Minggu, 14 Desember 2014

Dato Tamimi Malaysia : Jokowi Mulai Kurang Ajar



Jakarta – WARA - Presiden Joko Widodo harus segera mencabut ucapannya yang akan menenggelamkan kapal-kapal Malaysia yang melakukan illegal fishing. Pernyataan Jokowi yang disampaikan ketika berkunjung ke Brisbane, Australia itu dinilai terlalu vulgar dan bar-barian.

“Seorang presiden haruslah bertutur yang santun dan sesuai dengan kaidah hukum karena pernyataan seorang presiden akan menjadi konsumsi publik, baik dalam maupun luar negeri,” ujar Sekretaris Jenderal Himpunan Masyarakat Untuk Kemanusiaan dan Keadilan (HUMANIKA), Sya’roni, seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL Ahad, 23 November 2014. 

Menurut dia, perkataan ‘menenggelamkan’ dan ‘membakar’, tidak pantas diucapkan oleh seorang presiden. Ucapan Jokowi yang sangat kasar itu bisa menyinggung perasaan negara sahabat. Khawatirnya, mereka membalas dengan tindakan serupa kepada nelayan-nelayan Indonesia. “Presiden Jokowi juga harus bertindak sesuai hukum yang berlaku. Menenggelamkan kapal illegal fishing mencerminkan Jokowi tidak paham aturan hukum,” paparnya.

Kapal asing yang melanggar di wilayah Indonesia, katanya, semestinya diproses sesuai aturan hukum. Jika terbukti melakukan pencurian ikan, maka perlu ditindak dengan hukuman berat yang setimpal.

Lebih lannjut dikatakan dia, daripada melakukan tindakan, pemerintah lebih baik melakukan pencegahan. Adanya illegal fishing membuktikan patroli laut masih bisa ditembus oleh kapal-kapal asing. “Ke depan, perlu ditingkatkan intensitas patroli sehingga tidak ada lagi kapal asing yang bisa memasuki perairan Indonesia. Kalau perlu segera aktifkan drone sebagaimana janji Jokowi semasa kampanye.

Bukan hanya warganegara Indonesia yang memperbincangkan pernyataan Jokowi. Warganegara Malaysia pun kini tengah membicarakan instruksi Jokowi agar kapal-kapal Malaysia yang mencuri ikan di laut Indonesia dikaramkan.

Seorang warganegara malaysia bernama Dato A. Tamimi Siregara alias Tunku Raja Subung Pahu, misalnya, dalam halaman Facebook miliknya mengecam pernyataan Jokowi itu. Seraya meminta maaf kepada sahabat-sahabatnya dari Indonesia, Dato Tamimi mengatakan, “Memang dia (Jokowi) mula kurang ajar.”

Menurut Dato Tamimi, dirinya menyukai Jokowi sejak Jokowi menjabat sebagai Walikota Solo. Tetapi, katanya lagi dalam, dialek Melayu Malaysia, 

“Bila dia tak sadar siri cakap lepas tak peduli jiran tetangga aku mula meluat. Senang2 nak karam bot kita. Dia tak tau rakyatnya berjuta kat negara ni?” “Patutlah Sumatra Barat tak sokong dia. Semoga kes BBM di Indonesia skrg ni mengajar dia jgn sombong. Cilakak punya Jokowi,” demikian Dato Tamimi. (RakyatMerdeka)

Tertimbun Tanah Longsor 1 Meter, Fatimah Tengah Hamil 9 Bulan Lolos dari Maut



Banjarnegara - WARA - Korban bencana tanah longsor di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah,terus bertambah.
Dibalik musibah tersebut ada juga keajaiban. Mislanya, Fatimah (30) duduk lunglai di ranjang perawatan Puskesmas Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/12/2014).

Warga Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar itu selamat meskipun sempat tertimbun lumpur sedalam sekitar 1 meter ketika tanah longsor melanda tempatnya tinggal.

