Rabu, 09 Juli 2014

Dampak menolong TKI dari hukuman Mati

Hitung Cepat, Kemenangan Prabowo di NTB Melebihi Target

Rabu, 9 Juli 2014
Karnia Septia Penghitungan suara di salah satu TPS di Mataram, NTB, Rabu (9/7/2014).

MATARAM,
Kemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Nusa Tenggara Barat (NTB) melebihi target yang diprediksikan Tim Pemenangan Prabowo, yakni sebesar 60 persen.

"Kami targetkan 60 persen menang. Tapi, siapa pun yang menang itu adalah pilihan rakyat," kata Gubernur NTB sekaligus anggota Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, TGH M Zainul Majdi, seusai nyoblos di TPS 1 Lingkungan Pusaka, Kota Mataram.

Kesimpulan ini didasarkan pada data hasil quick count RRI Mataram hingga pukul 15.30 Wita. Pasangan nomor urut satu, Prabowo-Hatta, menang telak dari pasangan nomor urut dua, Jokowi-JK, di Provinsi NTB, yaitu sebesar 70,72 persen. Sementara itu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla meraih 29,28 persen.

"Di NTB, pasangan Prabowo-Hatta unggul dengan posisi tersebut," kata Kepala RRI Mataram Maladi Amin, Rabu (9/7/2014).

Menurut Maladi, kemenangan Prabowo-Hatta terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di NTB dari 88,64 persen hasil perhitungan suara cepat RRI Mataram.

Tidak Independen

Prabowo: Salah Apa Saya Sama Metro TV dan Tempo?

Rabu, 09 Juli 2014 
Prabowo: Salah Apa Saya Sama Metro TV dan Tempo?
Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Bogor - Calon presiden nomor urut 1, Prabowo Subianto, menyemprot sejumlah awak pers di kediamannya di Bojong Koneng, Babakan Madang, Jawa Barat, Rabu, 9 Juli 2014. Prabowo menuding beberapa media menayangkan berita yang tidak berimbang dan kerap menyudutkan dirinya.

Setelah mencoblos Prabowo memang memberikan kesempatan pada semua wartawan untuk mewawancarai dirinya. Namun Prabowo tiba-tiba emosi ketika mengetahui ada beberapa wartawan yang menurut dia selalu menyudutkan dirinya bisa masuk ke rumahnya.

Stasiun televisi Metro TV termasuk yang membuat Prabowo naik darah. Menurut dia, pemberitaan stasiun televisi milik Surya Paloh itu selalu menjelek-jelekkan dirinya. "Tolong tanyakan sama atasanmu, Surya Paloh, apa yang telah saya lakukan padanya?" ujar Prabowo menantang wartawan Metro TV.

Wartawan Metro TV sempat merespons Prabowo. Menurut wartawan itu, ucapan Prabowo akan disampaikan ke rapat redaksi.

Prabowo rupanya tak terima dengan jawaban itu. Menurut dia, hal itu tidak akan dilakukan."You paling tidak berani," ujarnya. Wartawan Metro TV itu akhirnya dibujuk oleh ajudan Prabowo untuk segera meninggalkan rumah Prabowo.

Tak hanya sampai di situ, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu juga mulai marah dan keberatan atas pemberitaan Tempo. Menurut dia pemberitaan Tempo selalu merugikan dirinya. "Tempo juga selalu memberitakan hal yang buruk tentang saya," ujarnya.

Prabowo bahkan merasa tidak pernah menyakiti pendiri Tempo, Goenawan Mohamad. "Salah apa saya sama Goenawan Mohamad," ujarnya sebelum diwawancarai CNN.

