Senin, 12 Januari 2015

Jasad Pendeta Ini Masih Utuh Meski Sudah Berumur 460 Tahun


Jasad Saint Francis Xavier masih utuh meski telah wafat 460 tahu lalu 

Goa - WARA - Jasad seorang pendeta yang berumur 460 tahun di sebuah gereja di daerah Goa, India membuat pengunjuung berdecak kagum, Selasa (6/1/2015).

Dilansir asiaone, pendeta tersebut bernama Saint Francis Xavier, seorang pendeta dan misionaris yang berasal dari Spanyol yang bertugas memyebarkan agama kristen di Asia.

Meski telah meninggal 460 tahun lalu jasad Saint Francis Xaviermasih utuh dan bentuk wajahnya masih terlihat jelas. (Tribun)

Terbitkan Kartun Nabi Muhammad, Kantor Media Jerman Dibakar



WARA - Kantor harian Jerman, Hamburger Morgenpost, pada Minggu dini hari waktu setempat dibakar setelah menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, yang sebelumnya pernah diterbitkan oleh Majalah Charlie Hebdo di Prancis. Saat kebakaran berlangsung, tidak ada satu pun pegawai yang tengah berada di kantor.

Stasiun berita Al Jazeera, Minggu, 11 Januari 2015, melaporkan peristiwa pembakaran terjadi pada sekitar pukul 01.20 dini hari. Tidak ada satu pun orang yang terluka dalam serangan itu. 

"Batu-batu dan benda yang terbakar dilempar melalui jendela kantor. Akibatnya, dua ruangan di lantai bawah rusak. Namun, api bisa segera dipadamkan," ujar seorang juru bicara polisi wanita. 

Polisi Hamburg berhasil menangkap dua tersangka pelaku pembakaran. Mereka tertangkap karena terlihat bertindak mencurigakan ketika berada di sekitar lokasi. Otoritas keamanan telah membuka sebuah penyelidikan. 

Namun, polisi tidak ingin terburu-buru mengaitkan kartun yang diterbitkan di majalah satir Charlie Hebdo dengan serangan tersebut. Polisi juga menolak memberikan informasi lebih detail mengenai dua tersangka yang ditangkap.

Menurut kantor berita Jerman, DPA, serangan itu dilakukan dari halaman gedung dan mengenai ruang arsip koran tersebut. Beberapa arsip di dalamnya hancur akibat penyerangan itu. 

Juru bicara kepolisian juga menyebut tim editorial Hamburger Morgenpost dapat kembali bekerja di dalam gedung karena kerusakan yang dialami tidak begitu parah.

Sebelumnya Hamburger Morgenpost turut menerbitkan karikatur Nabi Muhammad di halaman paling depan dan diberi tajuk pemberitaan "kebebasan sebanyak ini harus dimungkinkan". Pemasangan karikatur itu sebagai bagian dari bentuk dukungan terhadap kebebasan berbicara dan Charlie Hebdo. (VIVAnews)

Pilih Budi Gunawan, Sudah Dari Kompolnas


Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian RI, Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

Surabaya – WARA - Presiden Joko Widodo mengusulkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kepala Kepolisian RI kepada Dewan Perwakilan Rakyat. Ia mengatakan, nama Budi muncul berkat usulan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

"Sudah dari Kompolnas, hak prerogatif saya pakai. Saya pilih, saya sampaikan ke Dewan," kata dia kepada wartawan di sela kunjungan ke PT PAL Indonesia, Surabaya, Sabtu 10 Januari 2015. Untuk selanjutnya, anggota DPR RI tinggal menindaklanjutinya.

Saat ditanya mengenai faktor kedekatan Budi Gunawan dengannya, Jokowi hanya berseloroh singkat. "Ya masak saya pilih yang jauh?" ujarnya. Budi yang kini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polri itu diperkirakan memiliki kedekatan pula dengan Presiden Indonesia keempat Megawati Soekarnoputri dan Wakil presiden Jusuf Kalla.

Pada Jumat 9 Januari 2015, Presiden Jokowi mengirimkan surat bernomor R-01/Pres/01/2015 kepada ketua DPR perihal pemberhentian dan pengangkayan kepala kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Dalam surat itu, Jokowi memandang Budi Gunawan sebagai orang yang mampu dan cakap serta memenuhi syarat untuk diangkat sebagai kapolri.

Selain Budi Gunawan, sebelumnya beredar sejumlah nama lain menjadi calon kapolri. Ada empat jenderal bintang tiga yang masuk dalam bursa calon kapolri, yaitu Wakapolri Komisaris Jenderal Badrodin Haitu, Inspektur pengawasan Umum Polri Komjen Dwi Priyatno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komjen Suhardi Aulius, serta Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Putut Eko Bayuseno. (Tempo)

Jenazah Mahar "Laskar Pelangi" Dipulangkan ke Belitung


Verrys Yamarno saat memerankan Mahar dalam film Laskar Pelangi.
Jakarta - WARA - Jenazah Verrys Yarmono (18), pemeran Mahar dalam film Laskar Pelangi yang meninggal di kamar kosnya Senin (12/1/2015) siang, akan dipulangkan ke Belitung, Selasa (13/1/2015) besok. Hingga pukul 21.30, ia masih diautopsi di kamar jenazah Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Rencananya jenazah akan dibawa ke Belitung, besok pagi dibawa," ujar penulis novel tetralogi Laskar Pelangi Andrea Hirata kepada wartawan saat menjenguk ke kamar jenazah RSCM, Senin malam.

