Foto: detik.com |
JAKARTA - wartaexpress.com – Wacana tentang pemberian remisi terhadap pidana tindak
kejahatan korupsi, telah menuai berbagai kritik dan kecaman. Hingga digelarnya
demonstrasi di depan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) yang menyoroti
kinerja Menteri Yasonna Laoly di dalam pemerintahan. Namun demonstrasi itu tak
tampak seperti aksi umumnya, karena sebagian besar pedemo terlihat lemas dan
duduk di trotoar.
Sekitar 30 demonstran di trotoar kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015), tiba sekitar pukul 14.00 WIB itu rata-rata berumur 20-an tahun, mayoritas lelaki.
Meski koordinator unjuk rasa telah menggunakan pengeras suara untuk membakar massa, tidak terlihat antusiasme massa untuk menuntut keinginan mereka. Malahan, sebagian besar dari mereka memilih duduk bersila di trotoar.
Sambil duduk-duduk, mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Copot Yasonna Menteri Tidak Becus - Forum Awasi Kabinet', mengibarkan bendera kuning dan meletakkan keranda warna hitam bertuliskan 'Demokrasi' dan 'Keadilan'.
"Rakyat mendukung hak angket DPR RI! Batalkan kepengurusan yang dikeluarkan Yasona Laoly!" ujar salah seorang peserta demonstran saat berorasi.
Ada sebab musabab mengapa mereka berdemonstrasi dengan ogah-ogahan. "Ini dikasih Rp 25 ribu, enggak sebandinglah!" kata seorang demonstran, Ijal.
Dia mengakui dijemput oleh beberapa orang di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari Tanah Abang, mereka menumpang Metromini menuju kantor Kemenkum HAM.
Sekitar 30 demonstran di trotoar kantor Kemenkum HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2015), tiba sekitar pukul 14.00 WIB itu rata-rata berumur 20-an tahun, mayoritas lelaki.
Meski koordinator unjuk rasa telah menggunakan pengeras suara untuk membakar massa, tidak terlihat antusiasme massa untuk menuntut keinginan mereka. Malahan, sebagian besar dari mereka memilih duduk bersila di trotoar.
Sambil duduk-duduk, mereka membentangkan spanduk bertuliskan 'Copot Yasonna Menteri Tidak Becus - Forum Awasi Kabinet', mengibarkan bendera kuning dan meletakkan keranda warna hitam bertuliskan 'Demokrasi' dan 'Keadilan'.
"Rakyat mendukung hak angket DPR RI! Batalkan kepengurusan yang dikeluarkan Yasona Laoly!" ujar salah seorang peserta demonstran saat berorasi.
Ada sebab musabab mengapa mereka berdemonstrasi dengan ogah-ogahan. "Ini dikasih Rp 25 ribu, enggak sebandinglah!" kata seorang demonstran, Ijal.
Dia mengakui dijemput oleh beberapa orang di wilayah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari Tanah Abang, mereka menumpang Metromini menuju kantor Kemenkum HAM.
"Kalau jadi tukang parkir sudah dapat beberapa puluh
ribu rupiah. Ini malah tidak dikasih makan, kelamaan!" keluhnya.
Tidak hanya Ijal, pengemudi Metromini bernama Ade juga mengeluh karena waktu penyewaan telah melebihi waktu yang telah disepakati sebelumnya. Ade mendapatkan bayaran sekitar Rp 350 ribu untuk mengangkut demonstran.
"Ini lama! Sudah rugi trayek, uangnya juga belum dibayar," kata Ade.
Arus lalu lintas di depan kantor Kemenkum HAM terpantau lancar. Beberapa anggota polisi juga terlihat mengamankan jalannya demonstrasi tersebut.
Tidak hanya Ijal, pengemudi Metromini bernama Ade juga mengeluh karena waktu penyewaan telah melebihi waktu yang telah disepakati sebelumnya. Ade mendapatkan bayaran sekitar Rp 350 ribu untuk mengangkut demonstran.
"Ini lama! Sudah rugi trayek, uangnya juga belum dibayar," kata Ade.
Arus lalu lintas di depan kantor Kemenkum HAM terpantau lancar. Beberapa anggota polisi juga terlihat mengamankan jalannya demonstrasi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar