WARA - Bocah 14 tahun Jordan Casey berhasil menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya mampu mendirikan perusahaan game.
Jika Anda pernah main game Allien Ball vs Humans di iOS, itu adalah game buatan anak berusia 12 tahun, Jordan Casey. Game Allien Ball vs Humans ini dibuat oleh Jordan Casey pada umur 12 tahun, sekarang Casey berumur 14 tahun. Casey dinobatkan sebagai developer game iOS termuda di Eropa. Game tersebut pernah menjadi top 50 game pada tahun 2012. Sekarang Jordan Casey sudah mempunyai perusahaan developer game sendiri bernama Casey Games.
Sudah belajar programming sejak umur 9 tahun
Mungkin Anda bertanya, apa yang sebenarnya dilakukan Casey pada saat umur 10 tahun kebawah, sampai bisa membuat game sendiri. Sederhana, Casey pada saat itu senang bermain game seperti anak sebaya lainnya. Tetapi tidak sekedar main game, Casey yang senang main game online ini punya keingingan untuk membuat game yang sama.
Pada umur 9 tahun, Casey senang bermain game Club Penguin. Casey berpikir untuk mempunyai website yang membahas game tersebut, lalu Casey belajar membuat website sendiri dengan bahasa HTML. Akhirnya Casey membuat website pertamanya yaitu clubpenguincp.com hasil buatannya sendiri. Setelah itu Casey tertarik untuk belajar flash game, kemudian Casey belajar ActionScript dan CSS.
Membuat Game Lawas
Casey berpikir, dengan umur dia yang baru menginjak 12 tahun Casey tentu tidak bisa membuat game-game yang berat semacam Call of Duty atau Battlefield. Tentu juga Casey pasti tidak bisa membuat suatu tim atau pegawai dengan umur yang masih 12 tahun. Tetapi untungnya, Casey dikelilingi oleh keluarga yang mendukungnya. Bahkan kakaknya adalah juga seorang programmer.
Dalam membuat game Allien Ball vs Humans ini, Casey dibantu teman dan beberapa keluarganya. Casey sering sharing melalui Skype. Inspirasi Allien Ball vs Humans ini adalah game lawas Space Invaders, tetapi Casey berpikir sebaliknya, Allien yang membunuh manusia.
Belajar Banyak Dari Silicon Valley
Casey sangat belajar banyak dari Silicon Valley, Casey mengunjungi kantor startup dunia ini pada tahun 2013. Disana Casey ternyata tidak sendirian, Casey melihat banyak developer seusia dia, bahkan beberapa ada yang lebih muda. Perlu diketahui, developer iOS termuda masih berumur 7 tahun. Akhirnya Casey saat itu terpacu untuk membuat sesuatu yang lebih besar dari game sebelumnya. Pada bulan Oktober kemarin, Casey mengeluarkan game terbarunya yaitu My Little World, terinspirasi dari kehidupan Casey waktu kecil.
Membuat Website Untuk Guru
Casey tidak hanya membuat game, Casey juga membuat aplikasi terintegrasi untuk guru dan murid. Casey membuat TeachWare, aplikasi gratis ini adalah untuk membantu guru-guru dapat mengkontrol profil, kehadiran, tugas sampai ujian. Aplikasi yang masih dalam tahap pengembangannya ini membuat Casey berpikir untuk menjadi seorang developer. Casey sekarang berfokus untuk bagaimana membuat aplikasi yang dapat membantu masyarakat sekitarnya.
Bagaimana menurut Anda Sobat Studentpreneur, kisah Casey yang masih berumur 14 tahun tetapi dapat membuat game dan aplikasi sendiri. Mari berdiskusi di kolom komentar! Anda juga bisa mendapatkan informasi bisnis anak muda kreatif melalui Facebook atau Twitter Studentpreneur. [Photo Credit: Summit]
Selasa, 16 Desember 2014
Pembunuh John Lennon Diijinkan Bertemu Istri Untuk Seks di Penjara
![]() |
| Gloria Hiroko Chapman dan Mark Chapman |
WARA - Istri pembunuh anggota Beatles John Lennon, Gloria Hiroko
Chapman mengungkapkan ia mengunjungi suaminya Mark Chapman di penjara
setiap tahun - untuk berhubungan seks, membuat pizza dan menonton tayangan
Wheel of Fortune.
