Senin, 24 November 2014

Kemenag Nilai Ahmadiyah Tidak Menodai Islam


Demonstrasi pembubaran Ahmadiyah (ilustrasi)

Jakarta – WARA,
Pemerintah Joko Widodo melalu Kementerian Agama (Kemenag) menjadikan kasus Ahmadiyah sebagai pertimbangan akan mencabut atau merevisi UU Penodaan Agama. Kemenag menilai Ahmadiyah tidak menodai Islam.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama, Machasin mengatakan dalam UU No. 1 tahun 1965 tentang Penodaan Agama, tidak jelas antara kelompok sempalan dan orang yang menodai agama. Seperti misalnya, Ahmadiyah menyebut adanya nabi setelah Nabi Muhammad, sehingga Ahmadiyah dianggap menodai ajaran Islam.

Machasin menganggap umat Ahmadiyah bukan bermaksud menodai Islam, tapi memang begitulah mereka meyakininya. "Dan memakai keyakinan itu untuk mereka sendiri," ungkapnya, Minggu (23/11).

Hal ini sama seperti agama Islam yang meyakini Yesus seorang nabi bukan Tuhan. Sementara Kristen mengatakan Yesus adalah Tuhan. Hal tersebut tidak masuk kategori penodaan oleh Islam karena hanya disampaikan untuk kalangan umat Islam sendiri.
 “Kalaupun Kristen meyakini Yesus sebagai Tuhan, silakan saja karena itu keyakinan mereka,” katanya.

Dengan pertimbangan-pertimbangan ini Kemenag saat ini sedang menyiapkan draft undang-undang untuk mengganti UU Penodaan Agama.
Menurut Machasin, ada dua poin yang akan direvisi, yakni terkait ketetapan enam agama saja yang disebutkan dalam undang-undang, sementara yang lainnya menjadi terkesan diabaikan.
Dampaknya, pelayanan yang adil oleh pemerintah terhadap umat beragama dan berkeyakinan di luar agama yang enam dipertanyakan.  Kedua, terkait pembedaan antara kelompok beragama atau keyakinan dengan kelompok sempalan. (REPUBLIKA.CO.ID)

Kemendagri Nyatakan FPI Terlarang di Jakarta

Jakarta - WARA,
Akhirnya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan bahwa Front Pembela Islam (FPI) sebagai sebuah organisasi masyarakat terlarang di Jakarta. Dinyatakannya FPI sebagai organisasi illegal karena ormas pimpinan Habib Riziq Shihab ini karena FPI tidak terdaftar dalam administrasi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.

“Dari koordinasi kami dengan DKI memang FPI belum terdaftar,” ujar Direktur Ketahanan Seni Budaya, Agama dan Kemasyarakatan, Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik Kemendagri Budi Prasetyo di Jakarta, Rabu (8/10/2014), seperti dilansir yahoonews.

Budi mengatakan dinyatakannya FPI sebagai organisasi illegal dapat berdampak pada pemberian sanksi terhadap segala sesuatu yang dilakukan kelompok tersebut. Sanksi tersebut diberikan oleh Pemprov DKI.
Pun demikian, Budi menyatakan FPI secara nasional merupakan organisasi legal. “FPI pusat sudah terdaftar di Kemendagri,” ujarnya.

Sekeluarga Ini Punya Enam Jari pada Kedua Tangannya


Aguas Claras WARA,
Pernahkah Anda melihat seseorang yang memiliki enam jari pada tangannya? Sebuah keluarga di Aguas Claras, Brasil, saat ini rama diperbincangkan media pemberitaan karena memiliki enam jari pada tangannya. Bahkan seluruh anggota keluarga mereka memiliki jumlah jari yang sama.
 
Dilansir dari Rtnews.com, Senin (24/11), Da Silva. Keluarga yang memiliki 14 anggota keluarga ini memiliki enam jari pada kedua tangannya. Hal itulah yang menyebabkan salah satu putra keluarga ini, Joao de Assis da Silva, diterima menjadi punggawa tim sepak bola nasional Brasil pada piala dunia mendatang.

Sang ibu, Ana Carolina Santos da Silva mengatakan jika putra-putranya dapat menjadi pemain sepakbola hebat nantinya. "Saya percaya putraku bisa memberikan energi positif pada piala dunia nanti," kata Ana.