Kendati demikian, Andrea tidak menjelaskan detail kapan jenazah Verrys akan dipindahkan. Pemindahannya menunggu hasil autopsi keluar. Andrea mengaku hingga saat ini ia tidak tahu penyebab meninggalnya Verrys.

"Kita tunggu saja dari dokter," tandas pria kelahiran Belitong ini.

Diketahui, Verrys awalnya mengeluh sakit kepala sejak dua hari yang lalu. Namun ketika ditawarkan oleh temannya untuk dibawa ke rumah sakit, ia menolak. Verrys pun ditemukan oleh teman kosnya dalam kondisi tak bernyawa hari ini sekitar pukul 14.30. Di RSCM, puluhan teman Verrys masih menunggu hasil autopsi. Mata mereka tampak sembab, mereka tampak saling merangkul dan menguatkan satu sama lain.

Sejumlah selebriti tampak ikut menjenguk di kamar jenazah RSCM, seperti Riri Riza, Mira Lesmana, dan beberapa pemeran film Laskar Pelangi lainnya. (KOMPAS.com)

Tumpukan Material Longsor Hambat Pengguna Jalan, Bina Marga Dinilai “Tutup Mata”


Tanah longsor menutup jalur Bandung Cianjur
Cianjur - WARA- Jalan propinsi jalur Bandung - Cianjur, Naringgul-Cidaun, sepanjang 10 km dikeluhkan para pengguna jalan, karena banyaknya tumpukan material longsor di bahu jalan, dan anehnya pihak PU Bina Marga seolah tutup mata.

Tumpukan material longsor di jalan jalur propinsi Naringgul-Cidaun, ada beberapa titik lain, tepatnya di tanjakan Mala, dan di kawasan hutan Wangunjaya, banyak penguna jalan yang mengeluh disebabkan ada tumpukan material longsor.

Camat Naringgul, Dadang Prawira, S.Ip, saat ditemui di kantornya mengatakan, bahwa benar sekali tumpukan material longsor itu sangat mengganggu para penguna jalan.

”Seharusnya pihak kontraktor yang mengerjakan pengerjaan pelebaran jalan batas Bandung-Cianjur, Naringgul-Ciadaun bertangungjawab, masalahnya masih ada dana biaya perbaikan, bukanya dibiarkan seperti ini, dampaknya sangat menghambat para penguna jalan, apalagi saat turun hujan, jalan licin dan banyak para penguna jalan yang terpeleset,” ungkapnya.

“Harapan saya, baik itu untuk kontraktor atau pihak PU Bina Marga untuk segera memperbaiki tebing yang rawan longsor, diberi pengaman agar tidak terjadi longsor susulan, dan untuk segera membersihkan tumpukan material longsor yang ada di bahu jalan,” tuturnya.

Di tempat terpisah, salah satu warga di pingiran jalur propinsi Naringgul-Cidaun, Desa Wangunjaya, Kec. Naringgul, Asep Rustiana (42) mengatakan, “Sering terjadi longsor di kawasan hutan Wangunjaya ini setelah adanya pelebaran jalan, soalnya pada saat pengerjaan saya lihat sendiri pengerjaanya seperti asal-asalan, dan ketika tebing dikeruk tidak dikasih trap-trap dan pengaman,” ucapnya.

Labih jauh dikatakan, “Apalagi saat turun hujan besar longsor terjadi dan pepohonan pada tumbang, dan tumpukan material longsor banyak di bahu jalan, akhirnya warga setempat yang membersihkan, seharusnya alat berat disiapkan, baik itu oleh pihak PU Bina Marga atau pihak kontraktor, yang saya herankan soal jalan ini sebenarnya masih tangungjawab siapa, apakah ini masih tangungjawab kontraktor apa sudah dilepas ke pihak PU Bina Marga,” urainya (Spider)

Temukan Kotak Hitam, Penyelam Dapat "Vitamin" Rp 100 Juta dari Panglima TNI


Panglima TNI Jenderal Moeldoko memeriksa langsung temuan ekor pesawat AirAsia QZ8501 saat diangkat ke kapal Crest Onyx di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Sabtu (10/1/2015).

Pangkalan Bun - WARA - Penyelam gabungan TNI Angkatan Laut yang berhasil menemukan dan mengambil flight data recorder pesawat AirAsia QZ8501 mendapatkan hadiah sebesar Rp 100 juta dari Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko. Uang tersebut untuk dibagi rata kepada 57 orang penyelam dari Komando Pasukan Katak, Marinir, dan Dinas Selam Bawah Air.
 
"Ini untuk 'vitamin' penyelam, Rp 100 juta," kata Panglima TNI sambil memberikan sebuah tas kecil kepada Komandan Gugus Keamanan Laut Barat Laksma TNI Abdul Rasyid di KRI Banda Aceh, Senin (12/1/2015).

Panglima TNI mengapresiasi kinerja tim penyelam yang tidak kenal lelah dalam mencari black box atau kotak hitam. Sebelumnya, tim penyelam juga telah berhasil menemukan dan mengevakuasi ekor pesawat.

"Saya harap tim penyelam terus bekerja untuk mencari satu lagi black box, yaitu (cockpit) voice recorder, yang sampai sekarang belum ditemukan," ujarnya.

Tim penyelam menemukan flight data recorder itu di dasar laut Selat Karimata, dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Senin pagi. Kotak hitam itu kemudian dipindahkan ke KRI Banda Aceh dan disimpan sampai kedatangan Panglima TNI dan rombongan. (KOMPAS.com )