Gloria Hiroko Chapman dan pasangan
diperbolehkan untuk menghabiskan 44 jam di caravan yang diparkir di halaman
penjara untuk hubungan romantis.
Hiroko, pekerja rumah sakit
bersikeras bahwa ia "lebih cinta dari sebelumnya" dengan pembunuh,
yang ia nikahi 18 bulan sebelum ia ditembak mati Beatle.
Lennon ditembak pada bulan Desember
1980 saat ia berjalan ke apartemennya New York dengan istri Yoko Ono.
Berbicara untuk pertama kalinya
tentang orang suka menulis, Gloria, 63, kata Chapman, 59, menyurati
terus-menerus untuk minta maaf pada Ono tapi dia tidak pernah dijawab.
Dia juga mengklaim Chapman dan
Lennon akan "bersatu kembali bersama-sama di surga"
Gloria, yang tinggal di Hawaii,
membuat kunjungan tahunan ke penjara Wende di Alden, New York, di mana dia
menjalani hukuman seumur hidup dan telah ditolak pembebasan bersyaratnya
delapan kali.
Merinci apa saja dalam caravan, yang
memiliki dapur, kamar mandi dan tempat tidur tunggal, dia berkata: "Hal
pertama yang saya lakukan adalah ciuman Mark. Mereka memungkinkan kita untuk
melakukan itu. Kami adalah pasangan yang penuh kasih. Saya membawa makanan dan
Mark dan saya membuat pizza buatan sendiri.
"Kami mengeluarkan semua bahan
- paprika, tomat, bawang dan keju, karena Mark tidak makan hal-hal
yang tidak sehat. Ada televisi dan kami menonton banyak episode Wheel Of
Fortune."
Ditanya tentang kehidupan seks
mereka selama kunjungan, Gloria mengatakan: "Yah, itu bagus ... tentu
saja, itu bagus."
Dia mengatakan kekasihnya memiliki
tiga pekerjaan di penjara untuk mengalihkan dari pikiran untuk bunuh diri, dan
mimpi berjalan di pantai Hawaii di mana ia melamar. Gloria bertemu Chapman pada
usia 26 tahun pada tahun 1978.
Setelah pembunuhan itu, ia
mengatakan Chapman telah memberitahu istrinya rencana pembunuhan. Tapi Gloria
menegaskan: "Saya tahu saya telah dituduh mengenai soal itu. Aku tidak
tahu apa yang harus dilakukan. Dia benar-benar meyakinkan saya bahwa ia telah
menyingkirkan pistol. Tapi aku benar-benar tertipu, jadi saya tidak merasa
bersalah," katanya seperti ditulis Mirror.
Dia menambahkan: "Jika Mark
bisa mengatakan apa-apa kepada John dan Yoko sekarang, dia akan berkata,
'Maafkan aku menyebabkan rasa sakit tersebut. Saya harap Anda sudah
memaafkanku. "
Dia bahkan mengundang McCartney
untuk mengunjunginya di penjara.
Gloria mengatakan: "Mark adalah
orang yang sangat menyenangkan dan penuh kasih. Dia selalu menempatkan
kebutuhan orang lain sebelum dirinya sendiri dan akan menyambut kunjungan dari
Mr McCartney. " (Tribun)
Ini Rumah yang Bikin Anak Tega Gugat Orangtuanya
Anak keempatnya pernah membawa Tjakoen ke notaris. Membalik nama rumah.
![]() |
| Rumah Achmad Tjakoen di Jalan Diponegoro Malang. Gara-gara rumah ini Tjakoen digugat anaknya. |
Malang - WARA – Seorang anak tega menggugat orangtuanya lantaran ingin mengembalikan sertifikat rumah, dari nama sang anak kembali menjadi nama pemilik sah, orangtuanya. Kasus tersebut terjadi antara Ani Hadi Setyowati dan sepasang orangtua kandungnya Achmad Tjakoen Tjokrohadi (92) dan Boedi Harti (86).
Kedua orangtua yang sudah lanjut usia itu tinggal di satu-satunya rumah mereka di Jalan Diponegoro 2 RT 1/RW 05 Kecamatan Klojen Kota Malang. Di usia senjanya, mereka harus tinggal di dalam rumah yang sedang diributkan oleh anak keempat mereka.
Rumah itu memiliki pagar hitam yang berkarat di beberapa sisi. Namun, rumah berukuran 1.000 meter per segi itu terlihat lapang dan asri. Pada akhir pekan, seorang pria lanjut usia sedang berjalan dari arah Masjid Salahudin menuju rumahnya. Jarak Masjid dengan rumah tak lebih jauh dari sepelemparan batu.