Bukan hanya pada generasi mereka saja, ternyata pada generasi-generasi sebelumnya juga terlahir dengan enam jari pada kedua tangannya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Mulut Tuan Puteri pun Terkunci


Jakarta – WARA,
Tengoklah ke belakang. Ketegangan menghiasi rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat pada Sabtu dini hari, 31 Maret 2012.

Puncaknya, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipimpin ketua fraksi mereka, Puan Maharani, meninggalkan ruang sidang sambil menangis. Mereka menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

Sikap mereka sejalan dengan slogan partai berlambang kepala banteng itu, yakni membela wong cilik (rakyat kecil). Selama satu dasawarsa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, PDIP menjadi partai terdepan menolak tiga kali kenaikan bahan bakar bersubsidi.

Konsistensi mereka, termasuk Puan, terjaga setahun kemudian. Mereka bahkan sampai mengeluarkan buku putih soal penolakan atas kenaikan bahan bakar. Di dalam sana dijelaskan pula jurus-jurus PDIP agar bahan bakar bersubsidi tidak perlau dinaikkan.

Tapi itu dulu, sebelum PDIP berkuasa. Setelah partai mereka menang dalam pemilihan umum tahun ini dan calon presiden mereka usung, Joko Widodo, terpilih, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mengubah haluan.

Dengan alasan serupa dikemukakan pemerintahan Yudhoyono, Joko Widodo Senin malam pekan lalu menaikkan harga bahan bakar bersubsidi: bensin naik dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500 dan solar naik dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.

Duet Joko Widodo dan Jusuf Kalla selalu sesumbar kekuasaan mereka buat rakyat malah membebani rakyat. Mereka beralasan pencabutan subsidi bahan bakar untuk dialihkan ke pembangunan infrastruktur agar roda perekonomian bergerak lebih cepat dan lebih baik. Pemerintah mengklaim kenaikan harga bahan bakar itu menghemat anggaran Rp 100 triliun.

Bedanya kali ini, tidak ada perdebatan sengit di Senayan. Konflik antara koalisi pro-Joko Widodo dan pendukung Prabowo Subianto masih bergulir. Ini kelanjutan dari persaingan dua elite itu dalam pemilihan presiden.

Tentu saja pantas menjadi sorotan adalah Puan, sering disebut tuan puteri di kalangan internal PDIP. Dia tidak muncul di istana saat Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga komoditas menyangkut hajat hidup orang banyak itu.

Hingga artikel ini dilansir Puan tidak bisa dimintai komentarnya. Ditelepon berkali-kali dia tidak menjawab. Ditanya lewat pesan singkat apakah merasa malu berkhianat kepada rakyat, dia juga bungkam.

Tuan puteri tidak segalak dulu. Mulutnya kini terkunci. (Merdeka.com)

Tradisi Santap Makanan di Atas Tubuh Wanita Telanjang di Jepang


Nyotaimori

Tokyo - WARA,
Makan sushi atau sashimi yang ada di atas “piring” berupa tubuh wanita telanjang, menjadi ritual tersendiri dalam jamuan makan malam kalangan khusus di Jepang.

Ritual itu, lazim disebut Nyotaimori, artinya makan di atas tubuh wanita. Akan tetapi, praktik itu kekinian terlarang di Jepang.

Dilansir dari Daily Mail, Minggu (23/11/2014), meski sudah dilarang, kenyataannya masih banyak masyarakat yang melakukan budaya ini secara sembunyi-sembunyi. Hanya kalangan eksklusif tertentu saja, biasanya bisa menikmati Nyotaimori.

Lawannya, lelaki telanjang, disebut Nantaimori. Namun, hal ini tak pernah ada, karena dianggap sangat merendahkan derajat lelaki di Jepang.

Dalam praktiknya, gadis berusia 16 tahun telanjang bulat sebagai tokoh Nyotaimori, dan di atasnya diletakkan sushi maupun sashimi, lalu disantap para pria-pria dari kalangan eksekutif saja.

Pelaku wanita Nyotaimori sebenarnya tidak bisa sembarangan. Harus ada pelatihannya. Harus tahan geli, bisa tenang sehingga dapat mengatur suhu badan tetap dingin. Jadi sebelum melakukan tradisi tersebut, dia harus mandi, bersih, semua rambut tubuh, termasuk rambut yang di bawah harus bersih.

Selain itu, si wanita harus bisa berbaring tidur berjam-jam tanpa gerak tanpa emosi. Walau terkadang, badannya tersiram air agak dingin cipratan atau penumpahan anggur sengaja agar seolah tambah lezat, dan sebagainya. Harus mampu mati rasa.