Selasa, 08 Juli 2014

Kekacauan Masa Tenang



MASA PDIP MENGAMUK DAN MEMBAKAR TABLOID SAPUJAGAT





 UNGARAN — Tim Pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Semarang mengamuk diPosko Pemenagan Prabowo - Hatta,Ungaran (8/7/2014) mereka memergoki anggota Timses dari Prabowo - Hatta membagi - bagikan Tabloid SAPUJAGAD yang berbau memberikan isi yang menjelek - jelekan Jokowi-JK.Sangat diSayangkan adanya suatu  penyebaran tabloid yang berisi fitnah. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Pemenangan Jokowi-JK di Ungaran, Bondan Marutohening.
“Dalam menjelang pada masa tenang ini harus dihormati semua kontestan pilpres untuk menjaga kondusivitas. Yang memulai tidak kondusif bukan dari kami, tetapi mereka yang telah menyebarkan tabloid yang provokatif,” ungkap Bondan saat ditemui di lokasi pembakaran tabloid Sapujagat di halaman Posko Koalisi Merah Putih, Senin (8/7/2014) siang.
“Kita sudah melapor secara lisan, setelah selesai di sini kita akan melapor secara resmi,” kata Bondan.
Sementara itu disisi lain, Hani (35), pengurus posko koalisi Merah Putih, mengaku tidak tahu tabloid tersebut berasal dari mana. “Saya tidak tahu tabloid itu dari siapa. Biar nanti yang memberikan komentar pimpinan saja takutnya salah,” kata Hani.
Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang Agus Riyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan langsung di lokasi. Selain itu, dia akan menindaklanjuti jika sudah ada laporan resmi terkait penyebaran tabloid tersebut.
Memang sepintas dalam tabloid itu terpasang artikel yang menjelek-jelekkan salah satu pasangan capres-cawapres. “Setelah ada laporan tertulis langsung kita tindak lanjuti. Kita akan panggil pelapor, terlapor, dan saksi-saksi dan Ribuan barang Bukti Tabloid yang sedang diamankan. Selanjutnya akan kita rapatkan dengan Gakkumdu untuk mengkaji apakah masuk unsur pelanggaran atau tidak,” tutur dia.
Kepala Polres Semarang AKBP Augustinus B Pangaribuan mengaku langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Untuk penyebaran tabloid apakah melanggar hukum atau tidak, Polres masih menunggu hasil pemeriksaan Panwaslu.

Jelang Pilpres

Jika Pemilu Curang, Guruh Minta Tolak Pencalonan SBY Sebagai Sekjen PBB

Selasa, 8 Juli 2014 16:36 WIB
Jika Pemilu Curang, Guruh Minta Tolak Pencalonan SBY sebagai Sekjen PBB
Wahyu Aji/Tribunnews.com
Guruh Soekarnoputra 

JAKARTA – Maraknya kampanye hitam sampai kericuhan pemungutan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di Victoria Park, Hongkong, Minggu (6/7/2014), membuat putra bungsu Bung Karno, Guruh Soekarnoputra geram.

Guruh bahkan mencium adanya upaya sistematis dan masif untuk membatasi hak warga negara menggunakan hak pilihnya. Pemerintah dan seluruh lembaga terkait pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurutnya harus bertanggungjawab.

Dirinya menyebutkan, jika ternyata pada Pilpres 2014, ditemukan kecurangan, Guruh mendesak Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) agar meminta kepada semua negara anggota PBB, untuk tidak menyetujui SBY sebagai calon Sekjen PBB mendatang ataupun lembaga-lembaga internasional lainnya.

"Peristiwa di Hongking telah menjadi bukti valid rezim presdien SBY secara sistematis dan masif, membatas hal warga untuk menggunakan hak pilih. Kesiapan para staf KJRI Hongkong, adalah kebetulan yang disengaja, jadi bukan kesalahan, tapi rencana sistematis," kata Guruh di media center Jokowi-JK, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2014).

Lebih lanjut dikatakan Guruh, apabila pilpres berlangsung curang, pihaknya meminta PBB agar meminta kepada semua negara anggota PBB untuk tidak menyetujui SBY sebagai calon Sekjen PBB mendatang.