Menurut bidan setempat, Sulistiawati, Fatimah tengah hamil 9 bulan.
"Dia satu-satunya keluarga yang berhasil selamat. Kondisinya sangat lemah, tetapi janin sudah diperiksa dan dalam kondisi sehat," kata Sulistiawati.

Yang lebih mengkhawatirkan sebenarnya adalah kondisi psikologi Fatimah. Lima anggota keluarganya belum ditemukan sampai saat ini. Mereka adalah suami, anaknya, ayah, serta kedua mertuanya.

"Kalau di Dusun Jemblung, sementara ini baru ada satu korban yang ditemukan. Yang lainnya belum. Makanya dia kondisinya masih lemah," lanjut bidan itu.

Fatimah tidak berada di rumah ketika longsor melanda. Ketika itu dia sedang memetik sayur di kebun untuk dimasak.

"Dia pergi ke belakang rumah, ke kebunnya. Seketika itu ada bunyi dari tebing. Ketika dilihat, semua yang ada sudah rata dengan tanah," ujar Sulistiawati.

Data terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, sejauh ini 20 jenazah korban longsor telah ditemukan. Lima belas di antaranya sudah bisa diidentifikasi.

Di Puskesmas Karangkobar sendiri menerima delapan jenazah. Tujuh jenazah sudah bisa diidentifikasi dan sudah diambil keluarganya. (Tribun)

Wajah Koruptor Dipajang di Museum Nasional


Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), Ade Irawan

Jakarta – WARA - Ada wajah Angelina Sondakh di Museum Nasional, Jakarta, hari ini. Angelina terlihat mengenakan baju terusan pink, mahkota, dan selempang layaknya pemenang kontes pageant. Alih-alih memenangkan kontes kecantikan, Angelina didaulat sebagai "Miss Koruptor".

Papan setinggi 1,5 meter ini menggambarkan Angelina Sondakh dalam bentuk karikatur. Layaknya instalasi seni atau barang bersejarah, ada pula keterangan daftar kejahatan korupsi yang dilakukannya, serta hukuman bui dan denda yang harus dibayar.

Selain Angelina, ada pula wajah bekas hakim Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, mafia pajak Gayus Tambunan, bekas bendahara umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin, serta Luthfi Hasan Ishaaq, bekas presiden Partai Keadilan Sejahtera yang terlibat suap daging impor sapi.

Papan karikatur para koruptor ini dipajang dalam acara peringatan Hari Antikorupsi yang diselenggarakan Indonesia Corruption Watch.

Ade Irawan, koordinator ICW, mengatakan pemajangan cut board itu agar masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, mengenal wajah-wajah yang telah merampas uang negara.

"Padahal semestinya mereka menjadi contoh bagi anak muda. Contoh bagaimana perilaku jujur, sederhana, dan berintegritas diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," kata Ade, Ahad, 14 Desember 2014.

Ade juga mengatakan upaya melawan korupsi harus dilakukan sejak dini. "Tantangan serius bagi kita semua agar mereka tidak menjadi apatis."

Dalam acara yang mengambil tema demokrasi tanpa korupsi ini, ICW juga mengadakan lomba mewarnai dengan tema antikorupsi bagi anak-anak usia sekolah dasar, talk show, dan stand up comedy.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto akan hadir sore nanti untuk membacakan orasi melawan korupsi.

Hari Antikorupsi diperingati masyarakat dunia setiap 9 Desember sebagai bentuk kesadaran dan keprihatinan dunia terhadap kejahatan luar biasa ini. "Masih banyak yang berkomitmen memberantas korupsi. Kita tak sendiri," kata Ade. (Tempo)

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas Ikut Misa Natal


Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Jakarta - WARA - Di tengah ramainya perdebatan di Tanah Air soal boleh-tidaknya umat muslim mengucapkan Selamat Natal terhadap kaum Nasrani, Presiden Palestina Mahmoud Abbas ternyata ikut serta dalam misa Natal di Bethlehem setiap tahunnya.