Kalangan eksekutif ini, biasanya diselingi minuman keras pula. Namun, apabila ada permainan seks biasanya bukanlah wanita Nyotaimori yang dipakai melainkan companion (wanita yang menemani masing-masing dari pria tersebut). (TRIBUNNEWS.COM)

Ade Dharma Ciptakan Alat Pengolah Plastik Jadi BBM

Tenggarong – WARA,
Belum lama ini, Ade Dharma Putra mengembangkan alat pengelola bahan plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan sistem pirolisis. Alat ini sangat diperlukan di tengah situasi harga BBM yang baru naik 30 persen di negeri ini.

Sejumlah alat atau teknologi baru sudah banyak dilahirkan lewat tangan kreatif Ade Dharma Putra (38), pegiat teknologi di Tenggarong. Bahkan dia membangun workshop di depan rumahnya, Jalan Gunung Pasir untuk menyalurkan ide-ide liarnya selama ini.

Dia tidak bisa tinggal diam jika tiba-tiba sebuah gagasan kreatif muncul di benaknya. Ade kerap menggunakan barang-barang bekas yang didapatnya dari pengepulan untuk disulapnya menjadi alat yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Belum lama ini, Ade mengembangkan alat pengelola bahan plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan sistem pirolisis. Alat ini sangat diperlukan di tengah situasi harga BBM yang baru naik 30 persen di negeri ini. Alat pirolisis ini mampu menghasilkan bahan bakar minyak, mulai minyak tanah, solar dan bensin. Dia merancang alat ini dalam waktu dua hari. Sebelumnya, Ade mengembangkan alat serupa tapi dengan sistem destilasi atau penyulingan.

Keunggulan alat baru dengan sistem pirolisis ini bisa menghasilkan bahan bakar lebih murni daripada lewat destilasi. Dia memanfaatkan 3 tabung freon yang disusun ke atas setinggi 3 meter. Tabung pertama akan menghasilkan minyak tanah, tabung kedua solar dan tabung ketiga bensin.

Satu kilogram plastik dapat menghasilkan lebih dari setengah liter BBM. Ide ini dilatarbelakangi dari pengalamannya semasa duduk di Sekolah Tehnik Menengah (STM) jurusan elektro. Dia mendapatkan beasiswa untuk ikut pelatihan di sebuah perusahaan yang dikelola oleh Jepang.

"Di Jepang sana, sampah sintetis, termasuk plastik, diolah menjadi BBM yang murni," ujarnya.
Jika bahan tabung dan pipa terbuat dari bahan stainless, maka bahan bakar yang dihasilkan akan mendekati kemurnian. Cara kerja alat ini cukup sederhana. Bahan plastik yang telah dicacah dimasukkan dalam tabung reaktor dengan kapasitas maksimum 5 kg. Kemudian tabung reaktor yang posisinya di atas kompor gas dipanaskan dengan gas elpiji 3 kg. 

"Pemanasan berlangsung antara 1 hingga 1,5 jam untuk menghasilkan bahan bakar jika mulai dari titik nol derajat Celcius," tuturnya.

Alat ini bisa menghasilkan langsung minyak tanah jika dipanaskan dalam suhu 380-480 derajat Celcius dan bensin dalam suhu 200-300 derajat Celcius. Bahan bakar yang dihasilkan dari alat ini bisa digunakan untuk mesin industri, seperti genset dan diesel.

"Minyak yang dihasilkan ini juga bisa dipakai untuk bahan bakar kendaraan, tapi kadar oktannya masih di bawah premium. Kendaraan bisa jalan tapi memang tidak seoptimal bahan bakar premium," ujarnya.
Namun bahan bakar ini bisa menghasilkan sumber energi listrik. Ade mengatakan alat ini mampu mengolah sampah plastik yang selama ini tidak terurai menjadi bahan bakar. 

"Masyarakat bisa menggunakan minyak tanah yang dihasilkan untuk bahan bakar kompor," ujarnya. 

Keberadaan alat ini dapat mengurangi volume sampah plastik di Tempat Pembuangan Akhir. (TPA). Penggunaan alat ini bisa memutus rantai masalah sanitasi di tingkat RT. Sampah plastik bisa ditekan di tingkat RT dengan pemanfaatan alat pirolisis ini. (TRIBUNKALTIM.CO,)