau tiran yang kemudian harus jatuh, seperti yang sering terjadi. Karenanya, dengan tetap menghormati pemimpin, rakyat bisa menyampaikan kritik dan sarannya. Pemimpin kata SBY harus sabar mendengarkan.

“Kritik itu laksana obat. Jika dosis dan cara meminumnya tepat, badan menjadi sehat. Mengkritik pemimpin haruslah beretika dan patut,” kata SBY. (TRIBUNNEWS.COM)

Kesaksian Mahasiswa Soal Korban Demo Makassar

Warga dan mahasiswa terlibat bentrok di depan kampus UMI, Makassar, 27 November 2014.
Jakarta - WARA,
Muhammad Arief, 17 tahun, warga Pampang I, Kecamatan Panakkukang, Makassar, diduga tewas setelah terkena tembakan gas air mata pada bagian kepala belakang. Korban terjatuh dan kepalanya terbentur di aspal.

"Arief memang berada di barisan depan bersama kami," kata Wandi, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia, Jumat, 28 November 2014. (Baca: Kronologi Tewasnya Arief pada Demo BBM di Makassar)

Arief menjadi korban saat mahasiswa UMI berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Makassar, Kamis kemarin. Arief tewas setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Ibnu Sina.

Wandi, mahasiswa semester V UMI, menceritakan insiden tewasnya Arief saat aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Aksi demo itu berakhir bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Ketika unjuk rasa, ujar Wandi, korban masih menjalani aktivitasnya sebagai pengatur lalu lintas alias "pak ogah". Namun, saat terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi, korban bergabung dengan mahasiswa melawan polisi.

"Saat polisi pukul mundur pengunjuk rasa, mereka melarikan diri tinggalkan kantor Gubernur Sulawesi Selatan sambil berdesak-desakan," tutur Wandi.

Polisi mencoba membubarkan paksa pengunjuk rasa tersebut dengan menggunakan gas air mata dan mobil water cannon. Korban terkena tembakan gas air mata. Ia jatuh tersungkur ke aspal. Karena berdesakan, mahasiswa yang ada di belakang korban berjumlah lima-enam orang menginjak korban.

"Korban sempat lari sebentar saat terkena tembakan gas air mata, kemudian jatuh dan diinjak mahasiswa," kata Wandi.

Setelah terinjak oleh mahasiswa, Arief tergeletak tepat di samping mobil taktis operasional polisi dengan kondisi kepala pecah di bagian kiri dan mengeluarkan darah cukup banyak. "Pas korban jatuh, baru mobil taktis operasional melintas. Korban pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Ibnu Sina," ujarnya. (TEMPO.CO)

Arif Tewas Ditembak dari Atas Water Canon

Makassar – WARA,
Muhammad Arif, warga Jl Pampang I, Makassar, yang tewas dalam bentrok polisi dengan mahasiswa UMI saat menggelar unjuk rasa menolak naiknya harga BBM di depan kampus UMI, Jl Urip Sumohardjo, Kamis (27/11/14) sore, diduga ditembak oleh polisi dari atas truk water canon.

Informasi ini dilansir oleh cakrawalaide.com, unit penerbitan dan penulisan mahasiswa UMI. Berikut laporan cakrawalaide.com berjudul ‘Kronologi Tindakan Represif Aparat Terhadap Mahasiswa UMI. Satu Warga Tewas’, yang disalin utuh tribun-timur.com.

Tindakan represif polisi terjadi lagi, setelah pemukulan, penghancuran yang dilakukan instansi penegak hukum ini di Kampus UNM Gunung Sari tanggal 13 November kemarin. Kali ini aksi yang sama terjadi pula di Kampus UMI. Dibeberapa aksi mahasiswa dalam penolakan kenaikan harga BBM di Makassar, selalu direspon aparat dengan tindak represif, yang dalam beberapa kasus dibantu oleh preman.

Kamis, (27/11) aksi demonstrasi mahasiswa UMI didepan kampus kemudian bergeser ke gubernuran, berbuah bentrok. Mahasiswa UMI kembali berhadapan dengan pihak kepolisian. Dalam bentrok ini satu warga tewas.