Tangan kanannya membawa tongkat sementara tangan kirinya dipapah oleh pembantunya, Sulamsi. Pria tersebut terlihat mengenakan sarung dan berkalung sajadah, rambutnya yang penuh uban ditutup dengan peci putih.
Meskipun berjalan tertatih pria yang tak lain adalah Achmad Tjakoen Tjokrohadi (92) menyempatkan tersenyum saat berpapasan dengan VIVA.CO.ID yang sedang berada di depan rumah besar itu. “Bapak dari masjid. Mau makan, sebentar ya,” kata Sulamsi sambil mempersilakan duduk di teras rumah.
![]() |
| Foto Achmad Tjakoen dan keluarganya terpajang di dinding ruang tengah. Gara-gara rumah di Jalan Diponegoro Malang itu Tjakoen digugat anaknya. |
Rumahnya tampak asri. Ada taman di halaman depan. Beberapa bangku taman berjajar melingkar. Terasnya terasa sejuk dengan atap rumah yang tinggi, khas bangunan lama peninggalan Belanda.
”Ini memang rumah Belanda dulu,” kata Sulamsi.
![]() |
| Foto Achmad Tjakoen dan istrinya terpajang di dinding ruang tengah. Gara-gara rumah di Jalan Diponegoro Malang itu Tjakoen digugat anaknya. |
Seperti juga berderet rumah lain di kawasan Diponegoro, rumah yang dihuni Achmad Tjakoen dan istrinya itu juga kental dengan nuansa rumah kuno. Atap yang tinggi dengan daun jendela yang lebar dan tersebar di seluruh sisi rumah, serta sejumlah pilar di depan rumah yang menyerupai gaya indische yang popular dibangun di abad 17 hingga 18.
Saat bergeser ke dalam rumah nuansa dingin segera menyapa. Lantai keramik yang indah dan daun pintu kamar dari kayu yang tinggi dan besar menguatkan kesan kuno sekaligus antik, yang tak lagi mudah dijumpai di Malang. Di tengah rumah terdapat ruang keluarga tempat televise serta sebuah meja kerja berada di sudut ruangan. Di dinding samping meja kerja itu berderet sejumlah foto keuarga yang dibingkai manis.
”Ini foto delapan anak Bapak dan juga cucu-cucunya. Itu foto Bapak waktu dinas di tentara dulu, sebelum pensiun tahun 1970an,” kata pembantu wanita yang berada di rumah tersebut sejak tahun 2000 lalu.
Rumah Luas
Setiap tahun anak dan cucu Tjakoen selalu datang berlibur ataupun mengunungi orangtua mereka bergantian maupun bersama-sama. Ani Hadi Astuti, anak kedua dari delapan anak Tjakoen menyatakan rumah tersebut menjadi tempat berlibur sekaligus pemersatu keuarga.
“Kami bergantian datang ke sini membesuk ibu dan ayah. Sebagai tempat istirahat juga liburan,” katanya.
Jalan Diponegoro merupakan kawasan strategi di Kota Malang. Di sekitar rumah Tjakoen ada beberapa rumah kuno yang sudah berubah fungsi jadi Guest House karena nilai sejarah sekaligus kenyamanan huniannya.
![]() |
| Teras rumah di Jalan Diponegoro Malang. Gara-gara rumah itu Achmad Tjakoen digugat anaknya. |
Di rumah itulah delapan bersaudara lahir dan dibesarkan hingga bisa mandiri oleh kedua orangtuanya. Meskipun belakang anak keempat mereka, Ani Hadi Setyowati sedang menggugat kedua orangtuanya sendiri lantaran ingin membalik nama sertifikat rumah yang telah menggunakan nama Ani Hadi Setyowati.
”Pada 1999 dengan berbagai cara dia mengajak ayah pergi ke notaris dan membalik nama sertifikat tanah menjadi namanya dengan landasan akta hibah,” kata Ani Hadi Astuti.
Belakangan, sang ayah ingin kembali membalik nama sertifikat menjadi namanya setelah tahu perbuatan anak keempatnya itu. Tahun 2013 Mahkamah Agung telah memutus bahwa akta hibah tersebut telah batal demi hukum dan memerintahkan Pengadilan Agama setempat untuk membalik nama sertifikat tanah kembali menjadi nama Achmad Tjakoen Tjokrohadi.
