Senin, 31 Oktober 2016

Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru

Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

DUA PEMUDA berpakaian kelabu dan sama menunggang kuda hitam, memacu kuda masing-masing menuju ke timur. Di belakang, di arah punggung mereka sang surya yang hampir tenggelam membersitkan sinar kuning merah. Ratusan kelelawar terbang berputarputar di arah selatan lalu lenyap di balik ketinggian pohon-pohon jati di puncak bukit kecil.

Pemuda yang menunggang kuda di samping kiri bertubuh ramping semampai, memiliki kehalusan kulit seperti peremptlan. Kepalanya dibungkus dengan sehelai kain berwarna merah. Kawannya seiring berbadan tegap. Dadanya yang berbulu tersembul di balik bajunya yang tidak berkancing. Memasuki jalan yang agak mendaki di lereng bukit, kuda tunggangan pemuda berikat kepala merah tiba-tiba saja seperti ditarik oleh satu kekuatan dahsyat dari belakang hingga binatang ini berhenti berlari. Kalau saja penunggangnya tidak cekatan dan sigap merangkul leher kuda itu, niscaya dia akan terlempar.

"Hai ....! Ada apa denganmu Wesi Ireng?!" Si pemuda menegur kuda tunggangannya lalu mengusap-usap leher binatang itu.

"Kudamu berlaku aneh!" berkata pemuda bertubuh tegap. Namun dia sendiri menjadi kaget ketika mendadak kuda tunggangannya meringkik keras sambil mengangkat kedua kaki
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #38 : Iblis Berjanggut Biru Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Minggu, 23 Oktober 2016

Sedang Merantau

Sedang Merantau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Ada seorang pengembara tiba di sebuah negeri . Orang ini mendengar bahwa ada seorang bijaksana di negeri itu, dan dia ingin menemuinya. Pria bijaksana itu di kenal saleh, dan baik hati sehingga sangat dikasihi banyak orang karena dia seolah menjadi tempat bertanya bagi warga disekitar situ . Untuk itu tidak sulit menemukan pria bijaksana itu. Ketika pengembara itu bertanya dimana rumahnya, setiap orang yang di temuinya langsung menunjuk ke arah ujung perkampungan dimana berdiri sebuah gubuk reyot.

Ketika ia mengetuk pintu gubuk itu, muncul seorang pria tua yang mempersilahkan ia masuk. Pengembara itu sangat terkejut mendapati bahwa pria bijaksana itu tinggal di gubuk reyot yang isi rumahnya hanya sebuah meja, sebuah kursi, satu kompor dan alat memasak saja.

Karena merasa tidak nyaman, pengembara itu bertanya, ?Dimana perabot rumah Anda ? , katanya banyak orang2 terhormat dan orang2 kaya yg memohon petunjuk anda ?

Orangtua tadi balik bertanya dengan lembut, ? Lalu Mana milik Anda??

?Tentu saja di rumah saya. Kan saya sedang merantau, tidak mungkin saya membawa perabotan dan semua harta saya,? jawab pengembara itu.

?Saya juga,? jawab orangtua yang bijak itu. ?Saya sekarang ini kan juga sedang merantau di dunia ini.?

Apakah Anda sadar bahwa kita sebenarnya juga adalah ibarat perantau di dunia ini
... baca selengkapnya di Sedang Merantau Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 22 Oktober 2016

Hujan Dalam Satu Harapan

Hujan Dalam Satu Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rintikan hujan masih membasahi bumi Jemonistan, bau tanah makin menusuk indra penciuman manusia. Sambil merebah asa di iringi temaram langit kelam di ujung angkasa, seorang diri berjalan menepaki arah jalan sepi nan basah di batas bumi Jemonistan yang asri lagi indah, seindah hati yang ingin ia temui. Hanya sanya gerimis kecil itulah sedikit banyak menghambat lembaran lencana yang ia rangkai dalam memori ingatannya yang sebatas jua. Padahal, sebentar lagi dunia akan di datangi malam tak berbintang, hanya karena kuasa cuaca yang tidak mendukung. Hati seorang diri itu kian di selimuti atmosfer kecemasan yang begitu tebal, dan hampir-hampir ia di tikam oleh asa dan harap saat rasa tersebut ia bendung.
“Mudah-mudahan bisa berjalan sesuai rencana..” Batinnya.
Seorang itu adalah Akmal Farid, sesosok manusia polos yang seakan terlihat seperti anak kecil karena baby face yang ia miliki, begitu polos tak ayalnya seperti aktor cilik di film HOME ALONE yang biasanya di putar pada saat menjelang tahun baru. Sambil melantunkan sya’ir lagu anak band yang lagi naik daun di kalangan para pelajar, ia masih berjalan menembus rintikan anak hujan di petang tak berirama.
Harus ku akui…
Sulit cari penggantimu…
Yang menyayangku…

