![]() |
| Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo |
Senin, 24 November 2014
Gubernur Ganjar Pecat 25 PNS Gara-gara Poligami
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memecat sebanyak 25 pegawai negeri sipil (PNS) sepanjang tahun 2014. Dari puluhan PNS Pemprov Jateng yang diberhentikan tidak hormat itu, sebagian di antara kedapatan terlibat kasus poligami.
Pengendara Motor: Pertamax Turun? Bohong
![]() |
Sejumlah pengendara motor antre
untuk mengisi Bahan Bakar Minyak jenis Premium subsidi di SPBU Jalan Ahmad
Yani,Palembang,Senin (25/8/2014).
|
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis
pertamax di Palembang harganya masih tetap. Padahal dalam diberitakan harga bbm
non subsidi itu mengalami penurunan.
"Pertamax turun? Ah bohong.
Buktinya saya tadi beli, harganya Rp 12.500," ujar seorang pengendara
sepeda motor pada tribunsumsel.com, Senin (23/11/2014).
Ia mengaku cukup kecewa dengan harga
demikian. Sebab dalam berita yang ia ketahui baik di media televisi maupun
berita online, harga pertamax mengalami penurunan karena harga minyak dunia
yang cenderung menurun.
"Ya sudahlah, ndak apa-apa.
Udah kepalangan beli juga, minimal udah tau harga pertamax di Palembang gak
turun," kata pria yang bekerja sebagai sales tersebut.
"Iya mas disini gak turun.
Harga tetap. Kita gak tau kenapa gak ikut turun," ujar seorang petugas
SPBU di kelurahan kawasan Karya Jaya. (TRIBUNSUMSEL.COM)
Setelah Dihantam Palu Oleh Polisi, Warga Ini Terpaksa Mengaku Membobol Brangkas
![]() |
| Ilustrasi |
Aco Jumadi (29) warga
Kerung-kerung Kota Makassar,terpaksa mengaku melakukan pembobolan brankas dari
sebuah Dealer motor di Jl. Poros Palangga, Gowa, setelah sikunya dipukul palu
oleh anggota polisi Polsek Palangga saat dirinya dalam tahanan.
Saat ditemui tribun dibalik
tahanan Pengadilan Negeri Sungguminasa, Senin (24/11), Aco yang sudah divonis 2
tahun oleh Jaksa Penuntut Umum, menceritakan awal kronologis dirinya ditahan.
Kejadian pembobolan terjadi
pertengahan Maret 2013. Saat itu, Aco yang bekerja sebagai tukang pres ban
tepat depan dealer motor tersebut, hanya dipanggil menjadi saksi.
Aco memang berteman dengan para
pelaku. Namun sebulan kemudian Aco ditahan selama tujuh bulan. Aco sendiri
mengaku tidak tahu kenapa ditahan.
Setelah pelakunya tertangkap
yakni Akbar dan Karim, Aco dikeluarkan November 2013. Herannya, beberapa bulan
kemudian Aco kembali ditangkap Mei 2014.
Didalam tahanan, pengakuan Aco
dia dipaksa untuk mengakui kalau dia juga ikut membobol.
“Saya sudah bilang pelakunya
sudah ditangkap dan bukan saya. Tapi dipaksa mengaku, siku saya dihantamkan
palu-palu, lutut saya, kepala ku sampai pecah, bahkan kuku jempol kakiku
tercabut. Karena sudah tidak kuat terpaksa saya mengaku. Sakit mi dipukuli,”
ujar Aco yang tidak terima vonisnya dari jaksa penuntut umum.
Aco juga menambahkan kalau saat
ditahan, bukan hanya dia saja yang dipukul. Rekannya Lukman juga mengalami
pemukulan oleh polisi dan dipaksa mengaku.
Tidak tahan dengan pukulan,
Lukman pun mengaku. “Dia juga akhirnya mengaku karena tidak tahan dipukul.
Disetrum belakangnya. Tapi dia keluar karena membayar Rp 8 juta sama polisi,”
lanjutnya.
Kini Aco harus tetap menjalani
masa tahanannya selama dua tahun, meski dirinya tidak terima.
Sebab menurutnya bukan dialah
pelakunya. “Saya tahu saya dulu juga orang jahat, nakal. Tapi sudah berubah.