Namun upaya sang anak tak juga berhenti. Kali ini Acmad Tjakoen digugat wanprestasi Pengadilan Negeri Surabaya. “Adik saya menggugat ayah karena membatalkan hibah secara sepihak. Sebelumnya dia menawarkan mau membalik sertifikat asal diberi uang Rp5 miliar,” katanya.
Di dinding meja kerja itu terdapat sederet foto dalam bingkai yang tertempel rapi. Di bagian kiri bawah terdapat foto keluarga berisi Achmad Tjakoen Tjokrohadi dengan istrinya berdiri berjajar mengenakan baju adat jawa di sebuah panggung. Achmad Tjakoen dan istri di tengah sementara empat anak laki-laki berjajar di sebelah kanan dan empat anak perempuan berjajar di sebelah kiri. Dalam foto itu mereka berpose dengan senyum gembira tersemat di wajahnya. (VIVAnews)
Istri Jadi Selingkuhan Wakil Rakyat dari Nasdem, Suami Lapor ke BK
![]() |
| Yatimul Ainun Puluhan warga melaporkan salah satu anggota DPRD Kabupaten Malang ke BK karena dituduh telah melakukan selingkuh dengan istri orang. |
Lelaki itu dengan lantang mendesak BK memberikan sanksi untuk wakil rakyat yang telah menodai istrinya. Lelaki berinisial SR itu merupakan pemilik Koperasi Mitra Raharja di Kabupaten Blitar, dan tinggal di Dusun Duren, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Adapun istrinya berinisial IT.
Menurut SR, dia memang berjanji akan melaporkan langsung dan akan menyerahkan beberapa bukti tentang dugaan perselingkuhan itu kepada BK DPRD Kabupaten Malang.
Sebelumnya, puluhan warga di Dusun Duren, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, melaporkan kasus tersebut dengan alasan bahwa aksi LEP dan IT sudah meresahkan warga.
"Saya mau lapor ke BK dan akan menyerahkan beberapa barang bukti dugaan perselingkuhan tersebut," kata SR.
Barang bukti berada di dalam map dan langsung diserahkan kepada perwakilan BK. "Apa yang dilakukan LEP itu sudah perbuatan yang melanggar hukum dan sangat memalukan, apalagi dia (LEP) adalah pejabat publik," kata SR.
Selain lapor ke BK, SR juga akan melaporkan kasus tersebut kepada Partai Nasdem, Kepala Polres Malang, dan Kepala Polda Jatim. "Salah satu barang buktinya adalah pengakuan dari istri saya (IT) sendiri. Dia membenarkan hubungan asmaranya dengan LEP," kata SR.
Sementara itu, menurut Didik Gatot Subroto, anggota BK DPRD Kabupaten Malang, yang menerima laporan tersebut, BK masih akan melakukan kajian lebih lanjut soal kasus tersebut. "Jika terbukti, BK akan merekomendasikan hal ini ke Partai Nasdem. Ini langkah terakhir yang akan dilakukan BK," kata Didik.
LEP, yang dikonfirmasi melalui telepon, mengaku tidak gentar menghadapi tuduhan tersebut. "Itu hak mereka. Yang jelas, saya siap dan akan mengikuti proses yang ada saat ini," jawab dia.
LEP mengaku sudah lama mendengar kabar bahwa ia diduga melakukan perselingkuhan ini. "Namun, saya memilih diam karena saya tidak tahu duduk persoalannya. Bukti yang diklaim pelapor belum jelas kebenarannya," kata dia lagi.
Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan warga mendatangi Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Malang untuk melaporkan kasus tersebut. Kehadiran puluhan warga tersebut dipimpin oleh Saiful Rizal, warga Dusun Duren, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare.
Warga setempat mengaku resah dengan salah satu wakil rakyat yang telah melakukan perbuatan tidak senonoh dengan istri SR. Kasus tersebut mencuat ke publik setelah ada pengakuan dari IT, istri dari SR.
Adapun hubungan terlarang itu diawali saat LEP masih menjadi calon anggota DPRD Kabupaten Malang dari Partai Nasdem. IT saat itu menjadi salah satu tim sukses LEP. Diawali dengan kedekatan politik, hubungan keduanya pun diduga terus berlanjut ke hubungan asmara. (KOMPAS.com )
Densus 88 Tangkap Dua Tersangka Teroris terkait Jaringan Mujahidin Indonesia Timur
Poso - WARA - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap dua orang tersangka teroris terkait jaringan Mujahidin Indonesia Timur. Dua orang tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda, yakni di Kabupaten Poso dan Kabupaten Parigi Maoutong, Sulawesi Tengah.