Mahmoud Abbas selalu ambil bagian dalam misa yang dirayakan di tempat yang banyak orang meyakini sebagai tempat lahirnya Yesus Kristus, bersama seluruh peziarah yang datang dari berbagai negara.

Pada misa Natal tahun lalu misalnya, ia sempat menyampaikan harapannya pada makan malam sebelum misa. Mahmoud Abbas berharap dapat mengimplementasikan perdamaian di seluruh wilayah Palestina.

“Kita ini saudara yang percaya akan kedamaian dan bekerja sama untuk menerapkan kedamaian itu,” ujarnya seperti ditayangkan situs YouTube.

Mahmoud hadir di Bethlehem hanya beberapa hari setelah Palestina mengambil langkah signifikan untuk mengikutsertakan Kelompok Hammas dan Jihad Islam dalam Organisasi Pembebasan Palestina.

Sementara itu, baru-baru ini Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa yang mengharamkan mengucapkan selamat Natal bagi umat Nasrani. Fatwa itu memang muncul saat MUI diketuai oleh Prof. Buya Hamka pada 1981.

Bagi beberapa tokoh, fatwa itu masih memungkinkan untuk didiskusikan lebih lanjut dan diubah. Seperti Gus Sholah dan mantan presiden Jusuf Kalla yang tetap mengucapkan selamat Natal.

Majelis Ulama Indonesia menyarankan umat Islam tidak mengucapkan selamat Natal kepada pemeluk agama Nasrani. "Itu jadi perdebatan, sebaiknya enggak usah sajalah," kata Ketua MUI Bidang Fatwa Maruf Amin di Jakarta, Rabu, 19 Desember 2012. (Tempo)

Tetangga Gubernur FPI Lebih Suka Ahok Karena...



Jakarta – WARA - Sepekan lebih sejak mendeklarasikan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta versi FPI, dukungan tak juga mengalir kepada Fahrurrozi Ishaq. Tetangganya di Jalan Masjid, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, lebih memilih Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI yang sah.

"Saya dukung gubernur yang dilantik oleh pemerintah secara resmi," kata Muhammad Fauzi, 46 tahun, warga RT 04 RW 04, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu, 10 Desember 2014.

Fauzi yang bekerja sebagai marbot atau pengurus Masjid Al-Anwar, sekitar 5 meter di selatan rumah Fahrurrozi, menyebut Ahok punya program yang nyata dan peduli pada profesi yang diembannya. "Saya suka Pak Ahok karena punya ide memberangkatkan marbot ke Tanah Suci untuk umrah," ujarnya.

Selain itu, Fauzi menyebutkan warga tak begitu mengenal Fahrurrozi. Sebab, kata dia, Gubernur DKI versi FPI itu jarang bergaul dengan masyarakat maupun memberi ceramah di masjid dekat rumahnya. "Yang saya tahu, dia aktif berkegiatan agama di luar lingkungan rumah dan muridnya banyak," dia menuturkan.

Tak hanya Fauzi yang mendukung kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI, Dwi Sumiyati, 30 tahun, tetangga Fahrurrozi lainnya, juga lebih senang Ahok jadi gubernur. "Orangnya tegas," katanya. Selain itu, dia ragu mendukung Fahrurrozi karena bekas Wakil Majelis Syariat Partai Persatuan Pembangunan itu tak jelas dipilih dan dilantik oleh siapa.

Meski mendukung, Sumiyati berpesan kepada Ahok agar tak mudah marah dan memperhatikan tradisi yang sudah dianut oleh penduduk asli Jakarta. Salah satunya, kata dia, kebiasaan berjualan kambing di pinggir jalan menjelang Hari Raya Idul Adha. Menurut dia, warga sempat kecewa karena Ahok melarang berjualan kambing di pinggir jalan. "Itu tradisi yang sudah lama berjalan," ujarnya. (Tempo)