"Jangan menyetujui SBY sebagai calon Sekjen PBB mendatang dan lembaga-lembaga internasional lainnya," katanya.

Penipuan Untuk Memperoleh Dukungan

Surat Dukungan Dipalsukan, Ulama Pamekasan Lapor ke Panwaslu

Selasa, 8 Juli 2014 | 12:15 WIB
KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Kiai pesantren pendukung Prabowo-Hatta, ngelurug kantor Panwaslu terkait beredarnya surat palsu dukungan kepada Jokowi-JK, Selasa (8/7/2014).

PAMEKASAN - Sejumlah kiai dari pesantren di Pamekasan mendatangi kantor Panwaslu, Selasa (8/7/2014). Mereka melapor karena merasa surat dukungan mereka kepada pasangan capres Prabowo-Hatta dipalsukan.

Dalam surat selebaran yang ditemukan itu, Ketua Relawan Prabowo-Hatta, KH Lailurrahman, mengatakan, dukungan mereka ke Prabowo-Hatta diubah sehingga seolah mereka mendukung pasangan Jokowi-JK. Menurut dia, selebaran itu lalu disebarkan kepada masyarakat.

Lailurrahman mengatakan, surat dukungan palsu itu beredar di lima kecamatan di Pamekasan dengan sasaran pasar-pasar tradisional, masjid, dan mushala. Lima kecamatan itu meliputi Kecamatan Kadur, Kecamatan Pakong, Kecamatan Palengaan, Kecamatan Pegantenan, dan Kecamatan Proppo.

Menurut dia, surat asli dukungan itu ditujukan kepada pasangan Prabowo-Hatta yang ditandatangani 17 pengasuh pesantren se-Pamekasan. Surat itu diedarkan kepada masyarakat pada saat Prabowo-Hatta datang ke Pondok Pesantren Al Hamidy, Banyuanyar, Selasa (24/6/2014). Surat tersebut dibuat pada tanggal 14 Sya'ban 1435/11 Juni 2014 M.

"Surat asli dukungan itu kemudian dipalsukan dengan merubah seluruh isinya kepada dukungan pasangan Jokowi-JK dan dibuat pada tanggal 8 Juli 2014," kata Lailurrahman saat melaporkan kasus tersebut ke Panitia Pengawas Pemilu Pamekasan bersama kiai pendukung Prabowo-Hatta.

Modus pemalsuan itu, lanjut Lailurrahman, dengan mengubah seluruh redaksi surat. Enam poin yang ada di dalamnya adalah wajib mencoblos pada tanggal 9 Juli, jangan terkena fitnah money politic, jangan keluar dari shaf muslimin, pilihlah Prabowo-Hatta karena didukung mayoritas parpol berbasis islam dan ulama Jawa-Madura, dianjurkan menjadi relawan pemenangan Prabwo-Hatta, serta selalu siap menjadi saksi/pendamping di TPS.

Sedangkan surat palsu memuat lima poin. Poin pertama adalah ulama pesantren Pamekasan meminta maaf atas beredarnya tausiah dukungan kepada Prabowo sebab setelah ditelusuri secara mendalam keluarga Prabowo beragama kristen protestan.

Poin 2 dan 3 sama dengan surat aslinya, sedangkan item keempat mengajak masyarakat memilih pasangan Jokowi-JK karena akan membawa maslahat untuk umat Islam. Item kelima adalah dianjurkan mengajak keluarga, tetangga untuk mencoblos Jokowi-JK dan mengawasi TPS dari kecurangan.

"Setelah surat dukungan diketik ulang kemudian tanda tangan 17 kiai digunting dan ditempelkan kepada surat palsu. Surat itu diperbanyak dan disebarkan kepada masyarakat," ungkap pria yang juga pengasuh Pesantren Umul Quro, Plakpak Pegantenan ini.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Lailurrahman dari warga, surat itu disebarkan menggunakan mobil setelah makan sahur sampai pagi hari. Namun warga tidak sempat mendokumentasikan plat nomor mobil penyebar surat.