Berikut kami memuat kronologi aksi, hasil wawancara kami dengan demostran dan salah satu warga yang melihat jalannya aksi hingga bentrokan:

Sebelum bentrokan terjadi, awalnya kasus ini berangkat dari aksi demonstrasi mahasiswa UMI yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak di depan kampus pukul 15.00 WITA. Barisan massa mahasiswa ini, menamakan diri mereka Aliansi Mahasiswa UMI Bersatu. Mereka menuntut agar pemerintah mencabut kebijakan kenaikan harga BBM, sekaligus mencopot Kapolda SULSELBAR agar turun dari jabatannya.

Mahasiswa yang bergerak dengan tuntutan tersebut, kemudian pergi ke Kantor Gubernur SULSEL dan mendesak agar gubernur menandatangani petisi yang dibuat aliansi yang memuat bahwa Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan tidak sepakat atas kebijakan pemerintah pusat yang menaikan harga BBM. Namun hal ini memanas ketika aliansi mengetahui bahwa yang menandatangani petisi tersebut bukan gubernur tapi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), yang kebetulan ada di Kantor Gubernur. Mahasiswa pun marah dan menganggap bahwa tindakan yang dilakukan oleh gubernur merupakan penghinaan terhadap aksi yang awalnya berjalan baik.

Satpol PP yang melihat massa yang tidak kondusif, kemudian bergerak menuju kearah mahasiswa, kemudian ada yang melempar batu. Batu tersebut berasal dari barisan Satpol PP. hal ini semakin memperkeruh suasana dan memancing kemarahan mahasiswa. Mahasiswa kemudian membalas, bentrokan pun tak terelakan.

Bentok yang semakin memanas, memaksa satuan Brimob untuk bertindak dan mengejar mahasiswa. Warga yang kebetulan ada dibarisan mahasiswa kemudian terkena tembakan dibagian belakang kepala, warga tersebut jatuh tak sadarkan diri. Tak hanya di tembak, water cannon malah menyambar warga yang tergeletak. Warga tersebut diketahui bernama Muhammad Arif, Warga Pampang.

Menurut sumber yang kami wawancarai, yang menembak Arif adalah polisi (shooter) diatas water cannon, dan ia juga mengatakan keterlibatan warga tak ada sangkut pautnya dengan mahasiswa. Namun dalam penuturannya, ia mengakui bahwa warga bergerak sendiri, biasanya berada dibelakang aksi mahasiswa. Sehingga terkesan bahwa warga pro terhadap aksi mahasiswa.

Setelah tertembaknya Arif, warga Pampang kemudian menyerang balik hingga ke Kantor Gubernur, menurut salah satu saksi, Phinisi (nama samaran), warga pampang yang menyerang kemudian melempari warga disekitar kantor gubernuran. Sehingga terjadilah bentrokan antar sesama warga. Warga disekitar gubernuran berada di barisan brimob, dan bersama mengejar warga dan mahasiswa hingga kedalam kampus. Polisi yang berusaha menyerang kampus melepaskan gas air mata, sehingga asap gas tersebut sampai ke mesjid.

Dalam pantauan kami, setidaknya lima motor mahasiswa dibakar warga, tiga dalam kampus (samping Mesjid Umar bin Khattab), dan dua lainnya di luar kampus. (TRIBUN-TIMUR.COM)

Dilapori Ada Yang Tewas Saat Demo BBM, Jokowi Sebut Urusan Polisi

Bentrok demo kenaikan BBM


WARA- Presiden Jokowi hari ini mendapatkan laporan adanya aksi demo kenaikan harga BBM memakan korban di Makassar. Menanggapi laporan tersebut, Jokowi menyebut itu adalah urusan polisi.

"Itu kan sebenernya urusan di kepolisian," ujarnya di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/11).

Jokowi mengatakan, selain ditangani oleh kepolisian, pengamanan demo kenaikan BBM juga dibantukan oleh TNI.

"Ada dari TNI yang melakukan tugas pembantuan," singkatnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa tewas terlindas water canon saat melakukan aksi demo kenaikan harga BBM. Mahasiswa tersebut terjatuh saat melakukan aksi demo. (Merdeka.com)