Kamis, 18 Desember 2014

Rapat di Ballroom Mewah, MenPAN RB : Sama-sama Milik Pemerintah



Jakarta - WARA - Setelah mengeluarkan aturan larangan pegawai pemerintah menggelar rapat di hotel mewah, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddi Chrisnandi, ketahuan rapat di sebuah ballroom di hotel mewah. Yuddi menolak tempat itu disebut ballroom mewah.

Yuddi mengungkapkan jika media membuat pemberitaan yang sesat. Pasalnya, di dalam pemberitaan tidak disebutkan gedung yang dimaksud dan siapa pemilik gedung tersebut.

"Itu kan di Balai Kartini. Pernah lihat mewahnya seperti apa? Balai Kartini itu punya siapa?" ujar Yuddi dalam wawancara Gesture TV One, Rabu 17 Desember 2014.

Dia menjelaskan, penggunaan ballroom di Balai Kartini itu tidaklah menyalahi aturan yang telah dibuatnya itu. Pasalnya, dalam surat larangan rapat di hotel mewah, terdapat poin yang menyatakan, jika penggunaan fasilitas diperbolehkan selama ada kerja sama lintas sektoral.

"Kemenpan punya ballroom, tapi hanya muat 400 orang. Kita minta ke Kemendagri, tapi ternyata tidak cukup juga. Alternatifnya adalah Manggala Wana Bhakti dan Balai Kartini yang sama-sama masih milik pemerintah. Balai Kartini itu milik Kartika Eka Paksi Angkatan Darat," papar Yuddi.

Dikatakannya, ballroom Balai Kartini memiliki kapasitas 1.500 sampai 2.000 orang. Sesuai dengan jumlah peserta, yang terdiri dari staf pemerintahan 505 kabupaten kota di Indonesia. Turut hadir dalam acara tersebut juga Menteri Dalam Negeri. Acara tersebut digelar untuk pertemuan kepala daerah di seluruh Indonesia.

"Dalam surat edaran tersebut, rapat diperbolehkan selama gedung berstatus milik pemerintah, baik milik pemda maupun militer, kepolisian dan instansi lainnya," ujar Yuddi.

Yuddi mengakui jika tetap ada pembayaran yang dilakukan meski menggunakan fasilitas pemerintah. Namun, biaya yang dikeluarkan tidak sebanyak jika menggunakan hotel mewah.

"Biaya untuk konsumsi, kebersihan atau perawatan gedung, itu pasti. Jika di hotel mewah, biasa konsumsi satu orang bisa Rp155 ribu, sedangkan di gedung pemerintah, paling hanya Rp 60 ribuan. Bayangkan berapa penghematan yang sudah kami lakukan," papar Yuddi. (VIVAnews)

ISIS Eksekusi Sedikitnya 150 Wanita karena Menolak Dinikahi Anggotanya


Kelompok teroris IS melakukan aksi long march di jalan dekat Kota Tikrit

Fallujah - WARA - Militan ISIS mengeksekusi mati 150 wanita Irak lantaran mereka menolak dinikahi anggotanya di sebelah barat Irak di provinsi Al-Anbar Ekseskusi dilakukan dengan cara ditembak. 

Mayatnya kemudian dikuburkan secara massal. Kementerian Hukum dan HAm Irak menyatakan beberapa di antara wanita tersebut tengah mengandung. Demikian disampaikan sebuah media asal Turki, Anadolu Agency, Rabu (17/12).
 
ISIS juga mengancam penduduk di sebuah kawasan di Al Anbar dengan hukuman mati yang menyebabkan eksodus massal. Provinsi tersebut hampir seluruhnya dikuasai ISIS sebagai usaha untuk melebarkan kekuasaannya di Irak dan Suriah.

Menurut studi yang dirilis Brooking Doha Center, eksekusi merupakan salah satu jalan tercepat bagi ISIS untuk menguasai satu wilayah. Cara lainnya adalah intimidasi langsung dan tak langsung, serangan gerilya, penyusupan, dan teknik penyerangan yang ortodoks. (BeritaaSatu)

Pemerintah Akan Pulangkan 1,8 Juta TKI Ilegal



Ilustrasi

Jakarta - WARA - Pemerintah akan memulangkan 1,8 juta Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal yang tak punya kontrak dengan perusahaan apapun. Dikabarkan, jumlah paling banyak ada di Malaysia.

Menurut Kepala BNP2TKI, Nusron Wahid, jumlah TKI di Malaysia sekitar 1,2 juta orang. Ini merupakan negara yang paling banyak memiliki TKI ilegal. Padahal, di Timur Tengah saja hanya sebanyak 150 ribu orang.

"Sisanya Korea, Taiwan dan Hongkong," kata Nusron di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu 17 Desember 2014.

Dana pemulangan itu, kata Nusron, akan diambil dari APBN. Menurutnya, total TKI di luar negeri ada sekitar 6,2 juta, termasuk 1,8 juta TKI ilegal. Dari situ, kata Nusron, sebenarnya negara bisa memperoleh devisa sebesar US$7,2 miliar.

"Banyak sekali TKI yang menggunakan remitensi ilegal atau jasa keuangan ilegal. Sehingga kita tidak bisa memantau lalu lintas dananya," ujar dia.

Sehingga, kata dia, pemerintah juga akan bangun remitensi langsung agar uang itu bisa dipantau.