Sepanjang jalan bumi Jemonistan, Akmal masih melantunkan sya’ir lagu itu, berharap apakah yang ia ucapkan akan segera terjadi? Entahlah? Me
... baca selengkapnya di Hujan Dalam Satu Harapan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 21 Oktober 2016

Mimpi Si Anak Kambing

Mimpi Si Anak Kambing Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Abil adalah bocah laki-laki berusia 7 tahun yang duduk di kelas II sekolah dasar. Abil tidak seperti anak kebanyakan yang menghabiskan waktu pulang sekolah dengan bermain. Dari kecil Abil terbiasa menghabiskan waktu untuk mengembala kambing milik tetangganya untuk mencukupi kehidupan keluarganya. Sampai-sampai Abil dipanggil oleh teman-temannya dengan sebutan “si anak kambing”.

Sepulang sekolah Abil dengan menyelendangkan tas terbuat dari karung goni membawa kambing-kambingnya ke padang rumput di pinggir hutan.
Di tengah perjalanan Abil bertemu teman-temannya yang tengah asyik bermain di lapangan.
“hai teman-teman lihat ada si anak kambing” teriak salah seorang temannya sambil menunjuk ke arahnya.
“anak kambing… anak kambing… anak kambing…” serentak teman-temannya mengejek.
Abil hanya tertunduk melanjutkan perjalanannya. Abil tidak pernah marah dengan ejekan-ejekan temannya karena dia tidak merasa seperti itu walau terkadang hatinya sering merasa kesal.

Setelah perjalanan yang melelahkan itu akhir
... baca selengkapnya di Mimpi Si Anak Kambing Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Rabu, 19 Oktober 2016

Sebuah Karma di 2017

Sebuah Karma di 2017 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Kubuka mataku perlahan dan kupandangi sebuah jam yang tergantung di dinding. Melihatnya membuatku sadar, bahwa sudah waktunya aku harus memulai aktivitasku. Aku meregangkan otot tubuhku dan segera bangkit dari tempat tidur mungilku.
Aku bergegas pergi ke sekolah tanpa mandi. Aneh bukan? Air sulit didapat. Lebih baik aku menggunakannya untuk minum. Aku melangkah pergi sambil memakan roti yang rencananya akan kumakan di perjalanan ke sekolah.

Fia, begitulah mereka memanggilku. Namaku sebenarnya adala Refia Marsha. Umurku baru saja 17 tahun lusa kemarin. Dan kau tahu aku harus pergi ke sekolah seperti anak lainnya. Namun menurutku aku tak sama seperti yang lainnya. Kau tahu? Ayah dan ibuku sudah meninggal beberapa tahun karena peristiwa “itu”. Entahlah, aku sesak bila harus menjelaskannya. Namun, tetap saja harus kujelaskan.

Sekarang merupakan tahun 2017. Tahun yang kuharapkan menjadi tahun yang manis. Karena aku yang telah beranjak dewasa. Aku selalu berharap sejak kecil, untuk mengadakan pesta ulang tahun bersama keluarga dan teman-temanku, seperti di film
... baca selengkapnya di Sebuah Karma di 2017 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 15 Oktober 2016

Wiro Sableng #100 : Dendam Dalam Titisan

Wiro Sableng #100 : Dendam Dalam Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : TUA GILA DARI ANDALAS

SATU

Ucapan orang berpakaian dan bercadar kuning untuk beberapa lamanya mengiang di telinga Bidadari Angin Timur. Hatinya diharu biru oleh berbagai perasaan. "Tidak ada yang paling bahagia di dunia ini selain menolong orang yang kita cintai...."
"Aku memang mencintai dirinya sepenuh dan setulus hati. Namun kalau kasihnya bukan untuk diriku? Kusaksikan dengan mata kepala sendiri dia bercinta dengan Ratu Duyung di tepi telaga. Apakah hati ini masih mau untuk menolong? Jika kemudian hari hanya memberi jalan dia diambil oleh gadis lain....?"

Orang bercadar di samping Bidadari Angin Timur yang tadinya siap bergerak kini berpaling heran campur jengkel. "Gadis berambut pirang! Apa lagi yang membuatmu bimbang?! Aku sudah siap bergerak. Kalau kau ingin orang yang kau cintai selamat dan jika tidak mau melihat rimba persilatan ditimpa malapetaka besar lebih baik kau segera berbuat! Jangan menangis jika akhirnya kau menemui penyesalan hebat!"

Bidadari Angin Timur menatap sepasang mata orang yang tegak di hadapannya. Yang d
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #100 : Dendam Dalam Titisan Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu