Jumat, 26 Desember 2014

Jalan Setapak Paling Berbahaya di Dunia



Foto-foto di bawah ini diambil di atas gunung di Cina yang disebut Mt. Hua Shan. Di dasar gunung ada beberapa anak tangga batu yang disebut “Tangga Surgawi“. Ketika Anda mulai berjalan menaiki tangga mereka membawa Anda tinggi ke gunung di mana titik perjalanan dramatis dimulai.

Setelah mendaki tangga batu, maka Anda bergabung di salah satu dari dunia jalan paling berbahaya. Sebuah tambalan yang dikenal sebagai jalur papan Hua Shan. Pada gilirannya setapak ini menuju gunung yang lebih tinggi berada di luar kota Xi’an.
Meskipun memakai segala jenis peralatan keselamatan tidak wajib, sebenarnya dianjurkan. Anda harus mengerti kenapa.

Perjalanan ini dimulai pada ‘Tangga Surgawi itu.  
Percaya atau tidak, ini adalah sedikit mudah.
Anda Akan benar-benar  berada dalam kesulitan jika Anda takut ketinggian.
Meskipun begitu berbahaya, jalan setapak sangat populer di kalangan wisatawan.
Ketika Anda mencapai puncak tangga, Anda bisa naik gondola ke tahap berikutnya.
Ya pikirkan Anda  benar. Orang-orang  Berjalan Terus di Papan dan Rantai. Itu dia!
 Semua itu mengarahkan Ke suatu tempat cukup istimewa untuk orang-orang yang mempertaruhkan nyawa mereka.
Seperti yang Anda lihat, Papan Sangat Sempit dan Dinding Curam yang Menakutkan.


Oh ya ada beberapa bagian bahkan tidak memiliki papan. Anda perlu sedikit memanjat ini dengan menggunakan lubang di batuan.
 Itu membuat saya pusing hanya dengan melihat foto-foto ini.
Tapi jika Anda pertahankan hal itu, Anda mendapatkan ‘hadiah‘ .
Di bagian paling atas dari puncak selatan adalah candi Tao yang diubah menjadi rumah minum.


Semuanya ribuan orang melakukan perjalanan berbahaya ini hanya untuk minum secangkir teh.

Dan itu harus menjadi teh yang sangat sangat enak karena untuk kesana harus melewati semua rintangan yang tak mudah

Kontroversi Ucapan Selamat Natal Menag Lukman Hakim


Di kantor Kementerian Agama RI di Jakarta, (9/8/2014), Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin menegaskan, ISIS tidak ada hubungannya dengan pengalihan isu.

Jakarta  WARA - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani yang tengah bersuka cita merayakan hari kelahiran Yesus Kristus. Ucapan itu ditulis Menteri Lukman Hakim  di akun twitter pribadinya @lukmansaifuddin, pada Rabu 24 Desember 2014.

"Buat umat Kristiani yg bersukacita, Selamat Merayakan Natal.. Damai di bumi, damai di hati.. Semoga kita terus rukun dalam cinta kasih..," kicau Lukman.

Ucapan ini menuai banyak tanggapan. Banyak yang memberi respons positif, tapi ada juga bernada negatif. Menanggapi respons negatif tersebut, Menteri Lukman kembali berkicau, "Mohon maaf buat saudaraku muslim yg merasa tak nyaman.." 

Pantauan Liputan6.com, Jumat (26/12/2014), lagi-lagi kicauan ini mendapat tanggapan. Banyak follower mengatakan agar Lukman tak perlu meminta maaf, sebab sebagai menteri agama, Lukman mengayomi semua agama, termasuk agama Nasrani.

"@lukmansaifuddin di Indonesia, anda mengayomi semua agama. itu sudah seharusnya, pak. tak perlu meminta maaf. biarkan mereka belajar toleran," kicau seorang follower @Prasetyo_H.

Sedangkan @rayafahreza menulis, "@lukmansaifuddin jangan mminta maaf, Pak. Bapak menteri agama, semua agama, bukan cuma satu. salah kalau minta maaf." (Liputan6.com)

Saat Natal, Kiai Muhaimin Sibuk Ceramah di Gereja


Kiai Abdul Muhaimin yang juga Pengasuh Pesantren Ummahat Nurul Islam di Kotagede Yogyakarta.

Yogyakarta - WARA - Kiai biasanya identik mengisi ceramah di masjid atau musalla. Namun itu tidak bagi KH Abdul Muhaimin.  Muhaimin yang juga Pengasuh Pesantren Ummahat Nurul Islam di Kotagede Yogyakarta ini lebih aktif di gereja saat Natal.

Selama Natal, pria yang akrab disapa Kiai Muhaimin ini mengaku lebih sibuk dibandingkan pastur ataupun pendeta di Yogyakarta. Pasalnya dirinya mendapat banyak tawaran mengisi ceramah di gereja-geraja  di Yogyakarta. Ceramah yang dilakukannya sudah dilakukan mulai kemarin hingga beberapa hari ke depan. Bahkan ia menyebut jika jadwal ceramah yang dilakukannya sudah padat.

"Ndek bengi ()tadi malam) di GKI Gejayan, esuk mau (tadi pagi) ceramah di GKJ Samirono, nanti sore di Gereja Babarsari. Jadi saya ini sekarang ini lebih sibuk daripada pendeta dan pastur. Sampai tanggal 6 Januari padat sibuk pokoknya," ujar Muhaimin di Yogyakarta, Kamis (25/12/2014).

Muhaimin yang juga Koordinator Forum Persaudaraan Umat Beragama (FPUB) mengatakan dalam ceramah yang dibawanya di GKJ Samirono bertemakan "Berjumpa dengan Allah dalam Keluarga". Dalam ceramahnya ini Muhaimin menyebutkan bahwa tuhan harus hadir di dalam keluarga. Jika tuhan hadir dalam keluarga maka kehidupan akan baik.

"Temanya berjumpa Allah dalam keluarga. Kata itu yang jarang ada. Jadi misal anak yang main game dan sibuk dengan dunianya lupa dengan Tuhan jadi bagaimana anak ini hadir bagi Tuhan di keluarganya," ujar dia.

Muhaimin menyentil perbedaan pandangan terkait umat Islam memberikan ucapan selamat Natal. Menurut dia, hal itu perlu disikapi dengan bijak. Selain itu, dengan mengucapkan selamat Natal bagi orang Islam tidak akan mengurangi keimanan.

"Itu biasa, nggak usah dirembuk. Saya ucapkan selamat Natal juga tidak mengurangi iman saya. Saya juga sudah ucapkan di facebook saya," ujar Muhaimin. (Liputan6.com)

Polri : Video ISIS Jangan Diberi Ruang



Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie
Jakarta - WARA - Kepolisian Republik Indonesia meminta publik tidak mudah terpengaruh dengan upaya provokasi yang dilakukan Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Respons atas video tantangan ISIS yang diunggah beberapa waktu lalu, dinilai hanya memberikan pengakuan dan peluang terhadap ISIS di Indonesia.

"Apa untungnya kita tanggapi video ISIS yang beredar. Justru dengan adanya respons kita terhadap video mereka, kita malah memberi peluang terhadap mereka. Jadi tidak perlu dikasih ruang kepada mereka," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Ronny Franky Sompie saat dihubungi VIVAnews, Jumat 26 Desember 2014.

Video provokasi yang diunggah oleh terduga komplotan ISIS asal Indonesia di media sosial, kata Ronny, memang sengaja dimunculkan untuk mencari respons Indonesia terhadap mereka. Lewat itu, ia akan memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa sekaligus juga membuat keberadaan mereka makin eksis di mata publik.

"Kalau secara prinsip, kita ini bangsa yang besar, tidak perlu takut dengan hal-hal semacam itu. Polri atau TNI, siap melawan apa saja yang dianggap mengganggu negara. Jadi kenapa kita harus kasih kesempatan ke mereka, semakin kita tanggapi mereka akan semakin eksis nanti," kata Ronny.

Namun demikian, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan tak gampang terpengaruh dengan kabar tentang ISIS di Indonesia. Publik harus tetap satu dalam pemikiran tentang keutuhan dan kesatuan bangsa.

"ISIS itu bukan untuk Indonesia. Kita tidak ada kaitannya dengan itu. Yang penting sekarang, jangan sampai Indonesia jadi lahan persemaian mereka. Persatuan dan kesatuan bangsa jauh lebih penting dari ini," katanya. (VIVAnews)