Saya punya istri dan dua anak,” ujarnya.
Sementara itu, JPU, A. Handryani,
yang sempat dimintai keterangan tentang menolak memberikan penjelasan. “Saya
tidak bisa bicara tanpa melalui humas (kasi intel Kejari Gowa). Harus melalui
humas dulu,” paparnya. (TRIBUNNEWS.COM,)
Naikkan Harga BBM Bersubsidi, Ini Pasal Undang-undang yang Dilanggar Jokowi
![]() |
Sejumlah massa dari Kesatuan Aksi
Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor
ESDM, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2014).
|
Dua organisasi mahasiswa muslim
di Indonesia mendesak Presiden Joko “Jokowi” Widodo mencabut kebijakan
menaikkan harga BBM bersubsidi. Sebab dinilai mereka, kebijakan tersebut tak
sejalan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014 Tentang APBN-P.
”Harus dilihat kembali bahwa di APBN yang sudah disetujui DPR pasti telah dianggarkan mengenai subsidi. Tapi pada kenyataannya subsidi untuk BBM justru dipangkas, bahkan pemerintah tidak membicarakan dengan DPR terlebih dahulu,” kata Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabek, Zulkarnain Bagariang, dalam keterangannya diterima Tribun, Minggu (23/11/2014).
Karenanya, ungkap Zulkarnain, sesuai instruksi seluruh 20 Badko dan 200 cabang HMI di Indonesia, pihaknya menolak kebijakan pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla menaikan harga BBM bersubsidi.
Selain itu, kata Zulkarnain pihaknya juga menuntut pemerintah memberantas mafia migas yang menguasai jalur perdagangan migas.
Sementara Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) meminta agar tiga menteri di kabinet Jokowi bertanggungjawab atas kenaikkan harga BBM bersubsidi. Salah satunya adalah Menteri ESDM Sudirman Said.
”Mereka tak berfikir penderitaan rakyat,” kata Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Romidi.
Selain Sudirman Said, KAMMI juga mendesak Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil ikut bertanggung jawab atas kenaikan harga BBM bersubsidi senilai Rp2.000 per liter.
”Kenaikan BBM ini adalah tanggung jawab mereka. Sehingga mereka, Rini Soemarno, Sudirman Said dan Sofyan Djalil semestinya harus diturunkan jadi menteri,” imbuhnya. (TRIBUNNEWS.COM)
”Harus dilihat kembali bahwa di APBN yang sudah disetujui DPR pasti telah dianggarkan mengenai subsidi. Tapi pada kenyataannya subsidi untuk BBM justru dipangkas, bahkan pemerintah tidak membicarakan dengan DPR terlebih dahulu,” kata Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jabodetabek, Zulkarnain Bagariang, dalam keterangannya diterima Tribun, Minggu (23/11/2014).
Karenanya, ungkap Zulkarnain, sesuai instruksi seluruh 20 Badko dan 200 cabang HMI di Indonesia, pihaknya menolak kebijakan pemerintah Jokowi dan Jusuf Kalla menaikan harga BBM bersubsidi.
Selain itu, kata Zulkarnain pihaknya juga menuntut pemerintah memberantas mafia migas yang menguasai jalur perdagangan migas.
Sementara Kesatuan Aksi Mahasiswa Islam Indonesia (KAMMI) meminta agar tiga menteri di kabinet Jokowi bertanggungjawab atas kenaikkan harga BBM bersubsidi. Salah satunya adalah Menteri ESDM Sudirman Said.
”Mereka tak berfikir penderitaan rakyat,” kata Ketua Bidang Kebijakan Publik PP KAMMI, Romidi.
Selain Sudirman Said, KAMMI juga mendesak Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menko Perekonomian Sofyan Djalil ikut bertanggung jawab atas kenaikan harga BBM bersubsidi senilai Rp2.000 per liter.
”Kenaikan BBM ini adalah tanggung jawab mereka. Sehingga mereka, Rini Soemarno, Sudirman Said dan Sofyan Djalil semestinya harus diturunkan jadi menteri,” imbuhnya. (TRIBUNNEWS.COM)
Langganan:
Postingan (Atom)