"Surat itu jelas melecehkan ulama pesantren di Pamekasan. Saya minta Panwaslu segera menindaklanjuti pelanggaran ini," kilahnya.

Relawan sendiri, kata Lailurrahman, masih terus menyelidiki siapa pelakunya. Pihaknya juga sudah mengadu ke Kapolres Pamekasan untuk turut serta mengungkap pelakunya karena di dalamnya sudah ada unsur fitnah dan mengandung unsur SARA.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Pamekasan, Ahmad Zaini berjanji akan segera menindaklanjuti laporan kiai pesantren tersebut. Pihaknya akan menggelar rapat untuk menentukan langkah-langkah konkret.
 
Sumber : Kompas.com

Menuju Rakyat Sejahtera

Formasi: Konsep Ekonomi Kerakyatan Prabowo-Hatta Sejahterakan Rakyat

Formasi: konsep ekonomi kerakyatan Prabowo-Hatta sejahterakan rakyat
Ilustrasi Capres Prabowo Subianto menyampaikan orasi pada acara seminar nasional ekonomi kerakyatan di Jakarta, Selasa (16/6). (ANTARA/PRASETYO UTOMO)
Jakarta - Konsep ekonomi kerakyatan yang diusung oleh pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dinilai mampu mensejahterakan rakyat.

"Konsep ekonomi kerakyatan Prabowo jelas. Prabowo punya buku yang ditulis bersama dengan ekonom handal tentang ekonomi kerakyatan," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) lembaga pemberdayaan ekonomi Forum Amanat Indonesia Raya (Formasi), M Azrul Tanjung, di Jakarta, Senin.

Ekonomi kerakyatan yang dimaksud tidak hanya peduli pada usaha kecil tetapi memiliki tiga hal pokok.

Tiga hal pokok itu adalah demokrasi ekonomi, keadilan berusaha, dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat.

"Demokrasi ekonomi maksudnya ekonomi dikelola bersama sesuai dengan konsep koperasi. Tetapi bukan berarti badan usaha lain tidak boleh. Koperasi dan lembaga usaha lain bekerja sama," jelas dosen Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah itu.

Koperasi sangat penting, karena memihak pada masyarakat. Di Selandia Baru, koperasi petani dan peternak tumbuh menjadi perusahaan besar dan mendunia.

"Indonesia pun bisa seperti itu, asalkan pemerintah mendorong tumbuhnya koperasi," terang dia.

Kemudian, keadilan yang berusaha artinya setiap seorang bisa memiliki akses sumber ekonomi. Tidak seperti sistem perekonomian kapitalis, yang mana yang bisa mengakses sumber ekonomi hanya memiliki modal.

"Pengusaha kecil juga diberi kesempatan. Misalnya ada perusahaan membuka perkebunan sawit yang luas, masyarakat setempat juga diberdayakan misalnya dengan sistem plasma. Begitu juga kalau perusahaan tambang, masyarakat juga dilibatkan."

Poin pokok terakhir yakni mengenai kesejahteraan untuk seluruh rakyat. Azrul menilai poin ini sangat penting karena selama ini kesejahteraan hanya dimiliki pemilik modal.

"Terbukti dengan aksi buruh yang dilakukan ketika hari buruh. Itu menunjukkan buruh yang belum sejahtera," ujar Azrul yang sedang menyelesaikan disertasinya di Universitas Brawijaya itu.

Buruh tidak hanya dijadikan pekerja, tetapi buruh juga dijadikan bagian dari perusahaan itu.

"Kami menilai tiga hal itu hanya ada pada pasangan Prabowo-Hatta. Jika terpilih, Insya Allah rakyat sejahtera."

Lagipula, hanya pasangan Prabowo-Hatta yang berani menandatangani kontrak dengan buruh.