"Kita targetkan dalam 5 tahun bisa tingkatkan devisa hingga US$20 miliar," kata dia. (VIVAnews)

Polisi Tangkap Demonstran Anti-Natal di Mojokerto



Mojokerto - WARA - Sebanyak 12 anggota Jamaah Ansharusy Syariah (JAS) diamankan Kepolisian Resor Mojokerto Kota, Jawa Timur, saat akan menyebarkan selebaran dan membentangkan spanduk berisi larangan mengucapkan selamat Natal.

Anggota organisasi sempalan dari Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) pimpinan Abu Bakar Ba'asyir tersebut diamankan saat akan menyebarkan selebaran dan membentangkan spanduk di Jalan Empu Nala, Kota Mojokerto, Rabu, 17 Desember 2014.

"Tadi kami ajak dialog di kantor daripada mengganggu," kata Kepala Kepolisian Resor Mojokerto Ajun Komisaris Besar Wiji Suwartini. Menurut Wiji, para anggota JAS tersebut hendak menyebarkan selebaran dan membentangkan spanduk serta berkeliling toko atau mal untuk mengingatkan karyawan yang memakai aksesori Natal.


"Mengucapkan perayaan Natal atau memakai atribut Natal dianggap haram," ujar Wiji.

Bahkan dalam dialog dengan polisi mereka menunjukkan isi fatwa Majelis Ulama Indonesia pada 7 Maret 1981 yang berisi larangan menggunakan aksesori Natal, mengucapkan selamat Natal, dan membantu orang Nasrani dalam perayaan dan pengamanan Natal serta imbauan agar pengusaha tidak memaksa muslim menggunakan akesori Natal.


Setelah diberi pengertian, para anggota JAS tersebut diizinkan pulang. Menurut Wiji, para anggota JAS berniat kembali melakukan aksi persuasif keliling ke toko atau mal pada 22 Desember 2014. 

"Tapi kami minta agar selebaran dan spanduk tersebut tidak dipasang karena khawatir terjadi gesekan," ujarnya. (Tempo.co)

Sayangnya, Menteri-menteri Jokowi Sibuk Menyalahkan Orang Lain...



Jakarta – WARA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin terpuruk dan sempat diperdagangkan pada kisaran Rp 13.000 per dolar AS.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mencoba untuk menenangkan situasi dengan mengatakan bahwa penurunan nilai tukar terhadap dolar AS tidak hanya dialami rupiah. Penguatan nilai dolar AS adalah fenomena global. Dia mengatakan, dolar AS sedang pulang kampung.

Namun menurut ekonom senior DR Rizal Ramli yang juga pernah jadi menteri keuangan dan kini merupakan salah seorang anggota Panel Ahli PBB, pengetatan suku bunga yang dilakukan Bank Sentral AS, Federal Reserve Bank, tidak akan berdampak bagi Indonesia apabila fundamental ekonomi kuat.

"Jika fundamental ekonomi Indonesia sehat, dalam arti Neraca Perdangan, Neraca Transaksi Berjalan dan Neraca Pembayaran sehat, pengaruh pengetatan Fed Reserve Amerika akan sangat minimal," ujar Rizal Ramli.

"Tetapi bila fundamental tidak sehat dan negara mengalami quatro deficits, sedikit saja terjadi pengetatan moneter di Amerika, rupiah akan anjlok tajam," kata dia lagi.

Menurut Rizal Ramli, siapapun yang jadi presiden jika tidak punya program untuk mengurangi quatro deficits, rupiah akan terus anjlok ke Rp 14.000 dolar AS.

Sayangnya sampai saat ini menteri-menteri Jokowi hanya sibuk menyalahkan faktor internasional, tapi menjelaskan secara rinci apa yang akan dilakukan untuk mengurangi  quatro deficits,” demikian Rizal Ramli. [RMOL]

Fahrurrozi Marah, Ahok Pilih Djarot Sebagai Wagub

Jakarta - WARA - Gubernur Tandingan DKI Jakarta, KH Fahrurrozi Ishaq menyesalkan keputusan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang memilih Wakil Gubernur dari Blitar, Djarot Saiful Hidayat.

Melalui juru bicara Fahrurrozi, Amir Ralli, kekecewaan muncul lantaran DKI Jakarta dipimpin oleh orang yang bukan asli Jakarta. Padahal, dia berharap pendamping Ahok datang dari orang Betawi.

“Kami sangat menyesalkan pemilihan Djarot sebagai Wakil Gubernur. Semuanya impor, enggak wakilnya, enggak gubernurnya, mau jadi apa ini Jakarta. Seharusnya Jakarta dipimpin oleh orang Betawi,” tegasnya kepada Okezone, Rabu (17/12/2014)

Tidak hanya itu, keputusan Megawati mengizinkan Ahok untuk memilih wakilnya sendiri pun dianggap suatu kesalahan. “Megawati salah. Kenapa menyetujui Djarot jadi Wakilnya Ahok. Padahal Boy Sadikin sudah benar. Dia keturunan dari Ali Sadikin mantan gubernur kita dulu orang Jakarta tulen juga,” tambahnya.

Amir Ralli menambahkan, pihaknya tidak akan berhenti melengserkan kepemimpinan Ahok hingga tetes darah terakhir.

“Pokoknya gue enggak mau tahu yang penting Ahok turun jadi gubernur. Kita akan terus sosialisasikan dan tentunya membereskan permasalahan Jakarta yang semakin semrawut ini,” tutupnya. (okezone.com)