"Ini adalah operasi penindakan jaringan teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur di wilayah Sulteng," ujar Kepala Bagian Penerangan Umum Komisaris Besar Polisi Agus Rianto di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/12/2014).
Agus mengatakan, penangkapan tersangka pertama berinisial AW alias Yono Adim berlangsung pada Rabu (10/12/2014) sekitar pukul 06.20 Wita. Penangkapan dilakukan di perempatan Jalan Kalimantan dan Jalan Pulau Seram, Kecamatan Poso Kota, Kabupaten Poso.
AW diduga sebagai berperan sebagai bendahara ataupun penyuplai logistik untuk kelompok Santoso. Santoso adalah pimpinan jaringan Mujahidin Indonesia Timur. Selain itu, AW juga diketahui terlibat dalam peristiwa ledakan bom di Mapolres Poso pada 3 Juni 2013.
"Karena bom tersebut dirakit di rumah yang bersangkutan sehingga yang bersangkutan orang yang kita cari dan masuk daftar pencarian orang terkait kasus yang terjadi," kata Agus.
Adapun tersangka kedua berinisial FM alias Farid Tinombo. Ia ditangkap sehari setelah AW diringkus atau Kamis (12/12/2014) di Jalan Trans Sulawesi Tinombo, Kabupaten Parigi Maoutong menuju Pasar Siavu, Sulawesi Tengah.
FM dan AW diduga pernah ikut dalam pelatihan militer yang diadakan oleh jaringan Mujahidin Indonesia Timur. FM juga pernah menerima hasil pencurian kendaraan bermotor dalam rangka fai atau pendanaan untuk kegiatan terorisme di daerah Kalman.
"Yang bersangkutan juga ikut melempar bom kepada anggota pada saat penangkapan salah satu terduga di Kanyamaya, Poso, beberapa waktu lalu," kata Agus. (KOMPAS.com)
Diduga Ada 3 Penyumbang Fiktif Jokowi-JK Saat Pilpres 2014
Jakarta - WARA - Indonesia Corruption Watch (ICW) melakukan penelusuran terhadap penerimaan dana kampanye kedua pasang kandidat pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Hasil penelusuran ICW, ada tiga penyumbang pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) diduga fiktif.
"Satu dari perorangan dan dua penyumbang dari perusahaan," kata Koordinator Monitoring ICW Firdaus Ilyas saat merilis hasil temuan ICW di Hotel Sari Pan Pacifik, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2014).
Meski demikian, dari faktor ekonomi sebagai penyumbang, seluruhnya dianggap mampu secara ekonomi sebagai penyumbang dengan besaran menyumbang diatas Rp20 juta.
"Serta ada delapan orang penyumbang yang tidak menyumbang sesuai dengan nominal ketika dikonfirmasi oleh para enumerator (surveyor)," ujarnya.
Selanjutnya, kata Firdaus, dari total 52 penyumbang pasangan Jokowi-JK, terdapat 21 penyumbang diindikasikan memiliki relasi bisnis dengan kandidat.
Katanya, tujuh penyumbang yang mempunyai relasi bisnis dengan penyumbang dari perusahaan. "Sedangkan 14 penyumbang yang memiliki relasi dengaan kandidat adalah dari perseorangan," ungkapnya.
Ada hal yang menarik berdasarkan penelusuran ICW yaitu, ditemukan dari keseluruhan penyumbang yang ditelusuri oleh enumator, tidak ada satupun penyumbang yang dapat menunjukkan bukti para penyumbang telah menyumbang.
Dalam penelusurannya, ICW menggunakan model sampling dilakukan dengan melihat besaran sumbangan di atas Rp20 juta dan berdomisili di wilayah Jabodetabek.
Data yang digunakan ICW pada penerimaan dana kampanye bersumber dari laporan penerimaan dana kampanye tahap 1 dan 2 serta hasil laporan audit dana kampanye, yang kedua datanya bersumber dari KPU. Waktu tempuh penelusuran dilakukan pada rentang Agustus sampai September 2014. (Sindo)
Langganan:
Postingan (Atom)