Dalam visi-misinya, pasangan Prabowo-Hatta berkomitmen untuk melaksanakan ekonomi kerakyatan dengan memprioritaskan peningkatan alokasi anggaran untuk program pembangunan pertanian, kehutanan, perikanan, kelautan, koperasi dan UMKM.

Mendorong perbankan nasional dan lembaga keuangan lain untuk memprioritaskan penyaluaran kredit bagi petani, peternak, nelayan, buruh, pedagang tradisional, pedagang kecil, industri kecil menengah, dan pegawai.

Prabowo-Hatta juga akan mendirikan Bank Tani dan Nelayan khusus untuk menyalurkan kredit pertanian, peternakan, perikanan, dan kelautan.

Melindungi, memodernisasi, merevitalisasi dan mengkonsolidasikan belanja negara untuk program pengembangan koperasi , UMKM dan pasar tradisional.

Melindungi dan memperjuangkan hal buruh termasuk buruh migran dan mengalokasi dana APBN minimal Rp1 miliar per desa.

Pemilu Presiden, 9 Juli 2014 diikuti dua pasangan capres dan cawapres yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla.


Sumber : Antara News.

Capres Berbicara

Prabowo: Saya Tempuh Jalan Susah, Bukan dengan Tank
Selasa, 01 Juli 2014, 06:17 WIB
Republika/Adhi Wicaksono
Prabowo Subianto, saat mengikuti Dialog Kebudayaan, di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (28/6).

JAKARTA -- Capres dari koalisi Merah Putih Prabowo Subianto memaparkan pandangannya mengenai politik luar negeri dan kepentingan nasional di hadapan perwakilan berbagai kedutaan besar negara asing di Indonesia, Senin (30/6). Prabowo berorasi dalam forum yang diadakan Indonesian Council on World Affairs (ICWA) di Hotel Borobudur, Jakarta itu.

Dalam forum itu, sempat dibuka sesi tanya jawab. Seorang pengajar dari Australia menanyakan mengenai pandangan Prabowo akan demokrasi. Karena ia sempat mendengar ucapan Prabowo di salah satu acara yang menyebut demokrasi Indonesia merupakan produk Barat. Ia pun menanyakan apakah Prabowo sepakat dengan kepemimpinan otoritarian.

Prabowo memberikan penekanan arah pembicaraan saat itu mengenai konsep demokrasi. Bukan, menurut dia, membicarakan pemerintahan demokrasi dan otoriter. "Saya merasakan ke mana anda mengarahkan pertanyaan ini," kata mantan Danjen Kopassus itu seraya tersenyum. Komentar Prabowo itu disambut tawa hadirin yang hadir.

Selama ini Prabowo mengaku ada yang berusaha membentuk citra dirinya. "Saya dicitrakan sebagai seorang yang antidemokrasi. Saya ingin pemerintahan otoriter. Saya ingin kembali pada Orde Baru."
Hadirin ada yang bertepuk tangan. "Mohon dipastikan saya demokratis. Saya percaya demokrasi," kata Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Prabowo mengatakan sebagai tentara dia telah bersumpah dan berjanji untuk menjaga konstitusi Indonesia. Ia mengaku masih menjaga janji itu. Karena itulah Prabowo mengatakan terjun ke dunia politik.

"Ini pemilihan ketiga saya. Jadi saya tempuh jalan yang susah. Saya tidak gunakan tank dan mengambil alih parlemen. Tidak," ujar Prabowo, yang kembali disambut tawa.

Karena itu Prabowo membantah jika disebut ingin menghilangkan demokrasi dan sistem pemilihan langsung oleh rakyat. Namun, ia memang menilai harus ada pemikiran agar demokrasi Indonesia tidak mahal seperti sekarang ini.

"Bukan saya mengajukan untuk menghilangkan pemilihan langsung. Jika saya dipilih, saya akan dipilih melalui pemilihan langsung. Itu yang saya setuju, itu yang saya terima," kata dia.

Demikian ditulis Republika...